Detail Artikel


  • 11 Agustus 2023
  • 1.101
  • Artikel

Vaksin Tuberkulosis : Menuju Pemberantasan Global

 

Pendahuluan

Penyakit Tuberkulosis (TB), disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, telah menjadi ancaman kesehatan global selama berabad-abad. Sampai saat ini TB tetap menjadi salah satu pembunuh penyakit menular teratas dan bertanggung jawab atas jutaan kematian setiap tahun di dunia. Pengembangan vaksin TB yang efektif telah menjadi fokus penting dalam melawan penyakit TB ini. Artikel ini menggali sejarah, tantangan, dan kemajuan terkini dalam vaksin tuberkulosis, menyoroti upaya untuk menghilangkan penyakit TB dari muka bumi.

 

Sejarah dan Perkembangan

Tuberkulosis telah menjangkiti umat manusia di dunia selama ribuan tahun, dengan bukti penyakit ditemukan pada mumi Mesir kuno. Perkembangan dalam dunia medis farmasi khususnya antibiotik pada pertengahan abad ke-20, secara signifikan telah meningkatkan hasil pengobatan. Namun selanjutnya, telah memunculkan strain resistan terhadap obat dan ketidakmampuan antibiotik untuk mencegah infeksi TB laten. Hal ini menjadi perhatian penting di dunia berkaitan dengan perlunya tindakan pencegahan yaitu dalam hal ini penggunaan vaksin.

Membuat vaksin TB yang efektif menjadi tantangan karena sifat penyakit TB yang kompleks. Bakteri TB dapat tetap tidak aktif di dalam tubuh selama bertahun-tahun. Kondisi ini menyebabkan infeksi laten, yang dapat aktif kembali dan menyebabkan penyakit aktif di kemudian hari. Transisi laten ke aktif ini menimbulkan rintangan dalam mendesain vaksin. Selain itu, TB secara dominan mempengaruhi populasi yang kurang beruntung secara sosial ekonomi, menjadikan pengembangan dan distribusi vaksin sebagai masalah keadilan dan sosial.

Vaksin TB pertama yaitu Bacille Calmette-Guérin (BCG), dikembangkan pada tahun 1920-an. Meskipun BCG berperan penting dalam mengurangi TB masa anak-anak, namun BCG dinilai telah gagal dalam memberikan perlindungan menyeluruh terhadap TB paru dewasa. Vaksin BCG, meskipun memiliki keterbatasan, berdampak besar pada pencegahan TB. Diperkirakan BCG mampu memberikan pencegahan TB menjadi parah pada anak-anak dan dapat menyelamatkan banyak nyawa. Namun demikian, kemanjurannya terhadap TB paru dewasa dinilai belum konsisten. Kondisi telah mendorong peneliti untuk mencari pilihan yang lebih efektif.

Pencarian vaksin TB yang lebih manjur terus berlangsung selama beberapa dekade, dengan beberapa kandidat yang telah memasuki berbagai tahap uji klinis. Kandidat ini dirancang untuk mengatasi keterbatasan BCG dan memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap TB. Beberapa kandidat tersebut adalah :

  • Vaksin Subunit : Vaksin ini berfokus pada komponen spesifik dari bakteri TB. Misalnya, vaksin M72/AS01E, yang dikembangkan oleh GlaxoSmithKline (GSK), menargetkan dua protein yang ditemukan di permukaan TB. Uji klinis telah menunjukkan hasil yang menjanjikan, menunjukkan penurunan kasus TB di antara orang dewasa yang divaksinasi.
  • Vaksin Vektor Viral : Vaksin ini menggunakan virus yang tidak berbahaya untuk mengirimkan antigen TB ke dalam tubuh, merangsang respons kekebalan yang kuat. Vaksin TB vektor Ad5, dikembangkan oleh Aeras dan Crucell, adalah contoh dari pendekatan ini. Ini telah menunjukkan potensi dalam uji coba awal, memicu harapan untuk perlindungan yang lebih baik.
  • Vaksin Inaktif Sel Utuh : Kemajuan dalam bioteknologi telah memungkinkan pengembangan vaksin TB inaktif. Vaksin ini menggunakan bakteri TB yang telah dibunuh untuk merangsang respons kekebalan. Sementara masih dalam penyelidikan, vaksin ini menawarkan alternatif untuk vaksin hidup yang dilemahkan seperti BCG.
  • BCG rekombinan : Para ilmuwan juga berusaha untuk meningkatkan vaksin BCG yang ada dengan memodifikasinya secara genetik untuk meningkatkan kemanjurannya. Pendekatan ini bertujuan untuk mempertahankan profil keamanan BCG sambil memperkuat kemampuannya untuk memberikan perlindungan.

