1 2 3 4 5
 
 
 
Login
Username
Password
daftar.gif
Polling
Jika anda sakit, kemana anda berobat?
Puskesmas
Dokter Praktek
Rumah Sakit
Beli obat yg dijual bebas
Pengobatan Alternatif
Lain-lain

Total pemilih: 162
Lihat hasil
Counter
Ad Statistik Pengunjung
» 147 Today
» 205 Yesterday
» 829 Week
» 2138 Month
» 10477 Year
» 48640 Total
Record: 267 (07.12.2009)
 
Info Penyakit
Dampak Ekonomi Akibat Penyebaran Penyakit H1N125-09-2009

Istilah flu babi atau flu Meksiko digunakan pada awal merebaknya penyakit tersebut, karena memang kasusnya dilaporkan pertama kali terjadi di negara Meksiko. Wabah flu babi ini diumumkan pertama kali oleh pemerintah Meksiko pada 23 April 2009. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kemudian mulai menggunakan istilah "Influenza A (H1N1)" untuk menyebut virus flu babi. WHO meninjau ulang istilah virus flu babi setelah datang keluhan bahwa istilah itu menyebabkan perdagangan daging babi terganggu. Bagaimana dampak ekonomi bagi Negara Meksiko sendiri? Dampak merebaknya Influenza A akan menjadi sangat luas bagi baik dalam skala internasional maupun lokal suatu negara. Sektor yang akan secara langsung merasakan dampak dari merebaknya Influenza A adalah pada sektor pariwisata. Sebagaimana yang terjadi di negara Meksiko, arus wisatawan ke negara tersebut secara menurun dengan sangat drastis. Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Meksiko dengan berusaha meyakinkan turis untuk terus berkunjung ke daerah wisata di negeri itu. Pemerintah menyatakan sejumlah wisata unggulan Meksiko masih bebas dari serangan Influenza A (H1N1). Para pejabat kesehatan Meksiko menyatakan lima kawasan pantai di Meksiko, Puerto Vallarta, Los Cabos, Mazatlan, Zihuatanejo, dan Cozumel sampai kini belum ada laporan kasus infeksi virus A/H1N1. Dampak kepada sektor pariwisata merupakan titik awal dari dampak selanjutnya yang pada akhirnya mempengaruhi sektor ekonomi secara keseluruhan. Serangan virus menghantam ekonomi Meksiko yang telah terpuruk akibat penurunan ekspor ke Amerika Serikat (AS). Pemerintah Meksiko tentu merasa khawatir wabah ini akan berdampak kepada industri pariwisata, dimana pariwisata merupakan sumber pendapatan pajak terbesar ketiga di negara tersebut. Diperkirakan bahwa kerugian industri pariwisata akibat wabah influenza A (H1N1) di Negara tersebut mencapai US$ 4 miliar tahun ini (lebih dari 40 triliun rupiah). Sebanyak 250.000 pekerjaan juga bisa hilang akibat serangan virus ini. Langkah gawat darurat yang dilakukan Pemerintah Meksiko diantaranya adalah mengurangi pajak dan meningkatkan kredit bagi industri pariwisata untuk mengatasi dampak penyakit ini. Bahkan Departemen Pariwisata berencana mengalirkan dana US$ 100 juta hanya untuk kegiatan promosi kembali pariwisatanya. Langkah pertama adalah berupaya menarik turis domestik untuk melancong di dalam negeri. Wabah flu ini membuat tingkat hunian hotel menurun tajam setelah Pemerintah AS memperingatkan agar warganya menunda perjalanan ke Meksiko. Imbauan ini tetap dipatuhi warga, bahkan setelah pemerintah Meksiko menyatakan kondisi kesehatan di negara itu telah membaik. Para pengelola hotel berupaya mengatasi kondisi ini dengan menawarkan paket pariwisata dengan harga murah. Bagaimana pengaruhnya terhadap kegiatan perekonomian Indonesia? Pandemi Influenza A jika menjadi kenyataan akan berdampak sangat buruk pada perekonomian. Sebab dengan terjadinya penularan dari manusia ke manusia maka segala aktivitas ekonomi yang dimotori oleh manusia akan terhenti. Kemungkinan hal ini bisa saja terjadi jika WHO mengumumkan peningkatan level wabah ini masuk ke level 6. Artinya penyebaran virus sudah menyebar dari manusia ke manusia antar negara sehingga secara