Detail Artikel


  • 22 Juni 2023
  • 1.502
  • Artikel

GERAI MAMI GIZELA (Gerakan Remaja Untuk Penuhi Makan Minum Gizi Lengkap Pada Balita)

Keberdayaan Remaja Meningkatkan Keberhasilan Penanggulangan Balita KEP dan Stunting

 “GERAI MAMI GIZELA” yang merupakan akronim dari Gerakan Remaja Penuhi Makan Minum Gizi Lengkap Balita. Gerai Mami Gizela merupakan inoasi penulis yang digagas dengan tujuan menggerakan remaja dalam upaya penanggulangan Balita KEP dan Stunting di wilayahnya. Tahapan keterlibatan peran remaja ini dilakukan melalui peningkatan pengetahuan remaja tentang pemberian makanan bayi balita, kesehatan serta perubahan perilaku hidup bersih dan sehat.

Selanjutya para remaja tersebut didorong untuk dapat berperan untuk pendampingan, menyampaikan informasi tentang pemantauan pertumbuhan kepada orang tua/keluarga dan berbagai kegiatan pendukung lainnya. Dengan pelibatan remaja ini juga akan memberikan multi efek berupa pengaruh positif atas pemahaman dan kesadaran yang lebih baik yagn akan memberikan dampak pada diri dan juga kelompok sebanyanya. 

Pencapaian tujuan inovasi tersebut disadari penulis tidak akan berhasil jika hanya dilakukan oleh penulis atau Puskesmas, oleh karenanya dibutuhkan dukungan dari berbagai untuk bermitra mengembangkan program di wilayah. Dalam hal ini pengalaman kerja penulis di wilayah yang sudah cukup lama memberikan pemahaman tentang banyaknya potensi yang bisa diajak bermitra.

Agar inovasi dapat berjalan maka langkah paling awal yang dilakukan penulis adalah melakukan konsultasi dan advokasi kepada pimpinan. Tahapan ini dimaksudkan agar program yang digagas penulis dapat memperoleh persetujuan dan mendapat dukunagn baik kebijakan maun anggaran. Kebijakan pimpinan selanjutnya akan memberikan dampak dorongan program-program lain di internal puskesmas ikut serta mendukung gagasan ini. Proses selanjutnya adalah pembentukan tim puskesmas pada bulan Mei 2021 meliputi tenaga gizi, bidan, promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, Dokter, tenaga farmasi, penanggung jawab UKM, administrasi dengan Kepala Puskesmas sebagai penanggungjawab. Tim ini telah ditetapkan dengan SK Kepala Puskesmas.

Mitra eksternal pertama yang menjadi sasaran penulis dan Tim Puskesmas adalah lintas sektor di level Kapanewon (Kecamatan) dan Kalurahan (Kelurauhan / Desa). Kemitraan ini dimulai dengan sounding kepada pimpinan wilayah dan sektor terkait. Koordinasi dan sosialisasi selanjutnya telah dilaksanakan dengan Panewu Sedayu (Camat), Lurah Argosari, Karang Taruna, Bhabinsa dan Bhabinkantibmas, PLKB, Dukuh dan Kader posyandu. Kegiatan-kegiatan koordinasi pada akhirnya telah menetapkan gagasan penulis untuk dijadikan sebagai agenda dan menjadi kebijakan setempat.

Kegiatan mulai dilaksanakan pada 20 September 2021 bersamaan dengan pertemuan DB4MK di Balai Kalurahan Argosari dengan peserta kader posyandu dan 10 remaja Dusun Klangon. Sementara Implementasi Gerai mami Gizela di mulai pada bulan September 2021. Kegiatan saat ini semakin berkembang dengan semakin banyaknya remaja yang terlibat. Untuk terus dapat menjaga komitmen dan motivasi maka telah digagas pula media komunikasi dengan memanfaatkan media WhatsApp Grup (WAG) Gerai Mami Gizela.

