Detail Artikel


  • 14 Mei 2024
  • 135
  • Artikel

Kenali Lebih Dekat Tentang Lupus

Hai hai warga Jogja! Salam sehat untuk kita semua!

Apakah kalian sudah mengetahui apa itu penyakit Lupus? Yuk, kenali lebih dekat tentang penyakit yang identik dengan kupu-kupu ini.

 

PENGERTIAN

Lupus atau lupus eritematosus adalah penyakit inflamasi kronis yang disebabkan oleh sistem imun tubuh yang bekerja dengan keliru. Dalam kondisi normal, sistem imun seharusnya melindungi tubuh dari serangan infeksi virus atau bakteri. Sedangkan pada pengidap lupus, sistem imun justru menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri. Inflamasi yang disebabkan oleh lupus bisa menyerang berbagai bagian tubuh, antara lain sel darah dan paru-paru. Lupus kerap dijuluki sebagai penyakit seribu wajah karena kelihaiannya dalam meniru gejala penyakit lain. Kesulitan diagnosis biasanya dapat menyebabkan langkah penanganan yang kurang tepat.

World Health Organization mencatat lebih dari 100.000 kasus baru Systemic Lupus Erythematosus (SLE) dilaporkan setiap tahunnya dan kini total kasusnya telah mencapai 5 juta orang di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, data epidemiologi lupus belum mencakup seluruh wilayah Indonesia. Namun berdasarkan survei yang dilakukan oleh Profesor Handono Kalim, dkk mengutip dari Informasi Data dan Informasi Kementerian Kesehatan (Kemkes) RI tahun 2017 mengungkapkan angka prevalensi lupus di Indonesia ialah sebesar 0,5 persen terhadap total populasi. Hal ini berarti sekitar 1.250.000 orang di Indonesia mengidap lupus.

Lupus memiliki tingkat mortalitas yang cukup tinggi. Angkanya mencapai 93 hingga 97 persen untuk 5 tahun dan turun menjadi 53 hingga 64 persen pada 20 tahun. Hal tersebut diakibatkan oleh kerusakan jaringan tubuh yang dipicu oleh anomali sistem kekebalan tubuh sehingga menyerang sel maupun jaringan tubuh yang sehat.

 

JENIS

1. Systemic Lupus Erythematosus (SLE) 

SLE merupakan penyakit lupus yang paling umum ditemukan. SLE dapat memengaruhi beberapa organ tubuh, termasuk ginjal, jantung, paru-paru, sistem saraf, kulit, dan sendi. Gejala yang dialami oleh penderita SLE antara lain ruam kulit, peradangan pada sendi, pembengkakan di kaki dan sekitar mata, serta rasa lelah yang ekstrim.

2. Lupus Kulit

Jenis lupus ini dapat menyebabkan penderitanya mengalami luka atau ruam pada kulit. Di mana sebagian besar merupakan kulit bagian tubuh yang sering terpapar sinar matahari, misalnya wajah, telinga, leher, dan kaki.

3. Lupus Neonatus

Lupus neonatus terjadi pada bayi baru lahir dan termasuk jenis lupus yang jarang ditemukan. Lupus jenis ini biasanya terjadi karena ibu memiliki antibodi autoimun (autoantibodi) tertentu yang disalurkan kepada bayi lewat plasenta.

4. Lupus Induksi Obat

Jenis lupus yang satu ini disebut juga dengan Drug Induced Lupus Erythematosus (DILE). Penyebab lupus jenis ini adalah induksi obat-obatan dalam jangka lama. Beberapa jenis obat yang dapat menyebabkan berkembangnya DILE antara lain obat hipertensi, obat aritmia, obat antikonvulsan, dan antimikroba.

 

PENYEBAB

Penyebab lupus belum diketahui secara pasti. Kombinasi dari faktor genetik dan lingkungan sering dikaitkan dengan terjadinya lupus. Beberapa pemicu munculnya gejala lupus adalah paparan sinar matahari, penyakit infeksi, atau obat-obatan tertentu. Namun, ada beberapa faktor yang diduga dapat memicu terjadinya lupus, yaitu :

1.      Lingkungan, seperti paparan sinar matahari, paparan asap rokok, atau paparan racun atau bahan kimia tertentu, seperti merkuri dan silika.

