Detail Artikel


  • 11 Maret 2019
  • 3.189
  • Artikel

CEGAH KANKER DENGAN GERMAS

Rapat Kerja Kesehatan Nasional atau Rakerkesnas, merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI yang bertujuan untuk membahas isu-isu strategis dan rencana kerja yang akandilaksanakan dalam satu tahun yang akan datang. Pembahasan tentang 2020, telah dilaksanakan beberapa saat yang lalu selama 3 hari, yaitu 4-7 Februari di Jakarta. Dari hasil pembahasan, dirumuskan beberapa isu strategis 2020, salah satunya adalah pengendalian kanker yang termasuk dalam kelompok penyakit tidak menular (PTM). Sedangkan tindak lanjut strategis yang telah dirumuskan, salah satunya adalah menyusun rencana aksi daerah (RAD), khususnya untuk pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular.

Salah satu yang mendasari penentuan kanker sebagai isu strategi utama yang akan ditindaklanjuti 2020 adalah Riset Kesehatan Daerah (Riskesdas) 2018. Hasil Riskesdas 2018 menyatakan angka kanker nasional yang cukup tinggi, dan cenderung meningkat dibandingkan Riskesdas tahun 2013.Peningkatan demikian terjadi di 27 provinsi dari 33 provinsi yang dilakukan riset, yang salah satunya adalah Daerah Istimewa Yogyakarta. Riskesdas 2018 menempatkan DIY sebagai peringkat 1 prevalensi kanker, dan merupakan peringkat yang sama dengan hasil Riskesdas di 2013. Dengan demikian, berarti kanker bukan hanya sebagai masalah  di tingkat nasional saja, tapi juga bagi Daerah Istimewa Yogyakarta, juga menjadi permalasahan kesehatan yang harus ditangani.

Kanker, bisa didefinisikan sebagai penyakit yang disebabkan oleh ketidakteraturan perjalanan hormon yang mengakibatkan tumbuhnya daging pada jaringan tubuh yang normal atau sering dikenal sebagai tumor ganas, yang mempunyai ciri khas tumbuh tak terkendali, menyerang jaringan biologis di dekatnya, dan bermigrasi melalui jaringan tubuh lain. Pada umumnya, penamaan kanker didasarkan pada jenis organ atau tempat terjadinya.Misal, kanker yang terletak di usus besar, disebut kanker usus besar. Sedangkan untuk klasifikasinya, kanker terdiri atas 5 kategori, yaitu :

1.       Karsinoma, merupakan kanker yang terjadi pada jaringan epitel, seperti sistem pencernaan

2.       Sarkoma, merupakan kanker yang terjadi pada tulang seperti osteosarkoma

3.       Leukemia, merupakan kanker yang terjadi akibat tidak matangnya sel darah yang berkembang di dalam sumsum tulang

4.       Limfoma, merupakan kanker yang timbul dari nodus limfa dan jaringan dalam sistem kekebalan tubuh

5.       Central Nervous Systems Cancers, merupakan kanker yang dimulai di jaringan otak dan sumsum tulang belakang

Berbeda dengan penyakit yang bersifat menular seperti DBD, Diare, TBC yang memfungsikan pengobatan terhadap 1 orang penderita sebagai rangkain pencegahan penyebaran penyakit, kanker tidak demikian kejadiannya, karena merupakan penyakit yang tidak menular. Artinya, satu orang penderita tidak segera terobati, tidak akan menyebarkan penyakit kanker kepada teman, tetangga, dan masyarakat lain yang kontak dengan penderita. Meskipun begitu, bukan berarti kanker tidak perlu ditangani, tetapi harus mendapat perhatian khusus karena kanker juga  merupakan ancaman bagi kehidupan manusia dan masyarakat.

Biaya pengobatan bagi satupenderita kanker memerlukan biaya yang tidak sedikit. Seperti dikutip dari sebuah artikel, rata-rata biaya yang harus digelontorkan bagi pengobatan kanker adalah 100 juta rupiah per bulan, jadi bisa dibayangkan, bagaimana penderitaan seorang penderita penyakit kanker, baik secara fisik, psikis, maupun finansial. Beban biaya pengobatan yang berat juga dirasakan pemerintah, karena pemerintah juga menanggung beban pembiayaannya dalam payung BPJS.Maka, tidak ada salahnya mengimplementasikan sebuah pepatah yang berbunyi, “lebih baik mencegah daripada mengobati” dalam kehidupan masyarakat, dan paradigma sehat dalam upaya pembangunan.

Program pemerintah yang ditetapkan melalui Inpres No. 1 tahun 2017 mengatur tentang Upaya Gerakan Masyarakat (Germas) Hidup Sehat, bertujuan untuk mempercepat dan mensinergikan tindakan dari upaya promotif dan preventif hidup sehat guna meningkatkan produktivitas penduduk dan menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan akibat penyakit. Secara riil, intruksi ini diterjemahkan dalam kegiatan-kegiatan :

1.       peningkatan aktivitas fisik,

2.       peningkatan perilaku hidup bersih sehat,

3.       penyediaan pangan sehat dan gizi,

4.       peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit,

5.       peningkatan kualitas lingkungan, dan

6.       edukasi hidup sehat.