Tahapan inovasi GERAI MAMI GIZELA diawali dengan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) pada rematri di dusun. Ada 64 remaja putri yang rutin minum TTD setiap hari Jumat. Melalui kegiatan ini disampaikan pesan pencegahan anemia remaja dan stunting.  Beberapa kegiatan pada program inovasi ini adalah:

Kerak Telor Simbah

Kerak telor Simbah merupakan akronim dari Kelas untuk Telaah Informasi Makanan Balita dan Kesehatan. Dalam kegiatan ini remaja diberikan materi tentang peran remaja dalam pencegahan stunting, makanan balita yang sesuai anjuran dan materi kesehatan lainnya pendukung pencegahan KEP dan stunting pada balita. Kegiatan dilakukan bersamaan dengan pertemuan lain ataupun pertemuan khusus remaja. Materi kesehatan tentang pemantauan pertumbuhan balita (Kartu Menuju Sehat), Deteksi Tumbuh Kembang Balita (DTKB), Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) dan juga info kesehatan lain yang dapat diakses melalui : https://s.id/MateriKesehatanbyNanik

Kue Donat

Kue Donat merupakan akronim dari Kumpulkan Uang Empati dan Donasi untuk PMT. Kegiatan ini melibatkan remaja dalam pengadaan/mengumpulkan uang sodaqoh dari sampah warga (RSS) dan atau donatur lainnya untuk PMT balita dan bumil. Pada tahun 2021 telah terkumpul dana Rp120.000,- dan meningkat di tahun 2022 menjadi Rp 375.000,-. PMT yang diberikan adalah lauk hewani, buah dan ice cream formula khusus yang merupakan rancangan dokter spesialis anak RS PKU Muhammadiyah Bantul.

Bakwan

Bakwan merupakan akronim dari Beri Apresiasi pada Kartu Pemantauan pertumbuhan. Remaja dalam hal ini berperan dalam memantau status pertumbuhan balita (Naik/Tidak naik) dari hasil penimbangan balita di posyandu menggunakan form Bakwan yang telah didisain oleh penulis. Selanjutnya berdasarkan isian dalam form para remaja tersebut akan menentukan  atau merancang kegiatan pendampingan. Untuk form laporan telah disiapkan dapat dilihat di : https://s.id/FormLaporanGeraiMamiGizela.

Ramen Ping-Pong

Ramen Pingpong merupakan akronim dari Remaja Melakukan Pendampingan pada Orang Tua Balita. Kegiatan ini berisi aktifitas para kader remaja untuk :

  1. Menggali permasalahan penyebab balita tidak naik berat badannya. Untuk sebagai referensi pedoman para remaja tersebut untuk pengkajian digunakan formulir laporan pendampingan dan dilakukan kunjung rumah.
  2. Memberikan konseling kepada orang tua/keluarga balita sesuai kondisi permasalahan dengan menggunakan referensi yang ada dalam media leaflet/buku KIA. Materi konseling diantaranya adalah pemilihan menu yang tepat untuk balita sesuai pesan gizi seimbang dan isi piringku, pola makan/jadwal makan untuk balita yang lebih konsisten, variasi menu makan, dan anjuran untuk anak diobati jika sakit.
  3. Cooking class bersama keluarga balita oleh para kader remaja dengan menggunakan pedoman dalam buku KIA. Pelaksanaan cooking class ini mendapatkan pendamping dan konsultasi kepada tim puskesmas. Banyak kreatifitas yang selanjutnya telah berkembang dalam aktifitas yang semakin meningkatkan minat ibu dan para kader remaja rendiri. 

Cakrok

Cakrok merupakan akronim dari Candaan Anak Muda Rembug Obrolan Kesehatan.yang mendukung peningkatan N/D dan kegiatan kesehatan lainnya dengan berbagai sasaran.

Taman Mami Gizela

Taman Mami Gizela merupakan akronim dari Tempat Anak Mendapatkan Pelayanan Makan Minum Gizi Lengkap Balita. Kegiatan ini sebenarnya merupakan program integrasi dari kader Remaja dalam pelaksanaan posyandu balita. Para kader Remaja dalam hal ini melakukan aktifitas untuk membantu para kader balita di bagian pendaftaran, pencatatan, edukasi pada pengantar balita dan atau pemberian PMT.