2.      Kondisi genetik, termasuk memiliki keluarga yang menderita penyakit lupus.

3.      Hormon, terutama peningkatan hormon estrogen.

4.      Penyakit infeksi, seperti infeksi virus Epstein-Barr atau cytomegalovirus.

5.     Obat-obatan tertentu, seperti hydralazinepantroprazole, dan procainamide.

 

FAKTOR RISIKO LUPUS

Seseorang juga lebih mungkin menderita lupus bila memiliki salah satu kondisi berikut :

1.      Berjenis kelamin wanita.

2.      Berusia antara 15-45 tahun.

3.      Memiliki keluarga yang juga menderita lupus atau penyakit autoimun lain.

 

TANDA GEJALA

1. Nyeri Pada Persendian

Gejala pertama yang umum dialami penderita lupus adalah rasa nyeri di persendian. Gejala ini lebih sering terjadi pada tangan dan kaki. Rasa nyeri tersebut dapat berpindah-pindah dari satu sendi ke sendi lainnya. Nyeri pada persendian hanya bersifat sementara. Dengan kata lain, kondisi ini tidak akan menyebabkan kerusakan atau cacat permanen pada persendian.

2. Muncul Ruam Pada Kulit

Gejala umum selanjutnya adalah munculnya ruam yang menyebar di pipi dan batang hidung. Penyebaran ruam tersebut memiliki bentuk menyerupai kupu-kupu, sehingga dikenal juga dengan istilah ruam kupu-kupu.

Selain di pipi dan batang hidung, ruam pada penderita lupus juga sering terjadi pada tangan dan pergelangan tangan. Ruam akibat lupus dapat membekas dan bersifat permanen serta akan bertambah parah jika terpapar sinar matahari secara langsung.

3. Mudah Merasa Lelah

Penderita lupus mudah merasa lelah meskipun hanya melakukan aktivitas sederhana sehari-hari, seperti rutinitas pekerjaan atau urusan rumah tangga. Pada penderita lupus, rasa lelah ini tidak kunjung pulih sekalipun telah beristirahat dengan cukup.

4. Tanda gejala lain seperti sakit kepala, sesak nafas, nyeri dada, sariawan, kejang, pembengkakan pergelangan kaki akibat penumpukan cairan, serta fenomena Raynaud di mana jari tangan dan kaki memutih atau membiru jika terpapar hawa dingin atau saat sedang stress.

 

PENANGANAN

Penyakit ini merupakan penyakit reumatik autoimun yang membutuhkan pengobatan jangka panjang. Tujuan dari pengobatan lupus bukanlah untuk kesembuhan total. Sebagai penyakit kronik, tujuan dari pengobatan adalah diharapkan gejala lupus menjadi membaik, kerusakan organ dapat dicegah, dan kualitas  hidup pasien menjadi lebih baik. Target dari pengobatan lupus sendiri adalah pasien dapat mencapai remisi. Remisi merupakan keadaan aktivitas penyakit yang tidak atif dan terkontrol dengan baik.

Selain penggunaan obat-obatan, pasien lupus harus dijelaskan mengenai lupus dan organ yang terlibat pada pasien, pola hidup sehat seperti aktivitas fisik dan olahraga dan nutrisi, edukasi terkait kesehatan perempuan, hal – hal yang harus dihindari, pemantauan ke dokter, dan mengenali gejala-gejala kekambuhan. Perlu digaris bawahi bahwa lupus adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Namun, dokter akan memberikan obat-obatan untuk mengurangi gejala serta mencegah pasien mengalami komplikasi lebih parah. 

Selain mengonsumsi obat-obatan, penderita lupus juga disarankan menerapkan gaya hidup sehat, seperti berolahraga secara rutin, mengelola stres, menghindari paparan matahari langsung, dan menjaga pola makan sehat. (sdp)

 

 

 

Referensi:

https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1950/lupus

https://rs.ui.ac.id/umum/berita-artikel/artikel-populer/mitos-dan-fakta-mengenai-lupus

https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-lupus

 

Kontak Kami

JL. Gondosuli No.6 Yogyakarta Kota Yogyakarta DIY 55231 Indonesia
dinkes@jogjaprov.go.id
+62274563153
(0274)512368

Kunjungan

  • Hari Ini

  • 1.551
  • Bulan Ini

  • 1.728.429
  • Total Kunjungan

  • 22.025.559