Detail Artikel


  • 26 Agustus 2019
  • 3.327
  • Artikel

CEGAH PTM DENGAN GERMAS

Indonesia sedang menghadapi tantangan besar masalah kesehatan triple burden yaitu masih adanya penyakit infeksi, meningkatnya penyakit tidak menular dan penyakit-penyakit yang seharusnya sudah tereliminasi muncul kembali. Salah satu penyebab kematian yang menjadi ancaman global bagi pertumbuhan ekonomi karena dapat menurunkan produktivitas sumber daya manusia, bahkan kualitas generasi bangsa di Indonesia adalah Penyakit Tidak Menular (PTM). PTM sulit disembuhkan total apabila penyakit sudah sampai tahap akhir dan membutuhkan biaya pengobatan yang tinggi.

      WHO menyebutkan angka kematian yang diakibatkan oleh PTM akan terus meningkat di seluruh dunia terutama terjadi di negara- negara menengah dan miskin yaitu sebanyak 70 % populasi global akan meninggal akibat PTM. Tahun 2030 di prediksi akan ada 52 juta jiwa kematian pertahun karena PTM.

      Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi penyakit tidak menular mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan Riskesdas 2013, antara lain kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes melitus, dan hipertensi. Prevalensi kanker naik dari 1.4% (Riskesdas 2013) menjadi 1,8%, prevalensi stroke naik dari 7% menjadi 10.9%, dan penyakit ginjal kronik naik dari 2% menjadi 3,8%. Berdasarkan pemeriksaan gula darah, diabetes melitus naik dari 6.9% menjadi 8.5%; dan hasil pengukuran tekanan darah, hipertensi naik dari 25.8% menjadi 34.1%.

            Kenaikan prevalensi PTM ini berhubungan dengan gaya hidup (Transisi Epidemiologi) yang buruk antara lain merokok, konsumsi minuman beralkohol, aktivitas fisik yang kurang, tidak mengkonsumsi buah dan sayur dan tidak melakukan pemeriksaan kesehatan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terus menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat guna mencegah penyakit tidak menular, salah satunya melalui gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS). GERMAS merupakan gerakan nasional yang diprakarsai oleh Presiden RI Joko Widodo dengan mengedepankan upaya promotif dan preventif, serta melibatkan seluruh komponen bangsa dalam memasyarakatkan paradigma sehat.

Tujuan dari program GERMAS adalah menurunkan beban PTM, baik kematian maupun kecatatan, menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas penduduk, menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan karena meningkatnya penyakit dan pengeluaran kesehatan serta penguatan sistem kesehatan.

GERMAS dilakukan oleh seluruh komponen bangsa dengan penuh kesadaran untuk berperilaku hidup sehat dalam rangka peningkatan kualitas hidupnya. Pada tahap awal kegiatan utama GERMAS yaitu: 1) Melakukan aktifitas fisik 30 menit per hari, 2) Konsumsi buah dan sayur, dan 3) Cek Kesehatan rutin.

Aktifitas fisik mampu meningkatkan kerja dan fungsi jantung, paru dan pembuluh darah,  kekuatan dan daya tahan otot, meningkatkan kepadatan tulang dan mencegah osteoporosis sehingga akan mengurangi risiko terjadinya PTM dan kematian dini akibat PTM. Begitu juga dalam konsumsi buah dan sayur yang dapat menjaga kenormalan tekanan darah, kadar gula dan kolesterol darah dan cek kesehatan secara rutin yang berfungsi untuk menentukan asupan makan yang diperlukan atau dihindari, perbaikan pola hidup, dan perbaikan lainnya pada tubuh mengacu pada hasil pemeriksaan kesehatan

GERMAS mengajak masyarakat untuk membudayakan hidup sehat, agar mampu mengubah kebiasaan-kebiasaan atau perilaku tidak sehat. Secara umum, tujuan GERMAS adalah menjalani hidup yang lebih sehat. Gaya hidup sehat akan memberi banyak manfaat, mulai dari peningkatan kualitas kesehatan hingga peningkatan produktivitas seseorang dan mencegah PTM.

Sumber :

http://www.depkes.go.id

http://promkes.kemkes.go.id

Kontak Kami

JL. Gondosuli No.6 Yogyakarta Kota Yogyakarta DIY 55231 Indonesia
dinkes@jogjaprov.go.id
+62274563153
(0274)512368

Kunjungan

  • Hari Ini

  • 583
  • Bulan Ini

  • 1.728.429
  • Total Kunjungan

  • 21.965.448