Demam Berdarah Dengue : Percaya Fakta atau Mitos?
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit akibat virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Penyakit ini biasanya terjadi di daerah tropis, terutama saat memasuki musim hujan karena banyaknya genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes Aegypti. Kita perlu untuk waspada dan berhati-hati terhadap kasus DBD yang dapat muncul pada kondisi saat ini. Meskipun banyak yang sudah familiar dengan penyakit ini, masih banyak mitos yang beredar di masyarakat. Kenali mitos dan fakta terkait DBD untuk melindungi diri dan keluarga dari bahaya penyakit ini.
MITOS
-
Manusia akan terinfeksi setelah digigit semua jenis nyamuk
Faktanya manusia terinfeksi dari nyamuk aedes aegypti. Virus tidak dapat ditularkan antar manusia secara langsung namun harus melalui gigitan nyamuk yang sudah membawa virus dari manusia yang telah terinfeksi sebelumnya.
-
Setiap orang hanya terjangkit demam berdarah sekali seumur hidup
Faktanya virus dengue memiliki 4 jenis yang berbeda-beda sehingga bila seseorang sudah terinfeksi sekali, masih ada kemungkinan untuk terinfeksi lagi pada jenis virus yang lain.
-
Fogging cukup untuk mencegah penularan DBD
Faktanya nyamuk aedes aegypti mampu beradaptasi dengan lingkungan sehingga tidak mudah mati hanya dengan fogging. Maka dari itu, pengendalian nyamuk demam berdarah tidak cukup dengan membunuh nyamuk dewasa saja, tetapi juga perlu membasmi telur-telurnya.
FAKTA
-
Tidak semua nyamuk merupakan penyebab demam berdarah. Hanya nyamuk aedes aegypti betina yang menularkan virus demam berdarah melalui gigitannya.
-
Gejala demam berdarah yang umumnya terjadi pada 4 sampai 10 hari setelah gigitan nyamuk yaitu demam hingga 40 derajat celcius diikuti sakit kepala, nyeri otot dan sendi, ruam atau bintik merah di kulit, dan mimisan serta perdarahan ringan pada gusi.
-
Gejala demam yang terjadi sering tidak dapat dibedakan sehingga segeralah ke fasilitas kesehatan apabila demam tidak kunjung turun.
-
Buah jambu biji merupakan terapi non farmakologi alternatif untuk DBD karena membantu mempertahankan kadar trombosit. Pemberian buah jambu biji dalam bentuk jus secara teratur cukup efektif untuk meningkatkan kadar trombosit dan mencegah keparahan DBD.
-
Jika tidak segera ditangani, DBD dapat berujung pada berbagai komplikasi seperti kerusakan hati, jantung, hingga otak.
-
Perbanyak minum cairan yang mengandung elektrolit seperti air putih, susu, maupun isotonic
-
Perasan daun pepaya diketahui cukup membantu meningkatkan kadar trombosit.
-Fransisca Aprilia Silvi Anggraeni
-Faiza Azahra Rahmalia Rozi