Detail Artikel


  • 28 Maret 2023
  • 550
  • Artikel

Pembelajaran Covid-19 : Dinamika Pertumbuhan SDMK DIY Dalam Perjalanan Pandemi

Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) terdiri atas tenaga kesehatan dan tenaga non kesehatan yang bekerja dan mengabdikan dirinya dalam bidang kesehatan. Sumber Daya Manusia Kesehatan menjadi komponen strategis pembangunan Kesehatan. Ketersediaan SDMK yang tidak mencukupi, baik jumlah, jenis dan kualifikasi serta distribusi yang tidak merata akan berpotensi menimbulkan dampak terhadap ketersediaan dan selanjutnya akses pelayanan.

Munculnya pandemi Covid-19 telah berdampak ke semua sudut kehidupan di seluruh dunia. Tidak terlepas dalam hal ini adalah dampaknya terhadap kebutuhan penanganan / pelayanan kesehatan yang mengalami kondisi tekanan luar biasa. Dalam hal ini di seluruh dunia, literasi yang solid dalam penanganan krisis kesehatan sekelas pandemi belum ditemukan. Semua masih terbata dalam mencari solusi sementara perkembangan dampak yang luar biasa dari virus berlangsung dengan sangat cepat.

Kondisi ini juga tidak terlepas dari bagaimana sistem kesehatan di Indonesia pada umumnya dan DIY pada khususnya yang juga mengalami tantangan luar biasa. Salah satu yang paling menonjol dalam rangka penanganan dan pelayanan kesehatan adalah penyediaan SDMK. Masa sebelum pandemi kondisi ketersediaan SDMK di DIY terbilang lebih maju dibandingkan dengan beberapa daerah lain di Indonesia, namun untuk dikatakan ideal masih jauh dari cukup. Sebaran SDM Kesehatan DIY hingga saat ini masih menghadapi tantangan berupa tidak meratanya ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes). Ketersediaan fasyankes ini banyak terkonsentrasu di wilayah perkotaan dan pusat ekonomi perifer yang dekat dengan perkotaan. Sebagai konsekuensinya, jumlah SDMK antar wilayah juga cenderung terkonsentrasi di wilayah-wilayah tersebut.

Dengan munculnya pandemi di DIY tentu saja menjadikan permasalahan sangat besar. Kekurangan tenaga yang diakibatkan oleh lonjakan pasien, kebutuhan tambahan SDMK untuk pendukung surveilan, SDMK untuk vaksinasi dll muncul dalam tempo cepat dan dalam kuantitas yang cukup besar. Kondisi ini diperburuk dengan banyak petugas kesehatan yang tumbang karena terkena Covid-19. Pembelajaran penting dari pandemi dalam hal ini adalah kesiapan dan ketersediaan tenaga cadangan kesehatan untuk krisis sekelas pandemi.

Bagaimana sebenarnya gambaran terkait kondisi ketenagaan dalam hal ini SDMK di DIY dalam masa pandemi Covid-19. Hasil kajian memeprlihatkan gambaran pertumbuhan jumlah SDMK di DIY sejak Tahun 2018 hingga 2022. Terjadi peningkatan jumlah SDM Kesehatan yang luar biasa dari tahun 2020 ke tahun 2021 (34,35%). Peningkatan yang sangat signifikan ini belum pernah terjadi dalam sejarah perkembagnan SDMK di DIY.

Gambaran lonjakan peningkatan jumlah SDMK ini sangat dipengaruhi oleh kondisi pandemi Covid-19. Peningkatan ini terkait dengan kondisi Pandemi Covid-19 yaitu dari adanya peningkatan sumberdaya kesehatan cadangan khususnya relawan Nakes yang cukup besar di DIY dan juga di sebagian besar wilayah Indonesia.

