Detail Artikel


  • 04 Desember 2023
  • 2.506
  • Artikel

Kenali Potensi Bencana di Daerah Anda, Untuk Apa? Agar Kita Waspada ! (bagian IV)

 

Wilayah Kabupaten Gunungkidul terletak antara 0746’ - 80 9’ Lintang Selatan dan antara 1100 21’ - 110500 Bujur Timur dengan batas-batas yaitu :

  • Bagian Utara           : Kabupaten Klaten, Kabupaten Sukoharjo, Jawa  Tengah  
  • Bagian Selatan        : Samudera Hindia
  • Bagian Timur           : Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah  
  • Bagian Barat            :Kabupaten Bantul, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta

Luas wilayah Kabupaten Gunungkidul tercatat 1.485,36 km2 yang meliputi 18 kapanewon, 144 kalurahan, 1.432 dusun, 1.671 RW dan 6.864 RT, 18 Kapanewon di Kabupaten Gunungkidul antara lain Panggang, Purwosari, Paliyan, Saptosari, Tepus, Tanjungsari, Rongkop, Girisubo, Semanu, Ponjong, Karangmojo, Wonosdari, Playen, Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen dan Semin. Kapanewon Semanu merupakan kapanewon terluas dengan luas sekitar 108,39 km2  atau sekitar 7,30% dari luas Kabupaten Gunungkidul. Ketinggian wilayah bekisar antara 180 – 377 mdpl dari permukaan air laut. Suhu terrendah tahun 2022 di Kabupaten Gunungkidul 21,900C dan tertinggi 320C. Rata-rata kelembaban 83,31% per tahun. Kecepatan angin rata-rata 2,97 knot dengan rata-rata tekanan udara 990,45 mbar. Curah hujan tertinggi di Kabupaten Gunungkidul sebesar 659 mm dengan jumlah hari hujan 23 hari. Curah hujan terendah tercatat 26,50 mm pada bulan September dengan hari hujan 6 hari. Wilayah utara merupakan wilayah dengan curah hujan paling tinggi dibandingkan wilayah tengah dan selatan (BPS Kabupaten Gunungkidul, 2023).

Kabupaten Gunungkidul merupakan daerah perbukitan dan pegunungan kars dengan intensitas paling sering mengalami kekeringan setiap tahunnya. Berdasarkan kondisi topografi Kabupaten Gunungkidul dibagi menjadi 3 (tiga) zona pengembangan, yaitu zona utara, zona tengah, dan zona selatan. Zona utara disebut wilayah Batur Agung dengan ketinggian 200 – 700m di atas permukaan laut. Keadaannya berbukit-bukit, terdapat sumber-sumber air tanah kedalaman 6-12 m dari permukaan tanah. Jenis tanah didominasi latososl dengan batuan induk vulkanik dan sedimen  taufan. Zona tengah disebut wilayah pengembangan Ledok Wonosari dengan ketinggian 150-200 mdpl. Jenis tanah didominasi oleh asosiasi mediteran merah dan grumosol hitam dengan bahan induk batu kapur. Sehingga meskipun musim kemarau panjang, partikel-partikel air masih mampu bertahan. Terdapat sungai di atas tanah, tetapi dimusim kemarau kering. Kedalaman air tanah berkisar antara 60 – 120m di bawah permukaan tanah. Zona Selatan disebut wilayah pengembangan Gunung Seribu (Duizon gebergte atau Zuider gebergte) dengan ketinggian 0-300 mdpl. Batuan dasar pembentuknya adalah batu kapur dengan ciri khas bukit-bukit kerucut (Conical limestone) dan merupakan kawasan karst. Wilayah ini banyak terdapat sungai bawah tanah (Rencana Penanggulangan Bencaana Daerah Istimewa Yogyakarta,2022).

Berdasarkan kondisi yang ada  Kabupaten Gunungkidul, maka potensi bahaya tinggi yang dapat terjadi antara lain banjir, banjir bandang, Covid-19, cuaca ekstrim, gelombang ekstrim dan abrasi, gempa bumi, tanah longsor, dan tsunami.

(Sumber : Data dan Informasi Bencana Indonesia, 2022)

 

Kontak Kami

JL. Gondosuli No.6 Yogyakarta Kota Yogyakarta DIY 55231 Indonesia
dinkes@jogjaprov.go.id
+62274563153
(0274)512368

Kunjungan

  • Hari Ini

  • 15.505
  • Bulan Ini

  • 1.728.429
  • Total Kunjungan

  • 20.833.196