Detail Artikel


  • 20 Desember 2016
  • 2.640
  • Artikel

PTM dan FR

Menurut Badan Kesehatan Sedunia, WHO, 2010, hampir dua per tiga dari

kematian di seluruh dunia disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular. Di

negara-negara berkembang dan negara miskin (dengan tingkat ekonomi

menengah ke bawah), dari seluruh kematian yang terjadi pada orang

berusia kurang dari 60 tahun, 29% disebabkan oleh PTM, sedangkan di

negara-negara maju sebesar 13%. Prevalensi penyakit tidak menular (PTM)

atau /Noncommucable diseases/ (NCDs) di banyak negara terutama di

negara-negara dengan tingkat income rendah sampai menengah dalam

beberapa dasawarsa kedepan diprediksi akan menunjukkan trend yang

semakin meningkat. Hal ini terkait erat dengan perilaku (/behavior/ dan

/habits/) yang berisiko untuk terkena penyakit tidak menular.

 

 

 

Indonesia dalam beberapa dasawarsa terakhir menghadapi /double burden/

penyakit yaitu Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular (PTM).

Masalah penyakit menular antara lain belum tertanggulanginya beberapa

penyakit menular tertentu, /re-emerging diseases/, serta munculnya

penyakit-penyakit menular baru seperti HIV/AIDS, Avian Influenza, Flu

Babi dan Penyakit Nipah. Di sisi lain, Penyakit Tidak Menular

menunjukkan adanya kecenderungan (/trend/) yang semakin meningkat dari

waktu kewaktu.

 

 

 

Menurut Badan Kesehatan Dunia WHO, kematian akibat Penyakit Tidak

Menular diperkirakan akan terus meningkat di seluruh dunia, dan

peningkatan terbesar akan terjadi di negara-negara miskin dan menengah

bahkan di negara-negara Afrika. PTM dipredikasi akan menjadi penyebab

paling umum kematian pada tahun 2030 dan diproyeksikan akan melebihi

penyakit menular, penyakit maternal & perinatal dan gangguan gizi. Data

WHO menunjukkan bahwa dari 57 juta kematian yang terjadi di seluruh

dunia pada tahun 2008, sebanyak 36 juta atau hampir dua pertiganya

disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular terutama penyakit kardiovaskular,

diabetes, kanker dan penyakit saluran pernafasan kronik.

 

 

 

Selain itu data WHO menunjukkan angka kejadian PTM meningkat di

negara-negara berkembang. Hampir 80% dari seluruh kematian akibat PTM

terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, kecuali

Afrika. Lebih dari 80% kematian akibat penyakit kardiovaskular dan

diabetes, hampir 90% kematian akibat penyakit paru obstruktif kronik

(PPOK), serta lebih dari dua pertiga kematian akibat kanker terjadi di

negara-negara dengan tingkat ekonomi rendah dan menengah.

 

 

 

PTM juga membunuh populasi usia muda, di negara-negara berpenghasilan

rendah dan menengah, dari seluruh kematian yang terjadi pada orang-orang

berusia di bawah 60 tahun, 29% disebabkan PTM. Di negara-negara

berpenghasilan tinggi, PTM berkontribusi pada 13% kematian yang terjadi

pada orang-orang berumur di bawah 60 tahun.

 

 

 

Bila dibandingkan dengan kondisi 2008, persentase kenaikan insiden

kanker pada tahun 2030 diperkirakan akan meningkat 82% di negara-negara

berpenghasilan rendah, 70% di negara-negara berpenghasilan menengah

kebawah (/lower- middle- income/), dan 58% di negara-negara

berpenghasilan tinggi (/high- income/).

 

* *

 

*Ranking 10 besar Penyakit Tidak Menular*

 

Inilah ranking (peringkat) 10 besar nasional kasus PTM berdasarkan /Case

Fatality Rate/ di Unit Rawat Inap Rumah Sakit di Indonesia (data

bersumber Buku Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) Edisi 2010.

 

 

 

Grafik 1. Urutan 10 besar nasional kasus PTM berdasarkan angka CFR di

Unit Rawat Inap Rumah Sakit di Indonesia, 2009.

