Detail Berita


  • 07 Juni 2024
  • 144
  • Berita

TINGKATKAN AKSES LAYANAN SKRINING, DINAS KESEHATAN DIY LAKSANAKAN POSBINDU INSTITUSI

Saat ini Indonesia Tengah mengalami Triple Burden Disease dengan beban penyakit menular yang belum selsesai, penyakit tidak menular yang mulai mengalami tren peningkatan serta emerging disease yang bisa terjadi kapan saja. Penyakit menular seperti Tuberculosis (TB), masih menjadi ancaman serius dengan faktor risiko yang terus berkembang. TB tidak hanya berpotensi dialami masyarakat di daerah dengan sanitasi dan akses layanan kesehatan yang terbatas namun juga bisa menyerang individu di berbagai lapisan masyarakat termasuk yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi baik. Transmisinya melalui percikan (droplet)  orang yang terinfeksi pada saat berbicara, batuk atau bersin, sehingga risiko penularannya tetap tinggi di tempat-tempat dengan interaksi manusia yang padat, seperti sekolah, tempat kerja, dan transportasi umum. Hingga saat ini Indonesia menempati peringkat kedua setelah India dengan 969.000 kasus dan 93.000 kematian per tahun atau setara dengan 11 kematian per jam. Penyebaran TB hingga saat ini masih  menjadi tantangan besar, terutama di negara berkembang.

Selain penyakit menular, tren penyakit tidak menular seperti Diabetes, Hipertensi, dan gangguan Kesehatan mental juga menunjukkan tren kenaikan. Menurut IDF (International Diabetes Federation), Indonesia menduduki peringkat kelima negara dengan jumlah diabetes terbanyak dengan 19,5 juta penderita di tahun 2021 dan diprediksi akan menjadi 28,6 juta pada 2045. Kewaspadaan akan risiko diabetes ini perlu ditingkatkan mengingat DM yang tidak terkendali dapat menjadi faktor risiko komplikasi seperti kerusakan pada ginjal sampai  penyakit jantung dan pembuluh darah. Tekanan darah tinggi juga tidak layak untuk  dikesampingkan mengingat  1 dari 3 orang Indonesia mengalami  hipertensi. Ironisnya, orang dengan tekanan darah tinggi tidak memiliki keluhan  sehingga hipertensi sering disebut  sebagai silent killer. Sementara itu, data menunjukkan 6,1 % penduduk Indonesia berusia 15 tahun ke atas mengalami gangguan kesehatan mental.

Menyikapi hal  ini, melalui Program Posbindu Institusi Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memfasilitasi Masyarakat terutama yang memiliki keterbatasan waktu untuk mengakses layanan kesehatan untuk mendapatkan skrining Penyakit Menular (PM) dan PTM (Penyakit Tidak Menular) di tempat kerjanya. Skrining dilaksanakan dengan melakukan pengukuran berat dan tinggi badan, tekanan darah, dan juga  pemeriksaan Gula Darah. Setiap individu dapat melakukan self assessment melalui form skrining Tuberculosis dan form Skrining Kesehatan Mental yang sudah disediakan. Output kegiatan ini setiap orang yang mengikuti pemeriksaan dapat mengetahui status Kesehatan  mental, risiko  TB,  Indeks Masa Tubuh (IMT), tekanan darah dan juga kadar Gula Darah. Setiap individu yang diketahui memiliki  berat badan berlebih  (over weight), obesitas, memiliki  tekanan darah tinggi, atau memiliki kadar gula berlebih akan mendapatkan konseling dan edukasi terkait kondisinya sehingga secara mandiri dapat melakukan perbaikan gaya hidup yang lebih sehat.  Kegiatan ini sudah berjalan di beberapa institusi seperti Kominfo, Dinas PUPESDM serta di  beberapa Perguruan Tinggi di  Yogyakarta. Melalui kegiatan Posbindu Institusi yang dilaksanakan secara kontinu  diharapkan Masyarakat dapat memperoleh akses skrining dan mengetahui status kesehatannya dengan mudah, sehingga potensi peningkatan Kasus Penyakit Menular maupun Penyakit Tidak Menular di Yogyakarta dapat diminimalisir.

Kontak Kami

JL. Gondosuli No.6 Yogyakarta Kota Yogyakarta DIY 55231 Indonesia
dinkes@jogjaprov.go.id
+62274563153
(0274)512368

Kunjungan

  • Hari Ini

  • 450
  • Bulan Ini

  • 1.728.429
  • Total Kunjungan

  • 22.620.385