Detail Artikel


  • 22 Agustus 2023
  • 9.838
  • Artikel

Infeksi Saluran Pernafasan Bawah Satu Dari 11 Isu Kesehatan Utama Selama 2023

 

Pengantar

Institute of Health and Metric Evaluation (IHME) membuat analisa tentang 11 isu kesehatan yang menjadi sorotan pada 2023. Dari ke-11 isu tersebut infeksi pernafasan bawah menjadi salah satu isu kesehatan yang menjadi sorotan.Infeksi saluran pernafasan adalah infeksi yang terjadi di saluran pernafasan. Meski biasanya dapat sembuh tanpa perawatan khusus, kondisi ini bisa berbahaya bagi anak-anak, lansia, atau orang dengan daya tahan tubuh yang lemah. Berdasarkan letaknya, infeksi saluran pernafasan terbagi menjadi infeksi saluran pernafasan atas atau upper respiratory tract infections (URI/URTI) dan infeksi saluran pernafasan bawah atau lower respiratory tract infections (LRI/LRTI). Menarik bahwa Infeksi saluran pernafasan bawah (LRI) khususnya respiratory syncytial virus (RSV) dan influenza telah menjadi masalah kesehatan yang banyak pakar menyatakan perlu untuk diwaspadai selama 2023.

 

Infeksi Saluran Pernafasan Bawah

Infeksi saluran pernafasan bawah adalah kondisi medis yang mempengaruhi bagian bawah sistem pernafasan, termasuk bronkus dan paru-paru. Kondisi ini dapat berkisar dari penyakit ringan hingga yang serius, dan sering kali memiliki gejala yang mirip dengan masalah pernafasan lainnya. Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian, penyebab, gejala, diagnosis, pengobatan, dan langkah-langkah pencegahan terkait infeksi saluran pernafasan bawah.

Infeksi saluran pernafasan bawah melibatkan infeksi pada bronkus (saluran udara besar yang menghubungkan trakea dengan paru-paru) dan jaringan paru-paru itu sendiri. Infeksi semacam ini dapat disebabkan oleh berbagai virus, bakteri, atau kadang-kadang jamur. Infeksi ini dapat berkisar dari bronkitis (peradangan bronkus) hingga pneumonia (peradangan jaringan paru-paru).

 

Penyebab Infeksi dan Gejala Infeksi Saluran Pernafasan Bawah :

Infeksi saluran pernafasan bawah umumnya disebabkan oleh virus atau bakteri yang menyebar melalui tetesan pernafasan atau kontak langsung dengan benda yang terkontaminasi. Virus seperti virus influenza, virus syncytial respiratori (RSV), dan virus corona (termasuk SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19) dapat menjadi penyebab infeksi saluran pernafasan bawah. Bakteri seperti Streptococcus pneumoniae juga dapat menyebabkan pneumonia.

Gejala infeksi saluran pernafasan bawah dapat bervariasi tergantung pada jenis infeksinya dan tingkat keparahannya. Gejala umum meliputi batuk yang dapat menghasilkan lendir, sesak napas, nyeri dada, demam, kelelahan, dan kedinginan. Pada kasus yang lebih serius, gejala bisa semakin parah dan mengganggu fungsi pernafasan normal.

 

Diagnosis dan Pengobatan Infeksi Salurab Pernafasan Bawah :

Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik, memeriksa riwayat medis pasien, dan mungkin mengambil sampel dahak atau cairan dari saluran pernafasan untuk mendapatkan diagnosa yang lebih akurat. Pengobatan tergantung pada penyebab infeksi. Infeksi virus biasanya hanya memerlukan perawatan suportif, seperti istirahat, cairan yang cukup, dan penggunaan antipiretik untuk mengatasi gejala. Infeksi bakteri mungkin memerlukan antibiotik.

 

Respiratory Syncytial Virus (RSV)

Beberapa pakar menyampaikan bahwa sorotan penting dalam kaitan penyakit infeksi saluran pernfasan bahwa selain influenza adalah penyakit Respiratory Syncytial Virus (RSV). RSV pada manusia merupakan penyebab umum infeksi saluran pernapasan bawah secara global pada semua kelompok umur. Pada bayi dan anak kecil, infeksi pertama dapat menyebabkan bronkiolitis parah yang terkadang berakibat fatal. Pada anak-anak yang lebih besar dan orang dewasa tanpa komorbiditas, infeksi saluran pernapasan atas yang berulang sering terjadi dan berkisar dari infeksi subklinis hingga gejala penyakit saluran pernapasan atas.

Selain beban penyakit pediatrik, RSV semakin diakui sebagai patogen penting pada usia lanjut, dengan infeksi yang menyebabkan peningkatan angka rawat inap di antara mereka yang berusia 65 tahun ke atas, dan peningkatan angka kematian pada lanjut usia lemah. Risiko keparahan penyakit pada orang dewasa meningkat dengan adanya penyakit paru kronis yang sebelumnya telah dimiliki, kondisi peredaran darah dan kecacatan fungsional, serta dikaitkan dengan viral load yang lebih banyak. RSV juga merupakan ancaman nosokomial baik pada bayi maupun pada individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah dan rentan.

