Detail Info Kegiatan


  • 29 September 2021
  • 111
  • Info Kegiatan

Orientasi Penanggulangan Pneumonia Balita

Pneumonia adalah pembunuh utama balita di dunia, lebih banyak dibanding dengan gabungan penyakit AIDS, malaria dan campak. Di dunia setiap tahun diperkirakan lebih dari 2 juta balita meninggal karena Pneumonia (1 Balita/20 detik) dari 9 juta total kematian balita. Diantara 5 kematian balita, 1 di antaranya disebabkan oleh pneumonia. Bahkan karena besarnya kematian pneumonia ini, disebut sebagai pandemi yang terlupakan atau “the forgotten pandemic”. Namun, tidak banyak perhatian terhadap penyakit ini, sehingga pneumonia disebut juga pembunuh balita yang terlupakan atau “the forgotten killer of children”(Unicef/WHO 2006, WPD 2011).

Di negara berkembang 60% kasus pneumonia disebabkan oleh bakteri, sementara di negara maju umumnya disebabkan oleh virus. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007, proporsi kematian balita akibat pneumonia menempati urutan kedua yaitu 15,5% setelah diare (25,2%). Dengan demikian, penurunan kematian balita hanya dapat dicapai melalui upaya intensifikasi penurunan kejadian pneumonia. Hasil Riskesdas tahun 2013 menunjukkan prevalensi pneumonia untuk semua umur di Indonesia sebesar 1,8%, sedangkan prevalensi pneumonia balita sebesar 18,5 permill. Subdit ISPA Kemenkes RI pada tahun 2015 menetapkan Angka Estimasi Pneumonia Balita di DIY sebesar 4,32% dari jumlah balita yang ada atau sebanyak 12.620 kasus.

Pandemi Covid-19 berdampak pada penurunan penemuan kasus pneumonia balita di DIY dari 6.912 kasus pada tahun 2019 menjadi 3.017 kasus pada tahun 2020. Untuk meningkatkan cakupan penemuan kasus pneumonia balita pada tahun 2021, Dinas Kesehatan DIY bersama Substansi ISPA Kementerian Kesehatan RI menyelenggarakan kegiatan Orientasi Penanggulangan Pneumonia Balita bagi seluruh Puskesmas di DIY secara online pada hari Senin-Selasa tanggal 13-14 September 2021. Setiap puskesmas mengikutsertakan 3 orang terdiri dari 1 orang dokter umum, 1 orang petugas P2 ISPA, dan 1 orang petugas MTBS/ poli anak. Melalui kegiatan ini diharapkan semua balita yang mengalami batuk dan atau kesulitan bernafas dan berkunjung ke puskesmas bisa mendapatkan tatalaksana standar dengan hitung nafas selama 1 menit dan diklasifikasikan sebagai pneumonia atau bukan, sehingga pengobatan dan perawatan yang diberikan lebih tepat.

Kontak Kami

JL. Gondosuli No.6 Yogyakarta Kota Yogyakarta DIY 55231 Indonesia
dinkes@jogjaprov.go.id
+62274563153
(0274)512368

Kunjungan

  • Hari Ini

  • 196
  • Bulan Ini

  • 617.886
  • Total Kunjungan

  • 4.178.161