Detail Info Kegiatan


  • 31 Maret 2022
  • 195
  • Info Kegiatan

Audiensi ISMAFARSI JOGLOSEPUR

Pada tanggal 4 Maret 2022 bertempat di Aula C Dinas Kesehatan DIY, Seksi Stantesa bersama Seksi Farmakmin dan alkes Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan DIY menerima kunjungan senat mahasiswa farmasi yang tergabung dalam ISMAFARSI (Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia).

Kunjungan ini merupakan rangkaian Kegiatan ACSOO (Aproach and Collaboration with Stakeholder and also ORMAWAKES berupa kunjungan dari ISMAFARSI (Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia ) Wilayah Joglosepur (DIY-Jateng) yang dilakukan secara nasional dengan tujuan:

  1. Membantu pemerintah melalui peran serta dalam pembangunan bidang kesehatan
  2. Menyampaikan Pengenalan ISMAFARSI
  3. Pemaparan Program Kolaborasi : KIE Stunting
  4. Audiensi Isu Kefarmasian : Peredaran Obat di Gerai Retail Non Fasilitas Kesehatan

Rombongan mahasiswa dipimpin oleh oordinator ISMAFARSI  Wilayah Joglosepur (DIY-Jateng) Rosa Sayentina Amin.  Peserta audiensi yang hadir merupakan perwakilan dari ISMAFARSI Wilayah Joglosepur dan anggotanya yang berasal dari kampus UGM, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Ngudi Waluyo Semarang, Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Pada kesempatan ini juga dilakukan Penyampaian proposal kerjasama untuk kegiatan ISMAFARSI : Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) ISMAFARSI JOGLOSEPUR dengan tema “Kampanye Pencegahan Stunting”. Bentuk kegiatannya berupa kampanye pemberian informasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan stunting. Targetnya dapat terlaksana kegiatan di 10 apotek oleh 10 Apoteker Edukator, 40 Relawan, dan 1000 strip vitamin yang telah Tersalurkan kepada masyarakat.

Selain itu disampaikan pula Audiensi Isu kefaramasian mengenai maraknya Peredaran Obat di Gerai Retail Non Fasilitas Kesehatan. Ismafarsi menyampaikan keprihatinannya karena di lapangan obat masih dapat dengan mudah dijumpai di gerai retail non-fasilitas kefarmasian, padahal ketersediaan obat merupakan salah satu komitmen pemerintah dalam melaksanakan pelayanan Kesehatan. Pemerintah sebaiknya lebih mengupayakan tingkat keamanan dan kesejahteraan rakyat dengan menjamin regulasi dan pengawasan yang baik terhadap obat demi memberantas peredaran komoditas obat yang tidak sesuai dengan hukum guna untuk mencegah kesalahgunaan (mis-use) dan penyalahgunaan obat (drug abuse). 

Menurut Ismafarsi terdapat problematika terkait peredaran obat di lapangan, diantaranya :

  1. Maraknya peredaran obat pada gerai retail non-faskes yang tidak memenuhi kualifikasi 
  2. Kurangnya pemahaman masyarakat terkait penggunaan obat dan peran tenaga kefarmasian 
  3. Kurangnya pengetahuan pelaku usaha terkait regulasi peredaran obat 

Rendahnya pengawasan peredaran obat yang dilakukan oleh lembaga terkait

Kontak Kami

JL. Gondosuli No.6 Yogyakarta Kota Yogyakarta DIY 55231 Indonesia
dinkes@jogjaprov.go.id
+62274563153
(0274)512368

Kunjungan

  • Hari Ini

  • 2.658
  • Bulan Ini

  • 770.002
  • Total Kunjungan

  • 7.221.859