Detail Info Kegiatan


  • 16 Maret 2022
  • 181
  • Info Kegiatan

Kunjungan Program BERANI dari UNFPA dan Pemerintah Kanada ke Posyandu Remaja Satria di Kepundung, Girimulyo, Kulon Progo.

Program BERANI merupakan kepanjangan dari Better Reproductive Health and Rights for All in Indonesia yang dicanangkan oleh United Nation Population Fund (UNFPA). Tak bekerja sendiri, UNFPA dan UNICEF juga menggandeng pemerintah Kanada dan Bappenas. Fokus Program BERANI adalah untuk menangani hak dalam mengakses perawatan kesehatan reproduksi berkualitas bagi semua, terutama perempuan dan anak perempuan yang terpinggirkan dan kurang beruntung. Program ini tertuju pada bagaimana memberdayakan perempuan dan anak perempuan, serta memenuhi kebutuhan mereka akan pendidikan dan kesehatan, termasuk kesehatan reproduksi, diperlukan baik untuk kemajuan individu maupun pembangunan yang adil.

Dalam rangka mendukung pemberdayaan remaja, UNFPA bersama Kementerian Kesehatan mendukung pengembangan dan pemberdayaan orang muda melalui Posyandu Remaja di Indonesia. Salah datu posyandu remaja yang menjadi percontohan adalah Posyandu Remaja Satria di wilayah Desa Kepundung, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo. Pada hari Senin 14 Maret 2022, UNFPA, Pemerintah Kanada, Siklus Indonesia, Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan DIY serta Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo melakukan kunjungan di Posyandu Remaja Satria. Kegiatan kunjungan dimulai dengan ramah tamah bersama semua pejabat yang hadir bersama jajaran pemerintah desa, kapanewon Girimulyo dan Kader Posyandu Remaja Satria. Hadir dalam acara ramah tamah menanggapi tamu Senior International Assistance Officer Kedutaan Besar Kanada (Novi Anggriani),  Programme Analyst Youth and ASRH (dr. Margaretha Sitanggang) ,  Kementerian Kesehatan RI (dr. Erna Mulati, MSc-CMFM) diantaranya Perwakilan dari Dinas Kesehatan DIY (Ibu Endang Pamungkasiwi, SKM, M.Kes), Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo (Ibu dr. Sri Budi Utami, Panewu Girimulyo (Endah Wulandari, SSTP, MM), Kepala Puskesmas Girimulyo I,( drg. Tuty Purwanti), Lurah Giripurwo (Mardi Santoso). Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan observasi pelaksanaan posyandu remaja Satria.

Posyandu Remaja Satria baru berdiri pada tanggal 19 Oktober 2002 setelah dilakukan pelatihan kader posyandu remaja dari Dinas Kesehatan Kulon Progo dan Fasilitator Posyandu Remaja dari Puskesmas Girimulyo I. Penyelenggaraan Posyandu Remaja Satria selama masa pandemi masih mengikuti arahan dari Satgas COVID-19 diwilayah Girimulyo, sehingga menyesuaikan dengan status PPKM di wilayah tersebut. Sejak berdiri, Posyandu Remaja Satria telah melakukan kegiatan sebanyak 11 kali. Kegiatan di Posyandu Remaja Satria secara garis besar berjalan dengan lancar dan telah sesuai dengan prosedur 5 meja sebagai berikut:

  1. Meja pendaftaran;
  2. Meja Pengukuran Tinggi dan Berat Badan;
  3. Meja Pencatatan;
  4. Meja Penyuluhan Gizi;
  5. Meja Pelayanan Kesehatan.

Pendampingan dan pembinaan kepada remaja di Pedukuhan Kepundung Kalurahan Giripurwo Kapanewon  dilakukan oleh lintas sektor dan sudah bisa berjalan dengan baik, terbukti sudah terbentuk Posyandu Remaja “SATRIA” yang di ketuai oleh Saudara Fikriadi. Selama ini Posrem “Satria” didampingi oleh Dwi Suprihatin Rahayu, A.Md., SKM sebagai pelaksana PKPR (Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja) di UPT Puskesmas Girimulyo I.  Posyandu remaja adalah salah satu indikator kinerja PKPR . Setiap puskesmas, PKPR wajib membina 1 posyandu remaja dan memberikan pelayanan konseling pada remaja di puskesmas. Saat ini telah membina 7 posyandu remaja. Pembinaan dilakukan secara tim   dengan materi pembinaan mengacu juknis dan modul pendidikan kesehatan remaja di luar sekolah .

Posyandu Remaja Satria merupakan salah satu percontohan bagi posyandu lain di sekitarnya, yang aktif melakukan sesi diskusi seputar kesehatan remaja setidaknya selama satu kali dalam satu bulan dengan pendampingan dari Puskesmas Girimulyo I. Para remaja di Posrem Satria juga aktif melakukan perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi dari setiap kegiatan yang dilakukan. Jalan dusun yang berliku dan berada di wilayah pegunungan, ditambah dengan sinyal komunikasi yang tidak stabil tidak menyurutkan para remaja untuk aktif berkegiatan. Perbedaan antara sebelum dan sesudah pelaksanaan posrem yang dirasakan oleh remaja, antara lain:

  • Remaja belajar memiliki konsep diri, nilai dan norma
  • Paham cara berkomunikasi dengan sebaya maupun masyarakat di sekitarnya
  • Belajar memahami pendapat satu sama lain
  • Mengetahui status kesehatan diri sendiri
  • Memiliki keterampilan hidup bersih dan sehat
  • Memiliki kepercayaan diri terutama untuk berbicara di depan orang lain
  • Tahu caranya melakukan pemeriksaan kesehatan seperti mengukur tekanan darah dan menghitung indeks masa subur

Kontak Kami

JL. Gondosuli No.6 Yogyakarta Kota Yogyakarta DIY 55231 Indonesia
dinkes@jogjaprov.go.id
+62274563153
(0274)512368

Kunjungan

  • Hari Ini

  • 186
  • Bulan Ini

  • 617.886
  • Total Kunjungan

  • 6.737.628