Detail Artikel


  • 21 Desember 2018
  • 2.051
  • Artikel

Tahukah anda, Kerja Lembur tak baik lhoo untuk kesehatan??

Bulan Desember 2018 sudah mendekati akhirnya. Tak hanya sebagai akhir bulan, namun hari-hari juga telah mendekati penghujung tahun 2018. Artinya, ini merupakan hari-hari menutup tahun 2018. Bagi  sebagian orang, penutup tahun bisa bermakna bahagia, namun bagi mayoritas pekerja, akhir tahun merupakan saat-saat dimana harus bekerja keras untuk menyelesaikan target dan proyek yang harus selesai di penghujung tahun. Sangat banyak terjadi para pekerja akan mati-matian bekerja di kantor, lembur, dan bahkan mungkin tak pulang hingga keesokan harinya untuk menyelesaikan pekerjaan.

Apabila kebiasaan seperti itu, atau kebiasaan lembur, ada pada diri pembaca website resmi Dinas Kesehatan DIY ini, sebaiknya hal itu jangan dilanjutkan sebagai kebiasaan lagi. Mengapa? Karena menurut penelitian, kebiasaan kerja lembur sangat mengganggu kesehatan kita. 2 resiko kesehatan serius yang mengancam para pekerja yang hobi lembur adalah penyakit jantung dan stroke. Ahli jantung dan Direktur Medis Pelayanan Ritme Jantung dari Salt Lake City, Utah, Dr. John Day, mengatakan dalam website pribadinya, ada dua risiko yang akan dirasakan orang yang bekerja berlebihan, yaitu risiko serangan jantung dan stroke. Dr. John memaparkan dua risiko tersebut berdasarkan sebuah studi yang dipublikasikan The Lancet pertengahan 2015 lalu.

Sebuah studi pernah dilakukan, melibatkan 603.838 orang dari Amerika Serikat, Eropa, dan Australia. Mereka dipelajari selama kurang lebih 8,5 tahun dan para peneliti menemukan risiko serangan jantung meningkat 13% pada orang-orang yang bekerja lebih dari 55 jam seminggu.

Akan tetapi angka yang keluar dari penelitian yang dipublikasikan The Lancet tersebut jumlahnya lebih kecil dari penelitian sebelumnya yang dipublikasikan American Journal of Epidemiology pada 2012, di mana risiko serangan jantung bisa sampai 80% pada orang yang bekerja 40 jam seminggu.

Dalam studi yang sama dari The Lancet, Dr. John memaparkan bahwa risiko stroke jauh lebih tinggi pada orang yang terlalu banyak bekerja. Studi ini menunjukkan risiko seseorang terkena stroke meningkat 33% pada orang-orang yang bekerja lebih dari 55 jam seminggu. Bahkan risiko terkena stroke juga meningkat pada orang-orang yang bekerja sekitar 40 jam seminggu.

Dr. John mengatakan, sebelum pada akhirnya seseorang yang terlalu banyak bekerja mengalami serangan jantung dan stroke, ada beberapa alasan yang memicu kedua risiko tersebut.

 

1. Tingkat stres meningkat karena jam kerja yang lama

“Saya telah mempelajari bahwa ketika saya bekerja terlalu lama di rumah sakit, saya merasa lebih stress. Studi menunjukkan bahwa stres ini sendiri bisa meningkatkan risiko kita terkena serangan jantung atau stroke sampai 40%,” ujar Dr. John dalam tulisan di websitenya.

 

2. Bekerja berlebihan meningkatkan tekanan darah

Baik karena berhubungan dengan pekerjaan atau karena fakta bahwa kita tidak memiliki waktu untuk menjalani gaya hidup sehat, bekerja berlebihan meningkatkan tekanan darah kita. Sayangnya, risikonya dua kali lebih tinggi ketika Anda kerja terlalu banyak atau terlalu lama.

 

3. Terlalu banyak bekerja menyebabkan makan terlalu banyak dan kurang olahraga

Wajar bila kita bekerja terlalu lama di kantor kita akan makan lebih banyak, khususnya ketika teman kantor ada yang membawa makanan atau camilan. Waktu untuk berolahraga juga sedikit. Selain itu, dalam sebuah penelitian medis, orang yang bekerja terlalu lama, pola makannya biasanya cenderung kurang sehat.

 

4. Risiko diabetes mengancam workaholic

Karena pilihan makanan yang tidak sehat saat bekerja, seseorang yang sering bekerja berlebihan alias workaholic lebih berisiko terkena diabetes. Diabetes adalah salah satu faktor risiko yang paling kuat tidak hanya untuk serangan jantung dan stroke, tapi juga dementia atau pikun.

 

5. Jam kerja yang lama menyebabkan depresi

Meskipun ada orang yang berkembang dan menikmati jam kerja yang lama, banyak orang yang merasa tidak senang ketika pekerjaan mendominasi hidup mereka. Jam kerja yang lama atau panjang bisa meningkatkan peluang seseorang menderita depresi. Depresi sendiri merupakan salah satu faktor risiko kuat untuk penyakit jantung.

 

Sumber :

https://hellosehat.com

 

Kontak Kami

JL. Gondosuli No.6 Yogyakarta Kota Yogyakarta DIY 55231 Indonesia
dinkes@jogjaprov.go.id
+62274563153
(0274)512368

Kunjungan

  • Hari Ini

  • 17.082
  • Bulan Ini

  • 1.728.429
  • Total Kunjungan

  • 22.477.496