Detail Artikel


  • 10 Juni 2024
  • 59
  • Artikel

PAHLAWAN SUPER GIGI “SIGIKu” Gagasan Tokoh Super Hero Dalam Membangun Literasi Kesehatan Gigi Anak Prasekolah

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan prevalensi karies gigi pada usia 3-4 tahun sebesar 81% dan menjadi 91% pada usia 5 tahun. Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), 84,1% anak-anak usia 3-6 tahun dilaporkan menderita karies (Utami dkk, 2015). Kabupaten Kulon Progo merupakan kabupaten dengan prevalensi penyakit karies tertinggi kedua di DIY. Prevalensi angka karies di Kabupaten Kulon Progo mencapai angka 51,99 %. Presentase ini lebih tinggi dari angka rata-rata DIY yang berada pada angka 47,65%.

Puskesmas Sentolo I yang terletak di Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo terus berinovasi meningkatkan literasi kesehatan gigi anak prasekolah melalui inovasi SIGIKu. SIGIKu adalah karakter superhero berupa pahlawan super gigi yang mempunyai misi penyehatan gigi berokus membangun persepsi positif terhadap dokter gigi dan kesehatan gigi melalui pengalaman yang menyenangkan dan memberikan edukasi nilai negative seperti kuman dan gigi berlubang.

Dalam perjalanannya, SIGIKu menghadapi berbagai tantangan seperti pembentukan karakter pahlawan super yang kuat, pemilihan dan peningkatan kualitas media serta aspek psikologis yang harus dipertimbangkan agar pesan edukatif tersampaikan dengan baik. Namun, inovator berhasil mengatasinya dengan memutuskan untuk menggunakan media utama video animasi dan media pendukung lain berupa stiker dan topeng SIGIKu yang diberikan kepada anak yang berani melakukan perawatan gigi.

Dalam setiap episode, SIGIKu bersama teman-temannya menghadapi berbagai tantangan yang mengajarkan anak-anak cara merawat gigi mereka, memahami pentingnya membatasi makanan manis serta mengunjungi dokter gigi secara rutin.

Sejak diluncurkan pada tahun 2021, SIGIKu telah mendapatkan respon positif dari anak-anak, guru, dan orang tua. Pada tahun 2024, SIGIKu mengambil langkah ekspansi dengan merambah ke platform Youtube agar dapat menjangkau lebih banyak penonton. Playlist SIGIKu Series dibuat pada pertengahan Mei 2024 yang terdiri dari 4 episode cerita dan 1 episode non cerita. Hingga awal Juni 2024, SIGIKu Series telah mencapai jumlah viewers lebih dari 23.000 penonton. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi SIGIKu mampu menarik perhatian dan meningkatkan kesadaran anak serta orangtua tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi.

Inovasi SIGIKu mudah dan murah untuk direplikasi karena memanfaatkan teknologi informasi dan media digital yang mudah diakses. Distribusi video dilakukan melalui platform digital sehingga tidak memerlukan biaya tambahan. Konten SIGIKu dapat disesuaikan dengan preferensi audiens dan faktor lokal masing-masing daerah. Progam ini juga dapat berkolaborasi dengan program integrasi layanan primer berbasis siklus hidup, mendukung berbagai inisiatif kesehatan di tingkat komunitas. Dengan adanya SK Kepala Dinas Kabupaten Kulon Progo, SIGIKu diakui sebagai bagian dari program kesehatan yang resmi dan berkelanjutan.

SIGIKu adalah contoh nyata bagaimana inovasi sederhana dan berbasis teknologi dapat membeikan dampak besar dalam meningkatkan kesehatan masyarakat khususnya anak prasekolah. Kami berharap SIGIKu dapat terus berkembang dan menginspirasi daerah lain untuk mengadopsi metode serupa demi kesehatan gigi generasi yang akan datang.

Oleh : drg. Prita Sari Mustika Dewi

Kontak Kami

JL. Gondosuli No.6 Yogyakarta Kota Yogyakarta DIY 55231 Indonesia
dinkes@jogjaprov.go.id
+62274563153
(0274)512368

Kunjungan

  • Hari Ini

  • 777
  • Bulan Ini

  • 1.728.429
  • Total Kunjungan

  • 22.620.712