Detail Artikel


  • 30 September 2023
  • 1.980
  • Artikel

Mengenal Virus Nipah, Apa Yang Harus Dilakukan?

Belum lama ini, penyakit yang disebabkan oleh virus Nipah kembali menjadi perbincangan hangat di dunia kesehatan. Mulanya, virus Nipah pertama kali dikenal pada tahun 1999 yaitu saat terjadi wabah dikalangan peternak babi di Malaysia yang berdampak hingga Singapura. Namun, pada bulan Agustus dan September 2023 lalu, telah diberitakan bahwa penyakit yang disebabkan oleh virus Nipah ini ditemukan di India sampai menyebabkan kematian. Indonesia juga berisiko tertular penyakit yang disebabkan oleh virus Nipah ini, karena kelelawar Pteropus dan beberapa spesies lain yang menjadi pembawa virus Nipah dan Madagaskar.

Sampai saat ini, belum ada temuan kasus oleh virus Nipah di Indonesia. Kendati demikian, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia berupaya untuk meningkatkan kewaspaaan di setiap pintu masuk negara melalui Surat Edaran (SE) Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/C/4022/2023 yang diterbitkan pada 25 September 2023. Didalam SE tersebut berisi tentang beberapa langkah terkait deteksi dini kasus penyakit virus Nipah yang ditujukan kepada pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, laboratorium kesehatan masyarakat, Kantor Kesehatan Pelabuhan, dan para pemangku kepentingan terkait.
Agar menjadi lebih waspada, kenali beberapa karakteristik penyakit virus Nipah berikut bersama-sama.

Bagaimanan Cara Penularan Virus Nipah?

Sumber: Gazal et al., (2022)

Secara umum, virus Nipah dapat menyebar dan menular melalui:

  • Kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi virus Nipah (termasuk zat ekskresi atau sekresi seperti urin, air liur, darah, atau sekresi pernapasan.
  • Konsumsi daging mentah dari hewan yang terinfeksi (seperti nira sawit atau buah yang terkontaminasi kelelawar buah yang terinfeksi)
  • Kontak dengan orang yang terinfeksi atau cairannya (seperti droplet, urin atau darah)

TANDA DAN GEJALA YANG HARUS DIKENALI

Seseorang yang terinfeksi virus Nipah bisa juga tidak mengeluhkan gejala apapun (asimtomatik) hingga pada infeksi saluran pernafasan akut (ringan, berat), dan ensefalitis yang fatal. Rentang waktu munculnya gejala setelah terpapar virus Nipah (masa inkubasi) sekitar 4 - 14 hari.

Tanda dan gejala awal infeksi virus Nipah:

  • Demam
  • Sakit Kepala
  • Nyeri Otot
  • Muntah
  • Sakit Tenggorokan

Selanjutnya, gejala ini juga dapat diikuti dengan pusing, mengantuk, perubahan kesadaran, dan tanda-tanda neurologis yang mengindikasikan pembengkakan otak (ensefalitis) akut.

Pencegahan Virus Nipah

Sampai saat ini, belum ada vaksin yang dapat digunakan untuk melawan virus Nipah ini. Oleh karena itu, untuk mengurangi risiko infeksi pada manusia menjadi satu-satunya cara untuk mengurangi dan mencegah infeksi virus Nipah pada manusia dapat melakukan beberapa hal sebagai berikut:

  • Fokus pada pengurangan akses kelelawar pada pengumpulan getah nira dan sejenisnya serta produk makanan segar lainnya seperti menggunakan penutup buah (berongsong/selongsong).
  • Tidak mengkonsumsi nira/aren langsung dari pohonnya, dan sebaiknya dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.
  • Tidak mengonsumsi dan membuang buah-buahan yang memiliki tanda-tanda gigitan kelelawar.
  • Menggunakan alat pelindung saat menangani hewan ternak yang diduga terinfeksi virus Nipah.
  • Bagi petugas pemotong hewan, selalu menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) ketika menyembelih atau memotong hewan yang terinfeksi virus Nipah. Serta, hewan yang terinfeksi virus Nipah tidak boleh dikonsumsi.
  • Melakukan perilaku hidup bersih dan sehat, salah satunya dengan mencuci tangan secara teratur setelah melakukan aktivitas dan menerapkan etika bersin

Oleh: Nindy Fadellah Wulan Safitri (Seksi Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes DIY)

Referensi:

Kontak Kami

JL. Gondosuli No.6 Yogyakarta Kota Yogyakarta DIY 55231 Indonesia
dinkes@jogjaprov.go.id
+62274563153
(0274)512368

Kunjungan

  • Hari Ini

  • 1.079
  • Bulan Ini

  • 1.728.429
  • Total Kunjungan

  • 22.025.087