Detail Berita


  • 21 Juli 2022
  • 87
  • Berita

Revitalisasi Penyehat Tradisional (Hattra)

Secara garis besar pengembangan kesehatan tradisional di DIY dikemas dalam bingkai Galeri Jamu dengan tagline Jampi Ati Jogja (Jamu lan Pijat, Agawe awet urip, Tinebih ing rubedo). dengan mengedepankan pelayanan kesehatan empiris, komplementer dan integrasi pada fasilitas pelayanan kesehatan. Jampi Ati Jogja memadukan konsep Galeri Jamu sebagai sumber informasi dan sarana perluasan wawasan bagi pemerhati budaya Jogja, serta pengembangan kesehatan tradisional baik di masyarakat maupun di fasilitas pelayanan kesehatan.

Melihat potensi yang cukup besar di Daerah istimewa Yogyakarta untuk pengembangan kesehatan tradisional, maka pengembangan akan dimulai dari pemanfaatan pelayanan kesehatan tradisional sebagai salah satu upaya masyarakat untuk menjaga kesehatan sampai dengan pelayanan terintegrasi, dimana pelayanan kesehatan akan dilaksanakan di fasilitas pelayanan kesehatan primer seperti puskesmas sampai pelayanan kesehatan rujukan (rumah sakit) baik untuk upaya preventif maupun kuratif.

Pengelolaan jamu dan penyehat tradisional lainnya cukup potensial untuk dikemas menjadi sesuatu yang khas Jogja dan diintegrasikan menjadi paket wisata yang cukup menjanjikan. Trend wisata kesehatan (wellness tourism) diprediksi akan naik daun pasca pandemi Covid-1. Saat ini wisatawan tidak hanya menginginkan pengalaman perjalanan wisata saja, namun juga untuk mengurangi stress, mengelola gaya hidup lebih baik dan mendapatkan pengalaman otentik yang tidak didapatkan di tempat asalnya. Menangkap peluang tersebut, Dinas Kesehatan akan melaksanakan Revitalisasi Hattra di Area Wisata Hutan Pinus Bantul dan Pegunungan Menoreh Kulon Progo.

Maksud dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan tradisional di DIY terkait revitalisasi hattra di area wisata hutan pinus Bantul dan pegunungan Menoreh Kulon Progo sehingga pelayanan kesehatan tradisional di area wisata tersebut dapat dipertanggungjawabkan manfaat dan keamanannya.

Tujuan dari Revitalisasi hattra di area wisata hutan pinus Bantul dan pegunungan Menoreh Kulon Progo, dalam pelayanan kesehatan tradisional di masyarakat dapat dipertanggungjawabkan manfaat dan keamanannya. Serta Pemerintah mengatur dan mengawasi pelayanan kesehatan tradisional dengan didasarkan pada keamanan, kepentingan dan perlindungan masyarakat.

Sasaran kegiatan ini adalah pengelola program pelayanan kesehatan tradisional Dinas Kesehatan DIY, Dinas Kesehatan Bantul, Dinas Kesehatan Kulon Progo, Puskesmas Dlingo, Puskesmas Samigaluh, Puskesmas Nanggulan, hattra di area wisata hutan pinus Bantul, Pengelola wisata hutan pinus Bantul, Pengelola wisata pegungungan Menoreh Kulon Progo, serta lintas sektor yang terkait dengan kegiatan pelayanan kesehatan tradisional.

Kegiatan Pertemuan Revitalisasi Hattra di Area Wisata Hutan Pinus Bantul dan Pegunungan Menoreh Kulon Progo akan dilaksanakan pada tanggal 19 dan 20 Juli 2022. Metode pelaksanaan kegiatan adalah pemaparan materi dan diskusi.

Hari Pertama Selasa tanggal 19 Juli 2022

Peserta dari perwakilan dari 20 orang penyehat tradisional dari kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul dan instansi terkait dengan kesehatan wisata.

Acara kegiatan Revitalisasi Penyehat Tradisional :

  1. Pembukaan dan Pengarahan
  2. Kesiapan Sarana Prasarana di Destinasi Wisata Hutan Pinus Bantul oleh Dinas Pariwisata DIY
  3. Potensi Pengembangan Hutan Pinus Bantul sebagai Destinasi Wisata Kesehatan Tradisional oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY
  4. Potensi Wisata Kesehatan di Kawasan Destinasi Wisata Hutan Pinus Bantul oleh Ketua Pengelola Wisata Hutan Pinus Bantul
  5. Konsep dan Kebutuhan Pengembangan Wisata Kesehatan di Kawasan Destinasi Wisata Hutan Pinus Bantul oleh Kepala Puskesmas Dlingo
  6. Potensi Pengembangan Tanaman Herbal di Kawasan Destinasi Wisata Hutan Pinus Bantul oleh Dinas Pertanian Kabupaten Bantul.
  7. Potensi dan Penyusunan Paket Wisata Kesehatan Tradisional Hutan Pinus Bantul oleh ASHITA (Asosiasi Tour Agent)
  8. Diskusi

 

Hari Kedua Rabu tanggal 20 Juli 2022

Peserta dari perwakilan Penyehat Tradisional Menoreh dari

  1. Produsen Jamu area Samigaluh dan Nanggulan sebanyak 7 orang
  2. Rajendrafarm sebanyak 5 orang
  3. Paguyuban Wisata Nglinggo Samigaluh sebanyak 3 orang
  4. Paguyuban isata Widosari Samigaluh sebanyak 2 orang
  5. Instansi lain yang terkai dengan kesehatan wisata.

Acara kegiatan Revitalisasi Penyehat Tradisional :

  1. Pembukaan dan Pengarahan
  2. Kesiapan Sarana Prasarana di Destinasi Wisata Pegunungan Menoreh oleh Dinas Pariwisata DIY
  3. Potensi Wisata Kesehatan di Kawasan Destinasi Wisata Hutan Pinus Bantul oleh Ketua Pengelola Wisata Pegunungan Menoreh
  4. Konsep dan Kebutuhan Pengembangan Wisata Kesehatan di Kawasan Destinasi Wisata Pegunungan Menoreh oleh Kepala Puskesmas Samigaluh
  5. Potensi Pengembangan Tanaman Herbal di Kawasan Destinasi Wisata Pegunungan Menorehl oleh Dinas Pertanian Kabupaten Kulon Progo
  6. Potensi dan Penyusunan Paket Wisata Kesehatan Tradisional Hutan Pinus Bantul oleh ASHITA (Asosiasi Tour Agent)
  7. Diskusi dan Penutupan

Mutu Akred

Kontak Kami

JL. Gondosuli No.6 Yogyakarta Kota Yogyakarta DIY 55231 Indonesia
dinkes@jogjaprov.go.id
+62274563153
(0274)512368

Kunjungan

  • Hari Ini

  • 1.334
  • Bulan Ini

  • 982.632
  • Total Kunjungan

  • 7.878.971