Rekrutmen ini diperlukan untuk mendukung penanganan yang cukup berat dalam masa tahun 2020-2021. Peningkatan kebutuhan SDMK yang cukup tinggi ini diantaranya muncul dari adanya program vaksinasi yang sangat masif di periode tersebut yang membutuhkan SDM Kesehatan sebagai prioritas utama pelayanan.

Kondisi ini berdampak kepada peningkatan jumlah faskes terdata yang cukup tinggi. Kondisi ini terkait dengan banyaknya sentra-sentra vaksin yang dibuka sebagai jawaban atas kebutuhan kecepatan dalam vaksinasi. Dalam kondisi pandemi ini, sentra vaksin telah ditetapkan sebagai entitas faskes dan masuk dalam data.

Peningkatan jumlah SDM Kesehatan terdata di tiap fasilitas kesehatan yang ada. Peningkatan jumlah faskes vaksinasi tidak mungkin dapat dilaksanakan dengan mengandalkan SDMK yang ada pada saat sebelum pandemi. Disamping pelayanan reguler yang tetap harus jalan, pelayanan vaskinasi, pelayanan surveylan dll menjadi tugas berat yang harus dilaksanakan. Solusi yang dilakukan adalah dengan adanya penambahan SDMK baik Neks maupun non Nakes. 

Adanya perluasan definisi SDM Kesehatan sesuai dengan arahan Kementerian Kesehatan dalam rangka perluasan cakupan vaksinasi dan keperluan penanganan covid-19 lainnya. Perluasan definisi ini juga ikut berperan / perpengaruh karena menjadikan range jenis SDMK menjadi lebih lebar dan sebagai konsekuensinya jumlah tenaga juga meningkat dengan sangat drastis. Peningkatan akibat perluasan definisi ini berbeda dengan peningkatan jumlah relawan, karena lebih kepada perubahan status dari semula bukan SDMK menjadi SDMK. Hal ini sekali lagi merupakan strategi dalam memperkuat SDM untuk penanganan Covid-19.

Pertanyaan selanjutnya adalah mengapa  terjadi di periode 2020-2021 sementara di periode 2019-2020 tidak terjadi?. Pada periode tahun 2020, kebijakan perubahan definisi belum ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Sementara untuk perluasan tenaga relawan pada periode ini juga masih belum se masif yang dilakukan pada tahun 2021 yang disebabkan oleh pelaksanaan vaksinasi yang belum dilaksanakan. Sehingga hal ini menjadi penjelas dan sekaligus validasi bahwa vaksinasi Covid-19 menjadi faktor utama terjadinya  lonjakan jumlah SDMK di DIY di tahun 2021.

Lonjakan peningkatan jumlah SDMK di tahun 2020-2021 tidak lagi terjadi pada periode selanjutnya yaitu tahun 2022. Pada tahun 2022 terjadi penurunan jumlah SDMK yang cukup signifikan. Salah satu yang ikut berpengaruh dalam hal ini adalah tekanan kebutuhan SDMK untuk vaksinasi Covid-19 yang semakin menurn sehingga jumlah relawan nakes dan SDMK non Nakes juga mengalami penurunan. Penurunan ini nampaknya tidak selaras dengan fakta bahwa di tahun tersebut terjadi penambahan jumlah fasilitas Kesehatan yang terdata. Kondisi ini terjadi dikarenakan adanya perubahan definisi SDMK yang dikembalikan sesuai regulasi awal (sebelum Pandemi), adanya validasi data SDM Kesehatan, adanya pegawai yang pensiun, meninggal dunia dan mutasi. Komponen penyebab diatas berdampak positif pada fluktuasi kurva kembali normal.

Penulis : Bidang SDK (Agus) 
 

Kontak Kami

JL. Gondosuli No.6 Yogyakarta Kota Yogyakarta DIY 55231 Indonesia
dinkes@jogjaprov.go.id
+62274563153
(0274)512368

Kunjungan

  • Hari Ini

  • 1.646
  • Bulan Ini

  • 1.728.429
  • Total Kunjungan

  • 22.025.654