RSV merupakan infeksi yang utamanya menyerang sistem pernafasan, menyebabkan berbagai gejala mulai dari gejala ringan seperti flu hingga gangguan pernafasan yang lebih parah, terutama pada populasi rentan seperti bayi, anak kecil, dan orang dewasa lanjut usia.

RSV termasuk dalam famili Paramyxoviridae dan genus Pneumovirus sebagai virus RNA beruntai tunggal yang diketahui menyebabkan penyakit pernafasan yang signifikan. Virus ini terkenal karena perannya dalam memicu bronkiolitis dan pneumonia, terutama pada anak-anak di bawah usia 2 tahun.

RSV sangat menular dan menyebar terutama melalui tetesan pernafasan. Ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara, tetesan kecil yang mengandung virus dapat terlepas ke udara dan kemudian terhirup oleh orang lain. Virus ini juga dapat bertahan hidup di permukaan benda selama beberapa jam, sehingga penularan tidak langsung dapat terjadi melalui kontak dengan permukaan benda yang terkontaminasi.

 

Gejala dan Faktor Risiko RSV :

Infeksi RSV dapat berkisar dari ringan hingga berat. Gejala umumnya meliputi hidung berair atau tersumbat, bersin, batuk, dan demam ringan. Namun, pada bayi dan anak kecil, serta pada individu dengan sistem kekebalan yang lemah atau kondisi kesehatan yang mendasarinya, RSV dapat menyebabkan gejala yang lebih parah seperti pernafasan cepat, mengi, kesulitan bernapas, dan batuk parah. Gejala parah ini mungkin memerlukan intervensi medis.

Kelompok tertentu lebih rentan terhadap infeksi RSV yang parah. Bayi prematur, bayi di bawah usia 6 bulan, anak-anak dengan penyakit jantung atau paru bawaan, orang lanjut usia, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah memiliki risiko lebih tinggi terkena komplikasi parah akibat infeksi RSV.

 

Diagnosa dan Perlakuan RSV :

Mendiagnosis infeksi RSV melibatkan penilaian klinis dan mungkin mencakup tes laboratorium spesifik seperti tes reaksi berantai polimerase (PCR) dan tes antigen cepat. Tes-tes ini mendeteksi keberadaan virus dalam sampel pernafasan.

Saat ini, tidak ada pengobatan antivirus khusus untuk infeksi RSV. Penatalaksanaan berfokus pada pemberian perawatan suportif untuk meringankan gejala. Dalam kasus yang lebih parah, rawat inap mungkin diperlukan, terutama bagi bayi dan individu yang mengalami kesulitan bernapas. Terapi oksigen dan ventilasi mekanis mungkin diperlukan dalam situasi kritis.

 

Pencegahan :

Beberapa langkah dapat diambil untuk mencegah infeksi saluran pernafasan bawah. Pertama, menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan secara rutin dapat membantu mengurangi risiko penularan. Selain itu, hindari kontak dengan orang yang sedang sakit, dan jaga kebersihan lingkungan sekitar Anda. Vaksinasi juga merupakan langkah pencegahan yang efektif terhadap beberapa penyakit pernafasan, seperti influenza dan pneumonia. Selama musim RSV, disarankan untuk menjauhkan bayi dan anak kecil dari tempat keramaian. Dalam kasus tertentu, dokter mungkin merekomendasikan penggunaan obat yang menawarkan perlindungan sementara terhadap infeksi RSV yang parah.

 

Penutup :

Infeksi saluran pernafasan bawah adalah kondisi medis umum yang dapat mempengaruhi bagian bawah sistem pernafasan. Pemahaman tentang penyebab, gejala, diagnosis, pengobatan, dan langkah-langkah pencegahan penting untuk mengelola kondisi ini dan mencegah komplikasi yang lebih serius. Respiratory Syncytial Virus (RSV) merupakan salah jenis dari infeksi saluran pernafasan bawah yang umum. RSV adalah infeksi virus umum yang menimbulkan risiko signifikan, terutama pada anak kecil, orang lanjut usia, dan individu dengan kondisi kesehatan tertentu. Memahami penularan, gejala, faktor risiko, dan tindakan pencegahannya penting untuk meminimalkan dampak dan melindungi individu yang rentan dari komplikasi. Tetap terinformasi tentang perkembangan terkini dan Jika Anda mengalami gejala infeksi saluran pernafasan bawah atau memiliki pertanyaan, segera konsultasikan dengan tenaga medis.

 

Disusun oleh : Bidang SDK (Ags)

Kontak Kami

JL. Gondosuli No.6 Yogyakarta Kota Yogyakarta DIY 55231 Indonesia
dinkes@jogjaprov.go.id
+62274563153
(0274)512368

Kunjungan

  • Hari Ini

  • 21.803
  • Bulan Ini

  • 1.728.429
  • Total Kunjungan

  • 21.025.564