Detail Artikel


  • 25 Juli 2018
  • 3.524
  • Artikel

APA ITU STUNTING (KEKERDILAN)? KENALI TANDA, PENYEBAB, DAN RISIKONYA

Saat ini pengendalian stunting (kekerdilan) menjadi salah satu program prioritas nasional Indonesia yang melibatkan berbagai sektor, tidak hanya bidang kesehatan. Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki 2 kabupaten yang menjadi lokus utama pengendalian stunting (kekerdilan). Sebetulnya apakah stunting (kekerdilan) itu?

Stunting merupakan kondisi dimana tinggi badan seseorang ternyata lebih pendek dibanding tinggi badan orang lain pada umumnya (seusia). Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya asupan gizi yang diterima janin atau bayi (ASI bagi bayi sampai usia 6 bulan, dan MPASI bagi bayi di atas 6 bulan). Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada awal masa anak lahir, tetapi stunting (kekerdilan) baru nampak setelah anak berusia 2 tahun. Selain asupan, kekerdilan juga disebabkan oleh beberapa hal, antara lain :

  1.         Faktor gizi buruk yang dialami oleh ibu semasa hamil
  2.        Kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi pada saat sebelum, saat kehamilan, serta   setelah ibu melahirkan   
  3.        Terbatasnya akses pelayanan kesehatan pada saat kehamilan maupun setelah kehamilan, dan;  
  4.       Masih rendahnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang menyebabkan anak mudah terinfeksi penyakit sehingga pertumbuhannya tidak optimal

 

Bagaimana tanda-tanda bahwa anak mengalami kekerdilan? Kita perlu mengamati ciri-ciri berikut ini:

  • .      Pertumbuhan anak terlambat (anak terlihat lebih pendek dibanding anak seusianya) dan semakin melambat
  •          Pertumbuhan gigi terlambat
  •          Wajah anak lebih muda dari usianya
  •         Tanda pubertas terlambat
  •          Pada usia 8-10 tahun anak cenderung pendiam, tidak banyak melakukan kontak mata
  •           Performa buruk pada tes perhatian dan memori belajar

 

Lantas, apakah kekerdilan itu berbahaya? Ini risikonya jika anak mengalami kekerdilan:

  1.           Anak menjadi mudah sakit
  2.   .      Kemampuan kognitif anak jadi berkurang
  3.   .       Fungsi-fungsi tubuh tidak seimbang
  4.   .      Postur tubuh tidak maksimal saat dewasa
  5.   .      Saat tua berisiko terkena penyakit yang berhubungan dengan pola makan

Nah kita sekarang paham bahwa kekerdilan terjadi melalui proses yang cukup panjang dan memiliki dampak yang tidak hanya merugikan bagi si anak, tetapi juga bagi generasi muda bangsa Indonesia. Cegah kekerdilan sebelum terlambat !

Ini yang bisa kita lakukan untuk mencegah kekerdilan :

  • 1.      Jaga asupan sejak kehamilan : konsumsi makanan bergizi dan dapatkan tablet tambah darah minimal 90 tablet selama kehamilan
  • 2.       Periksa kehamilan dan persalinan di layanan kesehatan dengan dokter atau bidan
  • 3.       Pastikan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) segera setelah persalinan
  • 4.       Berikan asi ekslusif pada bayi sampai usia 6 bulan, dan diteruskan sampai 2 tahun
  • 5.       Berikan makanan pendamping ASI untuk bayi di atas 6 bulan
  • 6.       Berikan imunisasi dasar lengkap
  • 7.       Selalu pantau pertumbuhan anak di Posyandu
  • 8.       Jangan lupa lakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)

Mari bersama-sama kita cegah STUNTING !!!!

Kontak Kami

JL. Gondosuli No.6 Yogyakarta Kota Yogyakarta DIY 55231 Indonesia
dinkes@jogjaprov.go.id
+62274563153
(0274)512368

Kunjungan

  • Hari Ini

  • 20.730
  • Bulan Ini

  • 1.728.429
  • Total Kunjungan

  • 21.024.491