Detail Artikel


  • 18 April 2024
  • 456
  • Artikel

Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) Pasca Pandemi COVID-19

Keberadaan pandemi COVID-19 cukup banyak memberikan dampak buruk terhadap sektor kesehatan. Salah satunya adalah terganggunya pelayanan kesehatan dasar, yang di dalamnya terdapat pelayanan imunisasi rutin. Imunisasi menjadi penting, sebab imunisasi merupakan salah satu upaya kesehatan masyarakat untuk meningkatkan kekebalan tubuh secara aktif terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) melalui pemberian vaksin. Sehingga, suatu saat dapat terhindar dari penyakit tersebut atau mereduksi risiko yang serius apabila terpajan. Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) yaitu di antaranya hepatitis B, poliomyelitis, tuberkulosis, difteri, pertusis, tetanus, pneumonia dan meningitis yang disebabkan oleh Hemophilus Influenza tipe B (HiB), serta campak.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI dan UNICEF pada pertengahan tahun 2020, diketahui bahwa sebanyak 84% melaporkan adanya disrupsi layanan imunisasi di Puskesmas dan Posyandu. Menurunnya tingkat vaksinasi di kalangan anak-anak dapat menyebabkan penurunan kekebalan komunitas atau hilangnya kekebalan kelompok. Hal ini dikhawatirkan dapat mengakibatkan berkembangnya kejadian luar biasa (KLB) pada penyakit-penyakit yang termasuk dalam PD3I. Sehingga, apabila saat ini muncul Kejadian Luar Biasa (KLB) PD3I di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dapat dikatakan bukanlah sebuah kebetulan. Hal ini dapat dikarenakan terdapat risiko pada anak-anak untuk terkena berbagai penyakit akibat imunisasi dasar yang tertunda saat pandemi COVID-19.

Beberapa kajian telah mengidentifikasi tantangan-tantangan pandemi COVID-19. Selanjutnya, hambatan baru yang ditemukan oleh tenaga kesehatan saat ini yaitu meningkatnya kejadian penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Penguatan imunisasi rutin dan imunisasi kejar sangat penting dilakukan, sekaligus merespons KLB yang sedang terjadi (KLB) di berbagai kabupaten/kota. Memerangi PD3I merupakan tindakan yang sangat penting dan mendesak. KLB PD3I tidak hanya menimbulkan ancaman langsung terhadap kesehatan, namun juga menunjukkan potensi kelemahan sistemik. Upaya untuk mengatasi tantangan-tantangan ini secara proaktif akan sangat membantu dalam membangun fondasi sistem kesehatan yang kuat, mencegah penyakit, dan merespons KLB dengan cepat. Dengan ini maka, arah dan tujuan untuk masa depan dalam menghadapi krisis-krisis kesehatan masyarakat dapat teratasi lebih baik dan lebih jelas untuk menjaga kesejahteraan masyarakat.

Dengan ini, sebagai kota pelajar dan tujuan wisata, Daerah Istimewa Yogyakarta perlu mewaspadai ancaman penyakit PD3I. Selain itu,  karena umumnya memiliki kegiatan mobilisasi cukup tinggi. Kemudahan akses menyebabkan kegiatan mobilisasi juga menjadi tinggi. Kondisi ini akan menjadi sebuah ancaman yang cukup kompleks, terutama terhadap penularan dan penyebaran penyakit menular.

 

Oleh: Seksi Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan

Referensi

*  Ranganathan R, Khan AM. Routine immunization services during the coronavirus (COVID-19) pandemic. Indian J Community Heal. 2020;32(2 Special Issue):236–9.

* Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Buletin Surveilans PD3I & Imunisasi. 2020;11–11.

* Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Imunisasi. Kementrian Kesehatan RI; 2017.

https://www.who.int/indonesia/id/news/detail/14-12-2023-confronting-a-new-challenge--combating-vaccine-preventable-diseases-in-kalimantan

Kontak Kami

JL. Gondosuli No.6 Yogyakarta Kota Yogyakarta DIY 55231 Indonesia
dinkes@jogjaprov.go.id
+62274563153
(0274)512368

Kunjungan

  • Hari Ini

  • 1.154
  • Bulan Ini

  • 1.728.429
  • Total Kunjungan

  • 22.025.162