Detail Berita


  • 20 Juni 2022
  • 499
  • Berita

Program inovasi DIGAJI HEBAT (Penderita Gangguan Jiwa harus Minum Obat) : Menemukan & Mengobati ODGJ di Wilayah Puskesmas Karangmojo 2 Gunungkidul

Kesehatan jiwa masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang signifikan di dunia, termasuk di Indonesia. ODGJ berat atau Skizofrenia menduduki peringkat 4 dari 10 besar penyakit yang membebankan di seluruh dunia. Tahun 2018 angka prevalensi ODGJ berat di Indonesia adalah 6,7 permil, jumlah ODGJ dipasung 31,5%. Prevalensi ODGJ berat DIY mencapai 10,4 permil. Di seluruh dunia, tercatat sekitar 32,2% penderita skizofrenia yang tidak mendapatkan akses ke pelayanan kesehatan. Sedangkan di Indonesia 96,5% penderita skizofrenia tidak mendapatkan perawatan medis yang memadai. Hanya 30% dari 9000 Puskesmas di seluruh Indonesia yang berhasil menyediakan layanan kesehatan mental. Hal tersebut membuat Indonesia menduduki urutan pertama angka DALY’s untuk skizofrenia.

Program inovasi DIGAJI HEBAT (Penderita Gangguan Jiwa harus Minum Obat) merupakan program yang menerapkan prinsip menemukan & mengobati ODGJ. Program ini dilatarbelakangi oleh sedikitnya ODGJ yang mendapatkan pelayanan pengobatan di Puskesmas Karangmojo 2. Program ini dilakukan dengan melakukan kegiatan penyuluhan kepada kader, tokoh masyarakat (toma) dan masyarakat untuk mengurangi stigma terhadap ODGJ dan kepercayaan yang berkembang di masyarakat bahwa perilaku aneh dari ODGJ dianggap sebagai gangguan makhluk halus, bahwa ODGJ adalah masalah medis yang bisa diobati. Pelayanan PHN/home visit terintegrasi yang ditujukan untuk mengobati dan mengedukasi penderita, memberikan edukasi & konsultasi kepada keluarga, penguatan dukungan keluarga, lingkungan sekitar, kader, tokoh masyarakat & termasuk lintas sektor. Penanganan Gawat Darurat psikiatri juga dilakukan dengan kerjasama pihak terkait dengan melibatkan lintas sektor.

Hasil dari kegiatan inovasi ini didapatkan peningkatan penemuan kasus ODGJ. Sebelum inovasi di tahun 2017 terdapat 22 kasus ODGJ. Jumlah meningkat menjadi 55 kasus di tahun 2018, 65 kasus di tahun 2019, 72 kasus di tahun 2020 dan 76 kasus di tahun 2021. Adapun persentase ODGJ minum obat adalah 40% di tahun 2017, 60% di tahun 2018, 78% di tahun 2018 dan 2019, serta 83% di tahun 2021. Kegiatan inovasi DIGAJI HEBAT dengan kegiatan Home visit terintegrasi, penguatan peran kader, toma, linsek, dan pihak eksternal terkait ini berhasil meningkatkan penemuan dan juga pengobatan ODGJ di wilayah kerja Puskesmas Karangmojo 2.

Kedepan, pelayanan kesehatan jiwa ini diharapkan masih dapat dikembangkan lagi dengan penguatan ketahanan keluarga ODGJ, misalnya dengan kegiatan family gathering, peningkatan kompetensi baik dari petugas kesehatan maupun kader untuk mendukung pengobatan ODGJ sesuai standar. Kegiatan rehabilitasi ODGJ yang berbasis masyarakat juga perlu dikembangkan lagi untuk mendongkrak peningkatan produktivitas dan kualitas hidup ODGJ .

Kontak Kami

JL. Gondosuli No.6 Yogyakarta Kota Yogyakarta DIY 55231 Indonesia
dinkes@jogjaprov.go.id
+62274563153
(0274)512368

Kunjungan

  • Hari Ini

  • 13.435
  • Bulan Ini

  • 982.632
  • Total Kunjungan

  • 8.778.003