Kenapa Sih Harus Imunisasi?
Hai Sobat Jogja! Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga sehat dan bahagia selalu!
Pernahkah Sobat Jogja bertemu dengan orang tua yang memiliki bayi yang akan berangkat ke puskesmas untuk imunisasi? Atau bahkan Sobat Joga punya bayi di rumah yang belum diimunisasi? Kenapa sih perlu imunisasi? Pada kesempatan kali ini, kita akan bersama-sama belajar tentang pentingnya imunisasi bagi anak, yuk kita simak bersama!
Setiap orang memiliki imunitas yang berbeda sehingga daya tahan seseorang terhadap penyakit juga berbeda-beda, ada yang mudah sakit ada yang memiliki sistem imun yang lebih kuat atau ada juga berbeda dari sisi tingkat keparahannya ketika terkena. Imunisasi adalah pemberian vaksin untuk melindungi dari penularan penyakit tertentu dan akan meningkatkan kekebalan tubuh dari penularan infeksi sejumlah penyakit menular di masa mendatang. Lebih jauh lagi, imunisasi tidak hanya melindungi orang tersebut dari serangan penyakit serius namun bisa melindungi masyarakat yang lebih luas dengan terbentuknya kekebalan komunitas dan membantu meminimalkan terjadinya penyebaran penyakit.
Berdasarkan data WHO pada 2021, sebanyak 25 juta anak tidak mendapatkan imunisasi lengkap di tingkat global. Data ini menunjukkan 5,9 juta lebih banyak dibandingkan pada 2019 dan jumlah tertinggi sejak 2009. Sementara di Indonesia, jumlah anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap sejak 2018 hingga 2022 adalah 1.455.276 anak. Dari total 17 juta anak pada 2021-2023, dilaporkan pada 2024, lebih dari 2,8 juta anak usia 1-3 tahun tidak atau belum mendapatkan imunisasi lengkap. Anak-anak tersebut tersebar di 309 kabupaten/kota yang terdapat di 38 provinsi.
Imunisasi tepat waktu selama masa kanak-kanak sangat penting karena membantu memberikan kekebalan sebelum anak-anak terpapar penyakit yang berpotensi mengancam jiwa. Vaksin yang diberikan telah diuji untuk memastikan bahwa vaksin tersebut aman dan efektif untuk diterima anak-anak pada usia yang direkomendasikan. Imunisasi memang tidak 100% mencegah seseorang tidak terkena penyakit tersebut, namun pada orang yang sudah diimunisasi tingkat keparahan penyakit dapat berkurang secara signifikan, sebab penyakit yang disebabkan oleh infeksi umumnya mempunyai dampak berat seperti kecatatan atau bahkan kematian.
Imunisasi biasanya menimbulkan efek samping yang dikenal dengan sebutan kejadian ikutan paska imunisasi (KIPI) berupa nyeri, demam atau sakit kepala. Namun perlu diingat, KIPI tidak selalu terjadi pada setiap orang yang diimunisasi. Jika pun terjadi gejala ringan cenderung lebih sering terjadi dibandingkan reaksi radang atau alergi serius terhadap vaksin. Manfaat imunisasi bagi bayi dan anak jauh lebih besar dibandingkan risiko efek sampingnya.
Manfaat imunisasi
- Mencegah penyakit menular berbahaya seperti campak, polio, difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, dan lain-lain
- Menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi akibat penyakit berbahaya
- Membantu menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan kuat
- Meningkatkan imunitas
Risiko jika tidak imunisasi
- Anak rentan terinfeksi penyakit yang bisa berujung fatal
- Kemungkinan komplikasi serius seperti kecacatan permanen dan kematian dapat terjadi
Nah, sudah tahu kan pentingnya imunisasi bagi anak? Dengan imunisasi, kita tidak hanya melindungi anak kita, tapi juga melindungi anak-anak lainnya di seluruh dunia. Yuk kita bersama-sama menciptakan generasi emas yang tidak cuma pintar, tapi juga sehat dan memiliki daya tahan tubuh yang kuat! (sdp).