 

Tantangan

Perjalanan pengembangan vaksin TB baru masih penuh dengan tantangan. Uji klinis menjadi bagian dalam rangka untuk menjamin keamanan dan kemanjuran. Proses dalam uji klinis seringkali harus menggunakan desain studi yang sangat kompleks dan bersifat kohort dengan jumlah peserta yang sangat besar. Selain itu, pengembangan vaksin TB membutuhkan banyak sumber daya. Tantangan tersebut menyebabkan pengembangan vaksin TB memerlukan kolaborasi kuat diantara antara pemerintah, lembaga penelitian, dan perusahaan farmasi.

Sementara itu dalam hal distribusi dan implementasinya, telah memunculkan serangkaian rintangan lain. Negara-negara dengan penghasilan rendah, yang menanggung beban TB terbesar, seringkali kekurangan infrastruktur untuk mendukung kampanye vaksinasi luas. Memastikan akses yang adil terhadap vaksin dan mengatasi keragu-raguan dalam menggunakan vaksin, menjadi kunci penting untuk keberhasilan.

Saat ini organisasi berbagai di tingkat global dan juga berbagai pemerintah, telah bergabung untuk mendukung penelitian dan penerapan vaksin. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyusun peta jalan untuk pengembangan vaksin TB dengan tujuan memperoleh dan memperkenalkan vaksin baru yang lebih efektif pada tahun 2025. Kemitraan yang dibangun seperti dalam kolaborasoi Stop TB dan Dana Global untuk memerangi AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria sangat penting dalam mengamankan pendanaan dan sumber daya untuk inisiatif vaksin TB.

Pengembangan vaksin tuberkulosis yang efektif menjadi harapan besar dalam perang melawan ancaman kesehatan global yang berkepanjangan akibat penyakit TB ini. Sementara tantangan tetap ada, kemajuan pengembangan vaksin TB yang dibuat dalam beberapa tahun terakhir telah memberikan secercah harapan yang cukup menjanjikan.

Berita menarik dari studi global baru yang didanai oleh Wellcome Trust dan Bill & Melinda Gates Foundation tentang kandidat vaksin tuberkulosis – M72/AS01E (M72) – saat ini sedang memasuki tahap baru beralih ke evaluasi tahap akhir. Kabar ini menjadi keyakinan di seluruh dunia tentang meningkatnya potensi dunia untuk memilikinya vaksin tuberkulosis (TB) baru, yang pertama dalam lebih dari satu abad.

Studi Tahap 3 tersebut telah melibatkan 26.000 orang, dan akan dimulai pada tahun 2024. Dalam studi ini, akan mengevaluasi keamanan dan kemanjuran vaksin M72 di negara-negara dengan tingkat TB yang tinggi di Afrika dan Asia Tenggara. Uji coba ini bisa menjadi pengubah dalam perjalanan pendalian penyakit tuberkulosis. Jika terbukti aman dan efektif, M72 dapat menjadi vaksin pertama di dunia yang melindungi remaja dan orang dewasa dari TB paru, berpotensi menyelamatkan jutaan nyawa dengan mencegah hingga 76 juta kasus selama 25 tahun ke depan. Dampaknya akan mengubah hidup masyarakat yang terbebani oleh penyakit tersebut.

Sementara pendanaan baru untuk uji klinis kandidat M72 merupakan langkah besar, jalan di depan masih panjang. Untuk mencapai dunia bebas TB akan membutuhkan investasi global yang signifikan, termasuk dalam penelitian kandidat dan jalur serta program untuk menerapkan vaksin TB baru. Kami menantikan Pertemuan Tingkat Tinggi PBB tentang TB yang akan datang, yang tidak diragukan lagi akan mendorong negara-negara dan pemangku kepentingan untuk terus berinvestasi dalam vaksin tuberkulosis yang menjanjikan dan solusi inovatif untuk mengatasi infeksi dan penyakit dari bakteri purba ini.

 

Penulis : Bidang SDK (ags)

 

Kontak Kami

JL. Gondosuli No.6 Yogyakarta Kota Yogyakarta DIY 55231 Indonesia
dinkes@jogjaprov.go.id
+62274563153
(0274)512368

Kunjungan

  • Hari Ini

  • 13.663
  • Bulan Ini

  • 1.728.429
  • Total Kunjungan

  • 20.831.354