Detail Artikel


  • 26 Juli 2023
  • 17.638
  • Artikel

Instrumentasi Survei Kesehatan Indonesia 2023 (Riskesdas 2023)

Survei Kesehatan Dasar (SKI) sebelumnya lebih dikenal dengan nama Riskesdas (Riset kesehatan Dasar). Tahun 2023 merupakan periode ke empat dalam penyelenggaraan Riskesdas. SKI  merupakan kegiatan survei berkala yang dilakukan untuk mengevaluasi hasil pembangunan kesehatan melalui berbagai indikator kesehatan masyarakat sebagaimana telah diamanahkan dalam RPJMN. Riskesdas juga memiliki fungsi sebagai dasar dalam perencanaan pembangunan kesehatan berikutnya.

Sampai dengan tahun 2023, telah dilaksanakan sebanyak tiga kali Riskesdas yang menghasilkan Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat untuk menilai disparitas pembangunan kesehatan di tingkat kabupaten/kota. Dimulai tahun 2023, kegiatan Riskesdas / SKI ini akan diintegrasikan dengan pengukuran status gizi melalui mekanisme single survei.

Tujuan SKI adalah untuk menilai status kesehatan masyarakat termasuk status gizi di Indonesia, menentukan indeks pembangunan kesehatan masyarakat di tingkat kabupaten/kota dan memberikan gambaran permasalahan mobilitas serta faktor risiko pada tingkat nasional berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.

Manfaat dari penyelenggaraan SKI di tingkat nasional adalah sebagai data dasar penyusunan program RPJMN 2024-2029, kemudian melakukan evaluasi pembangunan kesehatan masyarakat dan sebagai sumber data basement capaian beberapa indikator SDG’s yang juga mungkin akan menjadi target global lainnya. Manfaat untuk provinsi dan kabupaten/kota akan menjadi data dasar dan penyusunan program pembangunan kesehatan di daerah

Survei Kesehatan Indonesia 2023 menggunakan disainya Potong Lintang (Cross Sectional) dengan menggunakan kerangka sampel BPS sebanyak 34.500 blok sensus yang masing-masing blok sensus terdiri dari 10 rumah tangga ada 345.000 rumah tangga yang khusus untuk rumah tangga secara penuh untuk survei besar. Sementara untuk pengukuran status kesehatan dan status gizi balita karena khusus balita maka sampel oleh BPS ditambah menjadi rumah tangga balita yang juga 345.000 rumah tangga balita. Dengan adanya irisan maka diperkirakan jumlah total rumah tangga yang dikunjungi menjadi 586.000 rumah tangga. populasinya seluruh rumah tangga di Indonesia mencakup provinsi dan kabupaten/kota yaitu 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota. Bahwa pelaksanakan dilakukan secara bersama-sama dengan pemerintan daerah dan pengawalan serta monitoring lintas kementerian dan lembaga.

SDM yang terlibat dalam SKI-2023 mencapai 11.552 enumerator dengan kriteria minimal D3 yang akan dipilih dan direkrut oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/kota. SDM sleanjutnya adalah 34.500 kader Posyandu, 7500 Tenaga Puskesmas dan 3000 tenaga Dokter Gigi yang mendapat dukungan dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia.

Aktivitas yang akan dilaksanakan adalah wawancara, observasi, pengukuran, penimbangan, pemeriksaan gigi mulut serta pemeriksaan laboratorium di lapangan dengan tes cepat yaitu untuk mengetahui HB RDT malaria, gula darah dan pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan kimia klinis serta serologi seperti Kekebalan terhadap penyakit ya melalui imunitas dan retinol setiap vitamin A.

Instrumen dan variabel yang sudah disiapkan yaitu dikategorikan Kesmas, Biomedis dan Gigi Mulut. Instrumen yang digunakan terdiri dari kuesioner, formulir, pedoman dan lain-lain. Kuesioner disediakan untuk wawancara pada konteks rumah tangga, individu, rumah tangga balita dan  kuesioner gigi mulut. Untuk formuilr disiapkan untuk updating rumah tangga, lembar tambahan kesehatan jiwa, pemeriksaan biomedis, gigi mulut dan laboratorium. Formulir updating disiapkan digunakan untuk mengupdate daftar rumah tangga yang telah didapatkan dari BPS. Update tyang diperoleh di lokasi selanjutnya akan dinilai apakah masih ada. Jika masih ada maka tidak perlu diganti, namun jika sudah tidak ada BPS akan memilihkan kembali rumah tangga yang digantikan

Pedoman yang disiapkan dalam SKI meliputi buku peraga, pedoman pengisian kuesioner, pedoman manajemen data, biomedis dan pemeriksaan gigi mulut. Instrumen lain yang disiapkan adalah naskah persetujuan (PSP) dan kartu hasil. Dalam hali ni nantinya masyarakat akan mendapatkan hasil beberapa yang didapatkan dari tes cepat dalam pemeriksaan biomedis dan gigi mulut.

Apa saja data yang akan diperoleh nantinya?. SKI-2023 akan menyasar 32 indikator Renstranas, 5 dari 17 indikator RPJMN, 47 indikator Global Burden Disease, 41 dari 169 indikator SDG’s dan 38 indikator program Kementerian Kesehatan. Penentuan indikator-indikator tersebut telah dibicarakan di tahun sebelumnya bersama lintas kementerian dan lembaga dan program Kementerian Kesehatan. Selanjutnya juga telah disarankan oleh BPS

Timeline akan di bagi menjadi 3 Korwil masing-masing diharapkan minggu pertama Juli Korwil akan memimpin rapat koordinasi tingkat Korwil dilanjutkan rapat koordinasi tingkat provinsi. Paska rapat tingkat provinsi dan kab/kota maka akan dilakukan pelatihan-pelatihan di mana enumerator sebelum turun ke lapangan. Diharapkan bahwa awal Agustus SKI sudah bisa dilaksanakan. Manajemen data dirancang untuk realtime. Petugas lapangan akan langsung dapat mengirim dan cleaning. Apabila terdapat hal yang harus dikonfirmasi ulang ke lapangan, maka akan dilakukan konfirmasi segera. Seluruh proses ini dilaksanakan dengan target waktu yang sangat pendek dan ketat.

Penulis : Bidang SDK (Ags)

Kontak Kami

JL. Gondosuli No.6 Yogyakarta Kota Yogyakarta DIY 55231 Indonesia
dinkes@jogjaprov.go.id
+62274563153
(0274)512368

Kunjungan

  • Hari Ini

  • 8.246
  • Bulan Ini

  • 1.728.429
  • Total Kunjungan

  • 21.847.085