Detail Berita


  • 07 Maret 2024
  • 510
  • Berita

Eradikasi Frambusia untuk Jogja Makin Istimewa

Frambusia merupakan penyakit tropis yang termasuk ke dalam kelompok penyakit tropis terabaikan (Neglected Tropical Diseases). Frambusia atau dalam beberapa bahasa daerah disebut patek, puru, buba, pian, parangi, ambalo adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum subspesies pertenue yang hidup di daerah tropis dengan manusia sebagai satu-satunya sumber penularan. Masa inkubasi antara 10-90 hari (rata-rata 21 hari). Faktor risiko dari frambusia antara lain:

  1. Lingkungan kumuh, hangat dan lembab, kesulitan akses air bersih
  2. Perilaku hidup bersih dan sehat yang rendah
  3. Luka terbuka atau adanya penyakit kulit seperti kudis, bisul dapat menjadi tempat masuknya bakteri frambusia

Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan daerah non endemis frambusia. Tidak ada laporan kasus dari lima kabupaten di DIY untuk kasus frambusia. Apabila tidak ditemukan kasus konfirmasi dengan surveilans sesuai indikator selama >6 bulan, maka kabupaten/kota tersebut berhak mendapatkan rekomendasi dari provinsi untuk mendapatkan sertifikat bebas Frambusia dari Pusat. Kegiatan promosi, pengendalian risiko dan surveilans frambusia merupakan kunci utama menuju bebas frambusia.

Kementerian Kesehatan melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 8 Tahun 2017 tentang Eradikasi Frambusia mempunyai target bahwa sejumlah 514 kabupaten/kota memperoleh status bebas frambusia (Eradikasi Frambusia) tahun 2024. Sejalan dengan target tersebut, pada tahun 2023 Dinas Kesehatan DIY merekomendasikan 2 (dua) Kabupaten yaitu Kabupaten Gunungkidul dan Sleman untuk dilakukan asesment sertifikasi bebas frambusia dari Kementerian Kesehatan. 3 (Tiga) kabupaten lain yaitu Kulon Progo, Bantul dan Kota Yogyakarta akan dilakukan penilaian di tahun 2024.

Pada tanggal 6 Maret 2024 yang merupakan hari puncak peringatan penyakit tropis terabaikan (NTD’s Day 2024), Kabupaten Gunungkidul dan Sleman menerima sertifikat bebas frambusia yang diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan RI yaitu Budi Gunadi Sadikin di Puri Agung Convention Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta Selatan. Dalam acara tersebut Menkes Budi juga menyampaikan, upaya eradikasi dan eliminasi Penyakit Tropis Terabaikan merupakan program kesehatan berkelanjutan yang tidak dapat selesai dalam satu atau dua tahun. Upaya mengeliminasi penyakit-penyakit tersebut membutuhkan komitmen bersama untuk menjaga kesehatan lingkungan.

“Jadi, itu saja Bapak, Ibu, jangka panjang, kalau mau sustainable yang mesti diberesin, bikin lingkungan yang bersih. Lingkungan bersih apa aja? Rajin cuci tangan sebelum makan, buang air besar jangan sembarangan, kemudian kalau jalan-jalan di luar pakai sandal, terutama anak-anak. Kemudian, kalau ada genangan air yang bisa jadi sarang nyamuk itu dibersihkan. Nah, harusnya kalau itu beres, turun jauh tuh NTD-nya,” kata Menkes Budi.

 

Kontak Kami

JL. Gondosuli No.6 Yogyakarta Kota Yogyakarta DIY 55231 Indonesia
dinkes@jogjaprov.go.id
+62274563153
(0274)512368

Kunjungan

  • Hari Ini

  • 1.192
  • Bulan Ini

  • 1.728.429
  • Total Kunjungan

  • 22.025.200