Detail Artikel


  • 04 Mei 2016
  • 3.901
  • Artikel

1 kejutan teknologi; scanner kanker kulit

Kemajuan teknologi di era millennium 2 ini sungguh sangatlah luar biasa pesatnya. Dalam jangka waktu hitungan jam saja, terdapat satu penemuan teknologi baru. Hebatnya lagi, teknologi-teknologi ini saling terkait sehingga bisa betul-betul mendukung kehidupan manusia. Salah satu teknologi yang termasuk pesat ini adalah kamera. Beberapa tahun silam, kamera hanya terbatas penyimpanannya pada perangkat slide film, kemudian di era 2000-an, sistem kamera mulai menggunakan memori untuk menyimpan file fotonya, dan sekarang kamera dengan berbagai menu editing foto sudah banyak tersedia di pasaran. Tak hanya dari sisi penyimpanan saja, teknologi pengambilan gambarnya pun pesat majunya. Mulai dari peningkatan resolusi, pengelolaan penerimaan cahaya, sampai penangkapan gelombang tertentu untuk menghasilkan gambar tertentu. Pengembangan lanjut lagi dari kamera adalah scanner, dimana penangkapan gambaran objek tertentu dengan titik yang lebih detail, rapi, dan lebih nyata. Scanner merupakan suatu alat yang digunakan untuk memindai suatu bentuk maupun sifat benda, seperti dokumen, foto, gelombang, suhu dan lain-lain dengan hasil pemindaian itu pada umumnya akan ditransformasikan ke dalam komputer sebagai data digital.

Teknologi scanner ini, tak luput juga diadopsi perkembangannya di bidang kesehatan. Saat ini, telah ditemukan scanner kanker kulit berbasis gelombang elektromagnetik, dan terus dikembangkan untuk memperoleh teknologi scanner ini sebaik-baiknya. Peralatan ini memanfaatkan teknologi fotografi dengan berbagai jenis panjang gelombang elektromagnet. Alat ini diberi nama Melafind.

Alat ini berfungsi sebagai detektor yang mampu membedakan tahi lalat yang tidak berbahaya (tahi lalat yang ada sejak lahir atau gen) dengan tahi lalat yang terindikasi sebagai kanker kulit yang berbahaya (Melanoma) dengan tingkat akurasi 98%. MelaFind juga dapat memangkas jumlah tindakan biopsi yang tidak diperlukan hingga 90%. Sangat efisien bukan? Teknologi Melafind awalnya digunakan oleh departemen pertahanan untuk memindai serta meneliti permukaan besi mencurigakan dengan sepuluh panjang gelombang elektromagnetik. Dalam awal penggunaannya Melafind menggunakan teknologi navigasi rudal. Namun setelah mendapatkan berbagai kritikan alat ini dialihkan untuk bidang kesehatan yang juga memiliki fungsi yang jauh lebih baik pada bidang tersebut.

Cara kerja alat ini ialah dengan memanfaatkan teknologi fotografi serta menggunakan gelombang elektromagnet sebagai alat untuk mengindikasi penyakit tersebut. Kemudian data yang sudah didapatkan tersebut dicocokan dengan sekumpulan data atau database melanoma yang telah dikumpulkan sebelumnya pada alat ini. Perangkat ini kemudian menganalisa bagaimana cahaya memantul kembali, lalu memproses dan mendeteksi bahwa kanker mungkin berkembang di tempat tersebut.

Hanya dalam satu menit, alat ini dapat menganalisa semua informasi yang diterimanya dan menghitung kemungkinan bahwa tumor bisa berkembang. Jika seseorang dicurigai memiliki kemungkinan terkena kanker, biopsi dapat dilakukan dan jaringan dikirim ke laboratorium untuk pengujian lebih lanjut.

 

www.asiancancer.com

https://m.tempo.co

hidupseimbang.jos.co.id

 

Kontak Kami

JL. Gondosuli No.6 Yogyakarta Kota Yogyakarta DIY 55231 Indonesia
dinkes@jogjaprov.go.id
+62274563153
(0274)512368

Kunjungan

  • Hari Ini

  • 3.441
  • Bulan Ini

  • 617.886
  • Total Kunjungan

  • 6.622.864