Detail Artikel


  • 08 November 2018
  • 3.574
  • Artikel

PETA SITUASI GIZI DIY

Setiap tahun Dinas Kesehatan DIY melalui seksi Gizi bidang Kesmas mengeluarkan data gambaran status gizi masyarakat dalam bentuk buku peta situasi gizi  Daerah Istimewa Yogyakarta. Peta ini disusun berdasarkan input materi yang diperoleh dari puskesmas, kabupaten dan kota serta provinsi. Materi peta meliputi data-data program gizi dan hasil pelaksanaan intervensi program yang telah dilaksanakan pada periode tahun 2017 yang telah diolah, dianalisa dan didesiminasikan sebagai kesepakatan dengan tingkat kabupaten dan kota.

Salah satu hal yang dipotret dalam gambaran situasi gizi ini adalah tingkat partisipasi masyarakat dalam upaya peningkatan status gizi, melalui keikutsertaan dalam penimbangan balita (D/S). Cakupan penimbangan di DIY pada tahun 2017 sudah memenuhi target nasional sebesar 80% balita ditimbang. Meskipun demikian, masih tersisa 20% balita yang tidak tercatat dalam penimbangan, dengan kemungkinan bahwa balita memang tidak ditimbang, atau ditimbang di rumah, layanan kesehatan, maupun sekolah.

Pada beberapa indikator program ibu hamil seperti: ibu hamil kurang energi kronis (KEK) tercatat sebanyak 10,70%, masih dalam posisi warna hijau (aman) akan tetapi tetap memerlukan perhatian mengingat dampak yang ditimbulkan akibat dari KEK cukup serius terutama bagi bayi maupun ibu.  Sedangkan untuk indikator anemia pada ibu hamil tercatat sebanyak 14,32 % (hijau), data ini menunjukkan penurunan angka anemia dibanding dengan tahun sebelumnya (2016 = 16,09%).

Untuk Indikator balita : angka balita gizi buruk (berdasarkan BB/U)  di DIY tercatat 0,56 % dan masih dibawah target nasional yaitu harus dibawah 1 %. Indikator balita pendek, balita kurus dan balita kurang energi protein (KEP) masing-masing berada dibawah batas maksimal permasalahan kesehatan masyarakat (ketiganya dalam kategori warna hijau)

Hal yang menarik adalah pada indikator balita gemuk, menjadi satu indikator yang melebihi batas aman prevalensi balita gemuk (cut off <5%). Prevalensi balita gemuk tahun 2017 tercatat sebesar 6,01%, meningkat dari prevalensi tahun sebelumnya (2016) yaitu 5,93%. Angka ini menunjukkan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki beban ganda dalam permasalahan status gizi, disisi lain masih banyak  yang memiliki status gizi kurang, dan disisi lain memiliki permasalahan kelebihan gizi yang tentunya perlu menjadi perhatian mengingat trend nya naik dari tahun ke tahun.

Indikator penting lainnya adalah Capaian ASI eksklusif, tercatat 74,90% bayi mendapatkan ASI ekslusif, angka ini sudah cukup bagus dan diharapkan dapat meningkat di tahun-tahun berikutnya sejalan dengan upaya promosi pentingnya pemberian ASI ekslusif bagi ibu dan bayi.

Secara umum, situasi gizi masyarakat DIY yang tertuang dalam capaian indikator-indikator program gizi di atas sudah menunjukkan hasil yang baik. Prestasi ini tentunya menggembirakan, akan tetapi perlu dilakukan evaluasi dan kroscek setiap saat terutama terhadap kualitas pelaksanaan dan pelayanan program-program gizi.

Kontak Kami

JL. Gondosuli No.6 Yogyakarta Kota Yogyakarta DIY 55231 Indonesia
dinkes@jogjaprov.go.id
+62274563153
(0274)512368

Kunjungan

  • Hari Ini

  • 304
  • Bulan Ini

  • 1.728.429
  • Total Kunjungan

  • 22.812.840