Detail Artikel


  • 22 April 2021
  • 495
  • Artikel

Apa yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan Sebelum dan Sesudah Vaksinasi Covid-19

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 sudah mulai dilaksanakan sejak awal tahun 2021. Vaksinasi itu sendiri adalah proses dimana seseorang menjadi terlindungi dari suatu penyakit sehingga apabila suatu saat terpapar dengan penyakit tersebut maka tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan, biasanya dengan pemberian vaksin.

 

Vaksinasi tidak hanya bertujuan untuk memutus rantai penularan penyakit dan menghentikan wabah saja, tetapi juga dalam jangka panjang untuk mengeliminasi bahkan menghilangkan penyakit itu sendiri.

 

Sehingga semakin banyak masyarakat yang sudah terlindungi terhadap virus korona, maka akan terbentuk herd immunity. Kekebalan kelompok atau herd immunity menimbulkan dampak tidak langsung yaitu turut terlindunginya kelompok masyarakat yang rentan dan bukan merupakan sasaran vaksinasi. Kondisi tersebut hanya dapat tercapai dengan cakupan vaksinasi yang tinggi dan merata.

 

Vaksin adalah produk biologi yang berisi antigen berupa mikroorganisme atau bagiannya atau zat yang dihasilkannya yang telah diolah sedemikian rupa sehingga aman, yang apabila diberikan kepada seseorang akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu. Vaksin Covid-19 sudah melalui beberapa tahapan uji klinis yang benar dan menjunjung tinggi kaidah ilmu pengetahuan, sains dan standar-standar kesehatan.

 

Meskipun pemberian vaksin telah dipastikan aman, namun ada beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan sebelum dan sesudah pemberian vaksin Covid-19.

 

Boleh:

  • Minum paracetamol jika deman, menggigil, atau pegal-pegal setelah vaksinasi
  • Cukupi kebutuhan nutrisi sebelum dan setelah vaksinasi
  • Istirahat yang cukup sebelum vaksinasi
  • Tetap beraktivitas dan mematuhi protokol kesehatan 3M

 

Tidak boleh:

  • Mengabaikan nasihat, petunjuk, atau larangan dokter yang berkaitan dengan penyakit penyerta atau komorbid
  • Mendatangi tempat pelayanan vaksinasi jika dalam kondisi tidak sehat
  • Menekan, memijat, atau menggosok lokasi bekas suntukan
  • Menerima jenis vaksin yang berbeda dengan dosis pertama
  • Mengabaikan protokol kesehatan 3M sesudah vaksinasi

 

Ingat:

  • Vaksinasi harus secara lengkap, dua dosis, untuk mengoptimalkan tingkat kekebalan
  • Jarak minimal antara dosis 1 dan 2 harus sesuai dengan yang direkomendasikan untuk masing-masing jenis vaksin
  • Vaksin mencegah terpapar Covid-19 atau bila terpapar maka tidak akan sakit parah atau hanya mengalami sakit ringan

 

Adanya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) merupakan gejala medis, dapat terjadi setelah imunisasi dan diduga terkait dengan vaksinasi. Gejala yang muncul pasca vaksinasi telah diamati sejak uji klinis dilakukan. Sehingga, bisa dipastikan vaksin Covid-19 aman dengan penerbitan Izin Penggunaan Darurat (EUA). Namun apabila terdapat keluhan berlanjut, disarankan kepada peserta vaksinasi untuk segera menghubungi fasilitas kesehatan terdekat.

 

Kontak Kami

JL. Gondosuli No.6 Yogyakarta Kota Yogyakarta DIY 55231 Indonesia
dinkes@jogjaprov.go.id
+62274563153
(0274)512368

Kunjungan

  • Hari Ini

  • 1.757
  • Bulan Ini

  • 114.766
  • Total Kunjungan

  • 2.313.648