Detail Info Kegiatan


  • 05 Juli 2024
  • 234
  • Info Kegiatan

Dukung Kesiapan Pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan Lokal Bagi Balita, Dinkes DIY Lakukan Bimtek di Kabupaten Gunungkidul

Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Dinas Kesehatan DIY memberikan dukungan pada salah satu upaya percepatan penanggulangan masalah gizi di Kabupaten Gunungkidul. Dukungan tersebut berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal bagi balita bermasalah gizi khususnya balita dengan berat badan tidak naik (balita T). Balita tersebut akan mendapatkan tambahan makanan jadi berupa makanan kudapan atau makanan lengkap setiap hari selama 14 hari berturut-turut dengan standar menu yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi dan memperbaiki status gizi balita.

Untuk mendukung kesiapan program tersebut, pada hari Kamis tanggal 04 Juli 2024, Dinas Kesehatan DIY melaksanakan bimbingan teknis PMT lokal di Aula Germas Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul bagi penyedia jasa (catering), kader, dan tenaga pelaksana gizi di Puskesmas. Bimbingan teknis dilakukan dengan tujuan memberikan informasi dan edukasi kepada penyedia jasa ataupun kader yang nantinya akan melakukan penyediaan (mengolah dan memasak) PMT balita agar dapat mengolah secara aman sehingga kualitas dan nutrisi makanan terjaga.

Bimbingan teknis dilakukan dengan menggandeng BBPOM DIY dan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) DIY sebagai narasumber. Dalam kegiatan tersebut dr Prahesti Fajarwati, MPH selaku Kepala Seksi Kesehatan Keluarga Gizi, dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan DIY menyampaikan bahwa pelaksanaan PMT lokal merupakan upaya dukungan bagi Gunungkidul untuk memperluas cakupan intervensi yang telah dilakukan khususnya oleh sektor kesehatan melalui BOK puskesmas. Pemilihan sasaran diharapkan dilakukan dengan teliti sesuai dengan kriteria yaitu balita dengan berat badan tidak naik (T) tanpa wasting atau stunting, karena balita wasting ataupun stunting memiliki intervensi yang berbeda. Selanjutnya diharapkan program ini dapat dilaksanakan secara optimal sejalan dengan intervensi yang telah dilakukan di Kabupaten Gunungkidul.

Wulandari, S.TP., M.I.Kom selaku narasumber dari BBPOM DIY menyampaikan bahwa ada berbagai potensi cemaran yang terjadi pada proses pengolahan pangan diantaranya adalah cemaran fisik, cemaran biologis, dan cemaran kimia. Berbagai upaya pencegahan masuknya cemaran dan bahaya perlu dilakukan misalnya dengan penggunaan alat masak dengan kondisi baik, pemilihan bahan mentah, pencucian, maupun menghindari penggunaan zat kimia dan bahan berbahaya seperti pewarna tekstil dan borax. Selanjutnya narasumber dari HAKLI Sri Haryanti, SST, M.Si  menyampaikan informasi terkait kriteria, syarat-syarat yang harus dipenuhi serta cara mendaftarkan usaha untuk mendapatkan sertifikat laik hygiene Sanitasi (SLHS) Jasa Boga. Informasi ini sangat bermanfaat bagi pemilik usaha boga untuk meningkatkan kualitas keamanan selama proses pengolahan makanan sehingga nantinya dapat melakukan pengajuan SLHS. Pengolahan makanan yang sehat dan aman didukung oleh penyedia dan personal yang memahami hygiene dan sanitasi sangat penting mengingat sasaran pemberian makan adalah balita, sekaligus untuk meminimalisir adanya kejadian keracunan pangan.

Terlaksananya bimbingan teknis ini diharapkan dapat mendukung kesiapan dari Gunungkidul untuk memulai pelaksanaan PMT balita yang akan dilaksanakan dari bulan Juli sampai dengan September 2024.

 

Kontak Kami

JL. Gondosuli No.6 Yogyakarta Kota Yogyakarta DIY 55231 Indonesia
dinkes@jogjaprov.go.id
+62274563153
(0274)512368

Kunjungan

  • Hari Ini

  • 13.716
  • Bulan Ini

  • 1.728.429
  • Total Kunjungan

  • 23.520.778