Detail Artikel


  • 30 Maret 2019
  • 1.837
  • Artikel

Dengan Germas Ibadah Haji Menjadi Istimewa

Ibadah haji merupakan rukun islam  yang ke lima, bisa diartikan bila seorang muslim yang mampu belum melaksanakan ibadah haji terasa belum sempurna keislamannya. Saat ini kesdaran muslim di Indonesia untuk melaksanakan ibadah haji cukuplah tinggi, terbukti bahwa antrian/waiting list (daftar tunggu) rata-rata 20 tahun lebih. Dengan kondisi tersebut, maka sebagian besar jemaah haji Indonesia dalam usia lanjut. Salah satu syarat ibadah haji adalah mampu, mampu dalam hal ini dapat diartikan sebagai mampu dalam hal biaya, sarana transportasi, jasmani dan rohani. Sehat jasmani dan rohani serta terhindar dari berbagai penyakit saja tidak cukup untuk melaksanakan ibadah haji dengan sempurna. Karena dalam ibadah haji diperlukan fisik yang sehat dan bugar agar rangkain rukun haji dapat dilaksanakan secara maksimal. Salah satu upaya agar ibadah haji dapat dilaksanakan dengan sempurna adalah dengan menerapkan GERMAS bagi calon jemaah haji sejak sebelum keberangkatan, pelaksanaan sampai pada kehidupan sehari-hari setelah kepulangan ibadah haji agar meraih haji yang mabrur.

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Pelaksanaan GERMAS harus dimulai dari diri sendiri dan keluarga, karena keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian. GERMAS dapat dilakukan dengan cara melakukan aktifitas fisik, mengonsumsi sayur dan buah, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, memeriksa kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan, dan menggunakan jamban sehat. Pada tahap awal, GERMAS secara nasional dimulai dengan berfokus pada tiga kegiatan, yaitu melakukan aktivitas fisik 30 menit per hari, mengonsumsi buah dan sayur; dan memeriksakan kesehatan secara rutin. Tiga kegiatan tersebut dapat dimulai dari diri sendiri dan keluarga, dilakukan saat ini juga, dan tidak membutuhkan biaya yang besar. GERMAS merupakan gerakan nasional yang diprakarsai oleh Presiden RI dan dituangkan dalam Inpres No 1 Tahun 2017 yang mengedepankan upaya promotif dan preventif, tanpa mengesampingkan upaya kuratif-rehabilitatif dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam memasyarakatkan paradigma sehat mulai dari individu, keluarga, dan masyarakat dalam mempraktekkan pola hidup sehat. Selanjutnya akademisi, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi profesi ikut berperan dalam menggerakkan anggotanya untuk berperilaku sehat.

Ada Tiga pesan GERMAS yang harus dilaksanakan Jamaah Calon Haji (JCH) agar ibadah haji menjadi istimewa. Yang pertama, rajin memeriksakan diri ke layanan kesehatan, seperti di Puskesmas dan pelayanan kesehatan yang lain. Sebelum pelunasan. Pemerintah mensyaratkan JCH  melakukan medical check up/cek kesehatan untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Cek kesehatan ini bukan hanya bertujuan untuk menentukan bisa berangkat atau tidak, tapi lebih penting untuk mengetahui kondisi kesehatan JCH agar dapat dilakukan upaya yang tepat baik sebelum berangkat maupun saat di Tanah Suci. Program selanjutnya yang dilaksanakan pemerintah adalah melakukan pengukuran kebugaran bagi JCH. Dari hasil kegitatan tersebut sebagai bahan acuan bagi JCH untuk melakukan beberapa kegiatan agar kondisi kesehatan dan kebugaran sesuai dengan yang diharapkan. Yang kedua, rajin melakukan aktivitas fisik. Aktifitas fisik bisa dilakukan sesuai dengan kondisi masing-masing individu, baik dari segi kesehatan maupun umur. Bagi yang sehat dan masih muda tentunya aktifitas fisiknya berbeda dengan yang sudah lansia. Aktifitas fisik bisa dilakukan dari hal yang paling ringan, misalnya jalan- jalan keliling kompleks setelah jamaah shalat subuh. Dan itu juga bisa jadi latihan saat berada di Tanah Suci. Yang ketiga, perbanyak makan sayur dan buah. Bagi JCH yang selama ini kurang menyukai bauh dan sayur, maka harus dibiasakan makan buah dan sayur, baik sebelum berangkat maupun ketika berada di Tanah Suci. Karena buah dan sayur merupakan sumber vitamin yang akan meningkatkan kesehatan dan kebugaran. Di Tanah suci nanti banyak yang bersedekah dengan membagikan buah, itu dimakan jangan disimpan lagi untuk oleh-oleh. Ketiga hal tersebut, dibutuhkan bagi JCH karena pelaksanaan ibadah haji memerlukan  fisik yang kuat agar ibadah haji lebih istimewa dan maksimal.

 

Kontak Kami

JL. Gondosuli No.6 Yogyakarta Kota Yogyakarta DIY 55231 Indonesia
dinkes@jogjaprov.go.id
+62274563153
(0274)512368

Kunjungan

  • Hari Ini

  • 392
  • Bulan Ini

  • 1.728.429
  • Total Kunjungan

  • 21.863.905