Detail Artikel


  • 30 Agustus 2023
  • 3.960
  • Artikel

Tantangan Yang Makin Serius Penyakit-Penyakit Infeksi New Emerging di Indonesia

 

Penyakit infeksi telah menjadi ancaman yang telah lama berlangsung dan konstan dalam perjalanan manusia. Namun sesuatu telah mengubah sifat konstan tersebut. Perkembangan globalisasi, urbanisasi dan perubahan lingkungan, telah memberikan perubahan dengan munculnya penyakit-penyakit infeksi baru (new emerging infectious diseases). Penyakit-penyakit ini dapat muncul secara tiba-tiba dan menyebar cepat dengan potensi dampak merusak besar.

Indonesia, sebagai negara kepulauan yang luas dengan keragaman budaya, ekosistem dan populasi. Memeiliki kerentanaan tersendiri terhadap fenomena kemunculan penyakit infeksi new emerging ini. Dalam beberapa periode terakhir, Indonesia telah menghadapi berbagai penyakit baru yang muncul atau kembali muncul.

Definisi dan Keragaman Penyakit Infeksi New Emerging

Merujuk kepada penyakit-penyakit yang muncul baru atau kembali muncul setelah lama menghilang serta memiliki potensi menimbulkan ancaman global dengan karaterisitik  :

  1. (1) Muncul dengan cepat dan tidak terduga, contoh  : SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) pada tahun 2002 dan MERS (Middle East Respiratory Syndrome) pada tahun 2012.
  2. (2) Penyakit pada awalnya berasal dari hewan (zoonosis) dan kemudian melompat ke manusia, contoh HIV, Ebola, dan virus influenza.
  3. (3) Memiliki potensi menyebar cepat melalui kontak manusia ke manusia, perjalanan internasional, dan mobilitas.
Penyakit Infeksi New Emerging di Indonesia
  1. (1) Avian Influenza (Flu Burung), disebabkan oleh virus influenza yang menular dari unggas ke manusia. Indonesia mengalami wabah avian influenza di awal tahun 2000-an.
  2. (2) Dengue Fever (Demam Berdarah Dengue) yang sering terjadi di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Musim hujan dan perubahan ekologi lingkungan memberi potensi lebih besar meningkatkan risiko penyebaran penyakit.
  3. (3) MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus), beberapa kasus infeksi MERS-CoV telah dilaporkan di Indonesia. Virus ini awalnya menyebar dari unta ke manusia dan dapat menyebabkan infeksi pernapasan serius.
  4. (4) COVID-19, sebagai sebuah petaka pandemi global, COVID-19 juga telah mempengaruhi Indonesia secara signifikan dalamsemua aspek kehidupan. Virus SARS-CoV-2 yang menjadi penyebaban COVID-19, dalam perjalaannya telah menyebar dengan cepat di seluruh negeri dan mengubah berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Kemunculan Penyakit Infeksi New Emerging didorong oleh faktor seperti perubahan iklim dan degradasi lingkungan yang mempengaruhi persebaran vektor penyakit seperti nyamuk dan tikus, serta interaksi antara manusia dan hewan liar. Gangguan ekosistem alami oleh aktivitas manusia, seperti deforestasi dan urbanisasi yang cepat juga dapat memfasilitasi atau membuka kontak lebih lebar antara manusia, hewan domestik, dan hewan liar. Sementara Perjalanan internasional yang semakin mudah memungkinkan agen penyakit untuk menyebar secara cepat ke berbagai belahan dunia. Tidak juga tidak kalah pentinf adalah pola konsumsi manusia, terutama dalam hal makanan yang bisa membuka peluang bagi penularan penyakit dari hewan ke manusia.

Bagaimana halnya dengan di Indonesia? Faktor-faktor utama yang mendorong kemunculan Penyakit Infeksi New Emerging di Indonesia pada prinsipnya sama, namun terdapat beberapa yang membuat perbedaan. Indonesia memiliki beragam ekosistem termasuk hutan tropis, lahan basah, dan perkotaan padat yang menciptakan peluang interaksi antara manusia, hewan, dan vektor penyakit. Pertumbuhan kota dan perubahan lingkungan di Indonesia yang sebagian masih belum baik, berpotensi menyebabkan perubahan dalam ekosistem yang pada gilirannya mempengaruhi interaksi antara manusia dan hewan serta penyebaran vektor penyakit. Jumlah penduduk yang cukup besar dan mobilitas penduduk yang tinggi baik domestik maupun internasional, dapat memfasilitasi penyebaran penyakit dari satu tempat ke tempat lain. Terakhir adalah kurangnya pemahaman tentang penyakit infeksi dan cara penularannya dapat menghambat upaya pencegahan dan penanganan.

Upaya Penanggulangan dan Penanganan

Pemerintah Indonesia dan berbagai lembaga kesehatan telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi tantangan penyakit infeksi new emerging.

  1. (1) Sistem Pemantauan dan Deteksi Dini : Indonesia telah meningkatkan sistem pemantauan penyakit infeksi, termasuk memperkuat laboratorium di berbagai wilayah untuk mendeteksi penyakit dengan cepat.
  2. (2) Vaksinasi dan Pengobatan : Upaya pengembangan vaksin dan pengobatan yang efektif terus dilakukan, terutama dalam menghadapi pandemi COVID-19.
  3. (3) Pendidikan Masyarakat : Program edukasi dan kampanye kesadaran telah diluncurkan untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang cara mencegah penyebaran penyakit infeksi.
  4. (4) Kerjasama Internasional : Indonesia berpartisipasi dalam kerjasama internasional dalam penanganan penyakit infeksi, termasuk berbagi informasi dan sumber daya dengan negara-negara lain.

Penyakit infeksi new emerging menjadi tantangan serius bagi seluruh pihak Indonesia. Dengan keragaman ekosistem, mobilitas penduduk yang tinggi, dan perubahan lingkungan yang berkelanjutan, upaya pencegahan dan penanganan penyakit ini sangat penting. Kerjasama antarlembaga, edukasi masyarakat, deteksi dini, dan pengembangan vaksin merupakan bagian integral dalam menjaga kesehatan masyarakat Indonesia dan menghadapi ancaman penyakit infeksi new emerging di masa depan.

 

Disusun oleh : Bidang SDK (Ags)

 

 

 

 

Kontak Kami

JL. Gondosuli No.6 Yogyakarta Kota Yogyakarta DIY 55231 Indonesia
dinkes@jogjaprov.go.id
+62274563153
(0274)512368

Kunjungan

  • Hari Ini

  • 1.658
  • Bulan Ini

  • 1.728.429
  • Total Kunjungan

  • 22.025.666