Detail Artikel


  • 18 April 2024
  • 259
  • Artikel

Kenali Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I): Pertusis

Pertusis disebut juga dengan penyakit batuk seratus hari, batuk rejan, whooping caught, atau tussis quinta adalah penyakit menular yang menyerang saluran pernapasan. Pertusis disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis. Penyakit ini banyak menyerang anak-anak usia kurang dari 5 tahun, dan tersebar hampir di seluruh bagian belahan dunia tanpa bergantung dengan etnis, cuaca atau kondisi dan geografis. Pertusis pada anak yang lebih besIar, remaja atau dewasa sulit untuk dikenali, karena gejalanya sering kali tidak khas. Kondisi seperti ini menyebabkan remaja dan orang dewasa berperan penting dalam penularan pertusis, terutama pada individu yang tidak pernah mendapatkan imunisasi.

Pertusis memiliki tingkat penularan yang tinggi dan sangat menular melalui aerosolized droplet, yang keluar saat batuk atau bersin. Masa inkubasi pertusis berkisar antara 9-10 hari dengan masa inkubasi terpendek 6 hari dan inkubasi terpanjang 20 hari. Setelah masa inkubasi, individu yang terinfeksi akan muncul demam, yang biasanya diikuti dengan batuk dan keluar cairan hidung yang terkadang sulit dibedakan secara klinik. Kemudian, pada minggu kedua akan muncul batuk paroksismal yang sudah dapat dikenali dengan pertusis. Batuk paroksismal berupa batuk sebanyak 5-15 kali diikuti dengan tarikan nafas dalam dengan nada tinggi. Batuk pada pertusis, sering kali disertai dengan pengeluaran sejumlah besar lendir kental yang merangsang untuk terjadinya muntah. Pada bayi, lebih banyak mengalami henti nafas dan tersedak dibandingkan dengan tarikan nafas yang bernada tinggi. Bayi usia <1 tahun merupakan populasi yang paling berisiko untuk mengalami komplikasi akibat pertusis, antara lain pneumonia, kejang, gizi kurang, hingga perdarahan dan hernia.

Pencegahan

Upaya pencegahan adalah langkah paling baik untuk menghadapi pertusis. Berikut ini beberapa cara yang dilakukan untuk mencegah penyebaran dan infeksi pertusis, yaitu:

Imunisasi

Imunisasi merupakan suatu upaya untuk memunculkan/meningkatkan kekebalan tubuh individu secara aktif terhadap penyakit pertusis, sehingga jika suatu saat individu tersebut terpajan penyakit pertusis tidak akan sakit atau mengalami gejala ringan saja. Imunisasi DPT-HB-Hib diberikan pada bayi usia 2 bulan, 4 bulan dan 6 bulan. Kemudian, dilanjutkan dengan booster yang diberikan pada usia 15-18 bulan dan 4-6 tahun.

Praktek Higienis

Menjaga kebersihan diri, termasuk dengan mencuci tangan secara rutin dengan air dan sabun, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, serta membuang tisu yang telah digunakan dengan benar. Selain itu, menghindari kerumunan atau membatasi kontak dengan orang menderita batuk juga bagian dari praktek higienis untuk tidak tertular pertusis atau kuman lain penyebab batuk.

Isolasi

Melakukan isolasi apabila didiagnosis dengan pertusis atau suspek pertusis sampai tidal lagi menular. Biasanya setelah menyelesaikan siklus pengobatan antibiotik penuh.

Pemeriksaan rutin

Khusus bagi anak yang berusia kurang dari 2 tahun menjalani pemeriksaan kesehatan pada setiap keluhan batuk untuk melakukan pengobatan segera.

 

Referensi

 

Kontak Kami

JL. Gondosuli No.6 Yogyakarta Kota Yogyakarta DIY 55231 Indonesia
dinkes@jogjaprov.go.id
+62274563153
(0274)512368

Kunjungan

  • Hari Ini

  • 992
  • Bulan Ini

  • 1.728.429
  • Total Kunjungan

  • 22.025.000