Konsep dasar inovasi ini adalah kemitraan dengan menggandeng berbagai pihak. lintas sektor yaitu Kalurahan Argosari, RSS, CSR Pertamina dan RS PKU Muhammadiyah Bantul.

Hasil pelaksanaan program inovasi ini terlihat dari hasil tes pengetahuan remaja tentang kesehatan gizi anak meningkat rata-rata diatas 25%. Remaja lebih berperan serta aktif dalam pemantauan pertumbuhan balita. Dari bulan Januari 2022 hasil penimbangan posyandu diberi apresiasi oleh remaja dan ditindaklanjuti dengan pendampingan pada orang tua balita. Pendampingan remaja ini sudah dilakukan kepada 13 balita atau 21,6% dari 60 jumlah balita, dan meningkat jumlahnya menjadi 41 balita atau 68,3% dari  60 balita di tahun 2023.

Inovasi ini berhasil menaikkan capaian N/D sebesar 1,54% dari 47,62% di tahun 2021 menjadi 49,16% di tahun 2022, jumlah balita KEP menurun 1 anak dari  5 anak sebelumnya menjadi  4 anak, dan jumlah balita stunting menurun 1 anak dari  6 menjadi 5 anak serta tidak ada penambahan balita KEP dan balita stunting baru.

Program inovasi ini terus berlanjut karena adanya komitmen dan dukungan dari berbagai pihak yaitu tim puskesmas, remaja, kader, masyarakat, dan lintas sektor. Dukungan berupa SK pembentukan tim inovasi gerakan remaja pendamping gizi balita di Kalurahan Argosari, kegiatan dan pendanaan secara terpadu berasal dari masyarakat (swadana RSS), swasta (CSR Pertamina) serta pemerintah (anggaran Kalurahan, Biaya Operasional Kesehatan, dan BLUD). Komitmen dan dukungan ini selalu dibangun untuk keberhasilan serta keberlanjutan inovasi sebagai dedikasi yang tinggi terhadap profesi penulis yaitu sebagai nutrisionis.

Inovasi ini sudah menarik DPC Persagi Bantul dan lintas sektor terkait untuk bergerak bersama mereplikasi kegiatan kerak telor simbah di tahun 2023 ini. Replikasi sudah di semua dusun di Argosari dengan sasaran 2 remaja per dusun. Kegiatan taman mami gizela sudah direplikasi di 2 dusun di Argomulyo yaitu Kaliberot dan Surobayan. Selanjutnya, kegiatan program inovasi akan direplikasi menyesuaikan situasi dan kondisi masing-masing. Pengembangan inovasi ini adalah pembentukan posyandu remaja kerjasama dengan bidang pengabdian masyarakat dari Dikti Universitas Alma Ata.

Penulis : Nanik Sri Suparyanti,A.Md.,Gz.~

Editorial : Bidang SDK (Agus)

Daftar Pustaka

Dinas Kesehatan DIY.2021. Profil Kesehatan DIY Tahun 2021.Yogyakarta: Dinas Kesehatan DIY

Kemenkes RI. 2020. Rencana Strategis Kementrian Kesehatan Tahun 2020-2025. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Kemenkes RI. 2021. Kurikulum Pelatihan Pemantauan Pertumbuhan bagi Tenaga Kesehatan tahun 2021. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI

Kemenkes RI. 2021. SSGI. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI

Program Gizi Puskesmas Sedayu 1. 2020. Profil Gizi Tahun 2019. Yogyakarta

Program Gizi Puskesmas Sedayu 1. 2021. Profil Gizi Tahun 2020. Yogyakarta

Seksi Gizi dan KIA Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul. 2022. Profil Gizi Tahun 2021. Yogyakarta

Kontak Kami

JL. Gondosuli No.6 Yogyakarta Kota Yogyakarta DIY 55231 Indonesia
dinkes@jogjaprov.go.id
+62274563153
(0274)512368

Kunjungan

  • Hari Ini

  • 386
  • Bulan Ini

  • 1.728.429
  • Total Kunjungan

  • 22.620.321