Aktivitas fisik yang teroganisisr sangat bermanfaat untuk membuat tubuh lebih bugar dan merupakan salah satu upaya pencegahan kanker. Aktivitas fisik yang baik, dapat meningkatkan kinerja sistem imun pada tubuh yang berfungsi untuk melawan infeksi.Aktivitas fisik juga meningkatkan efek antiradang dan mengurangi proses peradangan kronis pada tubuh seseorang. Tentunya hal ini sangat baik dalam mencegah terjadinya kanker karena peradangan berulang telah terbukti dapat mencetuskan kanker. Selain itu, aktivitas fisik disebut-sebut dapat meningkatkan fungsi antioksidan endogen (antioksidan yang dihasilkan sendiri oleh tubuh). Antioksidan ini akan membersihkan tubuh dari radikal bebas. Bila dibiarkan, radikal bebas mampu mengubah susunan DNA di dalam sel sehingga menyebabkan terbentuknya sel kanker.

Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization) merekomendasikan masyarakat, terutama yang berusia 18–64 tahun untuk melakukan aktivitas fisik aerobik intensitas sedang setidaknya selama 150 menit dalam seminggu yang dapat dibagi menjadi 30 menit per hari selama 5 hari. Selain intensitas sedang, bisa juga melakukan aktivitas fisik aerobik intensitas berat setidaknya selama 75 menit dalam seminggu. Aktivitas fisik aerobik sebaiknya dilakukan dengan durasi 10 menit tanpa henti.Di samping aktivitas fisik aerobik, perlu juga melakukan aktivitas yang meningkatkan kekuatan otot, minimal dua kelompok besar otot, selama dua hari atau lebih selama seminggu.

Kuantitas dan kualitas asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh, menjadi salah satu kunci efektif untuk mencegah dari serangan kanker. Menurut penelitian, terdapat hubungan signifikan antara kelebihan berat badan atau obesitas dengan beragam jenis kanker yang kerap menyerang manusia, seperti esofagus, kolektrum, kanker payudara, endometrium dan juga kanker ginjal.Untuk mencegah hal ini, rutinlah mengonsumsi makanan sehat seperti buah-buahan dan sayuran. Diet yang sehat dan teratur diimbangi dengan olahraga rutin bisa jadi cara efektif dalam memerangi kanker.Beberapa bahan makanan yang diketahui bermanfaat untuk pencegahan kanker adalah bawang putih, brokoli, kol, kembang kol, cabai, ubi jalar, kedelai, tomat, alpukat, jeruk, buah beri, kunyit, dan cokelat.

Mengurangi resiko dari paparan penyebab kanker merupakan langkah yang juga perlu diambil jika ingin terbebas dari ancaman kanker.Kanker adalah penyakit yang 90-95% kasusnya disebabkan faktor lingkungan dan 5-10% karena faktor genetik.Faktor lingkungan yang biasanya mengarahkan kepada kematian akibat kanker adalah tembakau (25-30%), diet dan obesitas (30-35 %), infeksi (15-20%), radiasi, stres, dan polutan lingkungan. Faktor resiko yang menyebabkan kanker antara lain bahan kimia, radiasi ionisasi, infeksi, ketidakseimbangan metabolisme, dan tak lupa rokok. Menjauhi faktor resiko berarti menjauhkan diri dari resiko menderita kanker.Menciptakan lingkungan yang sehat dan perilaku hidup bersih sehat dalam kehidupan sehari-hari sangat besar manfaatnya dalam menghindarkan diri dari kanker.

Deteksi dini penyakit kanker merupakan faktor pendukung yang tak kalah penting untuk menyelamatkan jiwa.Deteksi dini diharapkan bisa meningkatkan angka keberhasilan pasien yang sembuh. Tak hanya membuat pengobatan kanker lebih mudah dan efektif saja, tetap hal ini juga dapat mencegah sel-sel kanker menyebar ke bagian tubuh lain.Cara deteksi dini penyakit kanker bisa dilakukan dengan pemeriksaan secara medis.Ada beberapa pemeriksaan medis yang harus dilakukan secara berkala, seperti misalnya mamografi untuk kanker payudara, pap smear untuk kanker serviks, dan kolonoskopi untuk kanker usus. Semua jenis pemeriksaan tersebut sebenarnya harus dijalani sedikitnya satu kali dalam setahun. Apalagi, semakin bertambah usia, maka risiko untuk terkena kanker juga semakin besar. Selain pemeriksaan, mengetahui riwayat keluarga juga perlu dilakukan dalam upaya deteksi dini kanker. Mengetahui riwayat keluarga, dalam hal ini riwayat kesehatan, penting dilakukan agar lebih waspada jika memang ada salah satu anggota keluarga yang mengalami kanker.Riwayat keluarga adalah salah satu faktor risiko dari semua jenis kanker.Pada beberapa kanker, seperti kanker payudara, telah terbukti bahwa kanker ini dapat diturunkan dari generasi sebelumnya, sementara kanker yang lainnya belum terbukti.