 

 

 

Berdasarkan grafik 1, urutan 10 besar nasional kasus PTM berdasarkan

/Case Fatality Rate/ di Unit Rawat Inap Rumah Sakit, yang tertinggi

adalah Neoplasma Ganas Bronkhus dan Paru yang memiliki CFR 14,97% (1.497

kematian/10.000 kasus) diikuti Neoplasma Ganas Hati & Saluran Empedu

Intrahepatik dengan CFR 14,62% (1.462 kematian/10.000 kasus) dan kasus

Strok dengan CFR 12,66% (1.266 kematian/10.000 kasus). Urutan 10 besar

selengkapnya beserta angka CFR masing-masing dapat dilihat pada grafik 1.

 

 

 

*Faktor-faktor Resiko (Perilaku) Utama Terjadinya Penyakit Tidak Menular*

 

Sebagian besar penyakit tidak menular dapat dicegah bila kita

menghindari 4 faktor risiko (perilaku) yang utama yaitu:

 

 1. Pemakaian tembakau (merokok).

 2. Kurangnya aktivitas fisik.

 3. Konsumsi alkohol.

 4. Diet yang tidak sehat.

 

*Tembakau/merokok*

 

Menurut WHO, setiap tahun, hampir 6 juta manusia meninggal dunia akibat

merokok (rokok) baik perokok aktif maupun pasif. Pada tahun 2020 jumlah

ini diperkirakan akan meningkat menjadi 7,5 juta atau 10% dari seluruh

kematian. 71% kanker paru, 42% penyakit pernafasan kronik dan hampir 10%

penyakit kardiovaskular disebabkan oleh kebiasaan merokok. Insiden

merokok yang tertinggi diantara laki-laki ada di negara-negara

berpenghasilan menengah kebawah (/lower- middle- income/), sedangkan

untuk seluruh populasi, prevalensi merokok tertinggi ada di

negara-negara berpenghasilan menegah keatas (/upper-middle-income/).

 

 

 

*Kurangnya aktifitas fisik*

 

Sekitar 3,2 juta orang meninggal dunia disebabkan tidak/kurang melakukan

aktifitas fisik. Kurangnya aktifitas fisik tertinggi di negara-negara

berpenghasilan tinggi, tetapi sekarang terlihat tinggi pula di

negara-negara berpenghasilan menengah terutama di kalangan kaum

perempuan. Aktifitas fisik secara teratur akan mengurangi risiko terkena

penyakit kardiovaskular termasuk darah tinggi (hipertensi), diabetes,

kanker payudara dan kanker usus besar, serta depresi.

 

 

 

*Konsumsi alkohol*

 

Sekitar 2,3 juta kematian yang terjadi setiap tahun disebabkan oleh

penggunaan alkohol, jumlah inimerupakan 3,8% dari seluruh kematian di

dunia. Sementara itu, konsumsi alkohol per kapita tertinggi di negara

berpenghasilan tinggi.

 

 

 

*Diet yang tidak sehat*

Mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran secara adekwat dan teratur

dapat mengurangi risiko terkena penyakit cardiovaskular, kanker lambung

(perut), kanker kolorektal. Sebaliknya mengkonsumsi garam dan lemak

jenuh secara berlebihan dapat eningkatkan risiko terkena

penyakit-penyakit kardiovaskular (termasuk hipertensi). Menurut WHO,

konsumsi lemak meningkat pesat sejak tahun 1980-an di negara-negara

berpenghasilan menengah kebawah.

 

*Faktor Risiko Lain PTM*

Faktor-faktor risiko PTM di atas merupakan faktor-faktor risiko yang

berhubungan dengan perilaku dan dapat dikontrol dari diri kita

sendiri. Sebenarnya masih ada faktor-faktor risiko lain bagi terjadinya

penyakit tidak menular tetapi biasanya faktor-faktor ini sulit dikontrol

dari diri sendiri, seperti: faktor stress, kegemukan, kultur/budaya dan

pencemaran lingkungan.

Kontak Kami

JL. Gondosuli No.6 Yogyakarta Kota Yogyakarta DIY 55231 Indonesia
dinkes@jogjaprov.go.id
+62274563153
(0274)512368

Kunjungan

  • Hari Ini

  • 888
  • Bulan Ini

  • 617.886
  • Total Kunjungan

  • 6.181.019