Detail Artikel


  • 02 Oktober 2018
  • 2.608
  • Artikel

AIR SUSU IBU DAN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK

Kesadaran akan pentingnya pemberian air susu ibu secara eksklusif bagi bayi sudah mulai terlihat di lingkungan masyarakat kita. Berdasarkan data Dinas Kesehatan DIY tahun 2017, tercatat 63,72 % dari bayi lahir diberikan asi eksklusif sampai dengan 6 bulan. Meskipun masih jauh lebih rendah dari harapan, akan tetapi paling tidak sudah ada progress positif untuk pemberian asi.

Asi memiliki manfaat yang luar biasa baik bagi ibu maupun bagi bayi, diantaranya pemberian imunitas bagi bayi, sebagai sumber yang sempurna bagi pemenuhan nutrisi bayi, terutama bagi bayi-bayi yang lahir dengan berat badan rendah sehingga pada perkembangannya tidak mengalami malnutrisi. Selain itu asi terbukti memiliki kaitan erat dengan perkembangan kecerdasan anak.

Fokus pada perkembangan kognitif anak, asi memiliki pengaruh yang sangat signifikan dalam perkembangan otak anak. Anak yang diberikan asi, akan memiliki perkembangan saraf otak yang lebih baik, selain itu durasi pemberian air susu ibu juga berpengaruh terhadap kecerdasan anak. Ada tiga hal yang diduga berpengaruh terhadap hal tersebut.

Pertama, adanya kandungan 2 macam asam amino yaitu decosahexaenoic acid (DHA) dan aracidonic acid (ARA) yang mendukung pertumbuhan sel saraf, retina, dan otak yang hanya terkandung dalam air susu ibu, tetapi tidak ada di susu formula. Dalam penelitian, dua asam amino tersebut menunjukkan kemampuan memperbaiki penglihatan dan response motorik pada bayi dan balita.

Kedua, kandungan laktosa pada air susu ibu merupakan sumber utama dalam pembentukan galaktolipid, yang merupakan unsur vital dalam pertumbuhan sistem saraf pusat. Jumlah laktosa yang ada dalam air susu ibu juga tercatat paling tinggi dibanding pada air susu sapi atau sumber lainnya.

Ketiga, dalam beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemberian air susu ibu meningkatkan pertumbuhan sel saraf otak, perkembangan kecerdasan dan kemampuan akademis anak di masa depan (pada usia sekolah 10-18 tahun). Peningkatan kecerdasan tersebut diduga memiliki kaitan dengan lama pemberian air susu ibu. Oleh karena itu penting bagi masyarakat untuk mulai betul-betul serius dalam upaya pemberian asi kepada bayi dan balita guna menghasilkan generasi muda yang cerdas dan berkualitas.

Kontak Kami

JL. Gondosuli No.6 Yogyakarta Kota Yogyakarta DIY 55231 Indonesia
dinkes@jogjaprov.go.id
+62274563153
(0274)512368

Kunjungan

  • Hari Ini

  • 13.848
  • Bulan Ini

  • 1.728.429
  • Total Kunjungan

  • 22.586.637