Selain pemeriksaan secara medis, pemeriksaan mandiri juga bisa dilakukan sebagai upaya dalam deteksi dini kanker.Prinsipnya, seseorang adalah orang pertama yang tau adanya perbedaan atau perubahan yang terjadi di tubuh Anda sendiri. Beberapa jenis kanker padat, biasanya menimbulkan benjolan atau pembengkakan. Bila menemukan ada bagian tubuh yang membengkak tiba-tiba, jangan remehkan hal tersebut, dan sebaiknya segera periksakan diri ke pelayanan kesehatan. Gejala-gejala yang patut dicurigai dan merupakan gejala kanker adalah sebagai berikut :

1.       Gejala lokal : pembesaran atau pembengkakan yang tidak biasa tumor, pendarahan (hemorrhage), rasa sakit dan/atau tukak lambung/ulceration. Kompresi jaringan sekitar bisa menyebabkan gejala jaundis (kulit dan mata yang menguning).

2.       Gejala pembesaran kelenjar getah bening (lymph node), batuk, hemoptisis, hepatomegali (pembesaran hati), rasa sakit pada tulang, fraktur pada tulang-tulang yang terpengaruh, dan gejala-gejala neurologis. Walaupun pada kanker tahap lanjut menyebabkan rasa sakit, sering kali itu bukan gejala awalnya.

3.       Gejala sistemik : berat badan turun, nafsu makan berkurang secara signifikan, kelelahan dan kakeksia(kurus kering), keringat berlebihan pada saat tidur/keringat malam, anemia, fenomena paraneoplastik tertentu yaitu kondisi spesifik yang disebabkan kanker aktif seperti trombosis dan perubahan hormonal. Setiap gejala dalam daftar di atas bisa disebabkan oleh berbagai kondisi (daftar berbagai kondisi itu disebut dengan diagnosis banding). Kanker mungkin adalah penyebab utama atau bukan penyebab utama dari setiap gejala.

4.       Gejala angiogenesis yang merupakan interaksi antara sel tumor, sel stromal, sel endotelial, fibroblas dan matriks ekstraseluler. Pada kanker, terjadi penurunan konsentrasi senyawa penghambat pertumbuhan pembuluh darah baru, seperti trombospondin, angiostatin dan glioma-derived angiogenesis inhibitory factor, dan ekspresi berlebih faktor proangiogenik, seperti vascular endothelial growth factor, yang memungkinkan sel kanker melakukan metastasis. Terapi terhadap tumor pada umumnya selalu melibatkan 2 peran penting, yaitu penggunaan anti-vascular endothelial growth factor monoclonal antibodies untuk mengimbangi overekspresi faktor proangiogenik, dan pemberian senyawa penghambat angiogenesis, seperti endostatin dan angiostatin.

5.       Gejala migrasi sel tumor, yang ditandai dengan degradasi matriks ekstraseluler (ECM), jaringan ikat yang menyangga struktur sel, oleh enzim MMP. Hingga saat ini telah diketahui 26 berkas gen MMP yang berperan dalam kanker, dengan pengecualian yang terjadi antara lain pada hepatocellular carcinoma.

Upaya Germas merupakan suatu upaya terpadu untuk meningkatkan derajad kesehatan pada umumnya. Harapannya, ketika rangkaian Germas diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, akan tercipta tubuh yang sehat dan tiada penyakit yang menyerang. Kesehatan bukan lah segalanya, tapi segalanya tiada berarti tanpa kesehatan.Pemerintah telah mengupayakan berbagai langkah pembangunan kesehatan, namun peran serta masyarakat diperlukan juga untuk mendukung keberhasilan menuju Indonesia sehat.Germas hadir dengan semboyan “Sehat Diawali dari Saya”, mengajak masyarakat untuk bersama-sama menciptakan hidup sehat dan terbebas dari segala ancaman penyakit, termasuk kanker.Sebagai upaya untuk pencegahan kanker mari kita lakukan CERDIK, yaitu :

 

C :Cek kesehatan secara rutin dan berkala,

E : Enyahkan asap rokok,

R :Rajin Olah raga,

D :Diet seimbang,

I  :Istirahat cukup dan

K :Kuatkan iman dan Kelola strees.

 

SALAM SEHAT ….SEHAT DIAWALI DARI SAYA ….

SALAM GERMAS … SEHAT BUGAR PRODUKTIF ….

Kontak Kami

JL. Gondosuli No.6 Yogyakarta Kota Yogyakarta DIY 55231 Indonesia
dinkes@jogjaprov.go.id
+62274563153
(0274)512368

Kunjungan

  • Hari Ini

  • 8.583
  • Bulan Ini

  • 1.728.429
  • Total Kunjungan

  • 21.847.422