Detail Artikel


  • 30 April 2024
  • 251
  • Artikel

Kasus DBD Masih Ada, Ayo tetap Waspada

Penyakit dengue atau kita kenal sebagai demam berdarah dengue atau DBD merupakan penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di DIY. Penyakit ini disebabkan oleh vius dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti maupun Aedes Albopictus dimana nyamuk tersebut telah menggigit manusia sebelumnya yang telah terinfeksi virus dengue. Rata-rata masa inkubasi (waktu yang diperlukan sejak tertular/terinfeksi hingga muncul gejala) penyakit dengue adalah 4-10 hari setelah digigit nyamuk. Tanda awal dari penyakit ini adalah demam tinggi mendadak, mual muntah, nyeri otot dan sendi serta sakit kepala. Demam ini berlangsung terus-menerus selama 2-7 hari, kemudian turun dengan cepat. Sedangkan gejala lanjut yang mengarah pada tingkat yang lebih parah adalah: muncul ruam, mimisan serta perdarahan gusi. Demam yang terjadi pada pasien terjangkit demam dengue tidak dapat dibedakan, sehingga masyarakat diharapkan bisa waspada dan melakukan pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila demam tak kunjung turun.

Apa yang harus dilakukan saat terjangkit penyakit dengue?

Pada saat gejala awal, lakukan istirahat yang cukup, berikan cairan yang cukup, kompres, berikan obat penurun panas serta periksa dan berantas sarang nyamuk di dalam dan sekitar rumah. Dehidrasi merupakan salah satu bahaya penyakit dengue, oleh karena itu pasien dengue harus mendapatkan cairan yang cukup, lebih banyak dari orang sehat yang hanya perlu minum air dua liter sehari. Cairan yang diberikan jangan hanya air putih saja karena dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit. Untuk memastikan diagnosis, periksa segera ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Pada fase kritis penyakit ini, suhu tubuh menurun dan tubuh terasa dingin, meskipun penderita mungkin merasa seperti sudah sembuh. Namun, pada fase ini perlu waspada karena dapat terjadi sindrom syok dengue yang dapat mengancam jiwa sehingga harus mendapatkan penanganan medis secepat mungkin.

Bagaimana cara mencegah DBD?

Nyamuk Aedes lebih suka menggigit manusia dan hidup di dalam maupun di luar ruangan di dekat manusia. Nyamuk ini biasanya bertelur di genangan air dalam wadah penampungan air di rumah tangga dan lingkungan Dengan demikian cara pencegahan efektif yang dilakukan adalah pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan 3 M Plus.

3 M yaitu:

  • Menguras tempat penampungan air di dalam maupun di luar rumah
  • Menutup tempat penampungan air di dalam maupun di luar rumah
  • Mendaur ulang barang bekas

Plus nya  antara lain:

  • Memelihara ikan pemakan jentik
  • Menggunakan lotion anti nyamuk
  • Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi
  • Gotong royong membersihkan lingkungan
  • Periksa tempat penampungan air
  • Meletakkan pakaian bekas pakai dalam wadah tertutup
  • Memberikan larvasida pada tempat penampungan air yang susah dikuras
  • Menanam tanaman pengusir nyamuk
  • Memperbaiki saluran talang air yang tidak lancar
  • Hilangkan kebiasaan menggantung baju yang telah dipakai karena nyamuk akan tertarik dengan bau keringat

Gerakan pencegahan ini kita kenal sebagai Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J), yang apabila dilakukan oleh seluruh rumah/keluarga maka akan tercipta rumah bebas jentik. Dengan terciptanya rumah bebas jentik maka meniadakan nyamuk pembawa virus dengue, sehingga akan terwujud wilayah bebas dengue. Kasus DBD masih ada, ayo kita waspada.

Kontak Kami

JL. Gondosuli No.6 Yogyakarta Kota Yogyakarta DIY 55231 Indonesia
dinkes@jogjaprov.go.id
+62274563153
(0274)512368

Kunjungan

  • Hari Ini

  • 2.475
  • Bulan Ini

  • 1.728.429
  • Total Kunjungan

  • 22.622.410