otomatis semua kegiatan ekonomi harus diwaspadai. Apalagi dengan mobilitas manusia modern yang saat ini sangat cepat, penyakit ini bisa menyebar di mana saja. Orang bisa saja sekarang ini pagi bekerja di Jakarta, makan siang di Bangkok, kemudian malamnya tidur di Singapura. Oleh karena itu kekhawatiran pandemi akan berdampak serius ke transaksi bisnis. Dengan gambaran pandemi, maka warga negara manapun akan takut ke luar rumah, seperti belanja dan berbisnis. Oleh karena itu jika pandemi terjadi sebelum obat ditemukan, ekonomi praktis akan berhenti. Artinya dampak virus ini ke ekonomi bisa lebih dahsyat dibanding krisis finansial global. Badan Pusat Statistik (BPS) menduga merebaknya penyakit Influenza A (H1N1) bakal mempengaruhi kenaikan harga daging sapi. Pasalnya, daging sapi menjadi harapan masyarakat sebagai pengganti daging babi. Dengan adanya flu babi yang berkembang, suplai daging babi menjadi terbatas. Meski pengaruhnya bersifat besar tapi persentasenya sangatlah kecil, karena dari total konsumsi daging babi hanya menempati satu sampai dua persen saja di Indonesia serta masih terbatas pada kalangan tertentu saja. Menurut BPS, data tersebut menunjukkan efeknya baru terlihat pada bulan berikutnya. Hal ini berbeda dengan kasus flu burung yang terjadi tahun lalu, di mana daging ayam menjadi konsumsi utama sehingga dampaknya pada harga yang turun signifikan. Menurut beberapa pakar kesehatan penyakit ini relatif aman bagi negara–negara tropis termasuk Indonesia. Namun begitu tetap membawa pengaruh termasuk dalam bidang perekonomian. Meski secara ekonomi belum berdampak signifikan, tetapi pergerakan pengaruh influenza H1N1 mulai terlihat dampaknya. Sektor yang terkena seperti produk pertanian, pakan, makanan, dan harga saham. Untuk ekspor impor sudah mulai tertahan, tapi statusnya belum dibatalkan. Namun demikian dari sisi level pengaruh, peningkatan sudah mencapai level 5 sehingga untuk menjadi pandemi sesungguhnya, tinggal satu langkah lagi. Sementara untuk impor dari Amerika terutama dari mid west (pelabuhan di Teluk Meksiko) cukup banyak, dan merupakan komoditi esensial seperti kedelai dan pakan ternak. Kalau kondisi nanti semakin buruk, mungkin bisa saja perdagangan dihentikan walau sampai dengan saat ini belum terjadi. Sementara saat ini pemerintah Indonesia melalui keputusan Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan baru memberlakukan pelarangan impor produk babi dan turunannya yang jumlahnya mencapai 230 ribu volume ekspor per tahun. Menteri Pertanian akan mengatur tentang produk yang boleh dan tidak boleh di impor, dan Menteri Perdagangan akan mengatur terkait mekanisme masuknya barang ke Indonesia. Sektor lain yang terpengaruh oleh pandemi influenza H1N1 adalah penerbangan dan pariwisata. Namun begitu dampak penyebaran virus flu babi yang kini tengah melanda Meksiko, Amerika Serikat, dan Australia, belum terasa pada penurunan jumlah penumpang yang menggunakan armada penerbangan Indonesia. Hal ini kemungkinan karena maskapai penerbangan dari Indonesia tidak memiliki rute penerbangan langsung ke Amerika dan Eropa. Sektor lain yang terpengaruh adalah perdagangan dan penjualan daging babi. Di beberapa daerah seperti Nusa Tenggara Timur misalnya, sejak kasus virus H1N1 muncul di Meksiko, sejumlah petani peternak babi di NTT merasa khawatir akan kelanjutan usaha mereka. Virus H1N1 yang saat ini menghantui dunia masih diselidiki para ahli, apakah berasal dari ternak babi atau bukan. Meski NTT yang populasi babinya mencapai 1,5 juta ekor masih dikategorikan aman, tetapi pemerintah melalui dinas teknis telah mengambil berbagai langkah monitoring di lapangan. Berbagai rumah makan yang khusus menyediakan menu daging babi mengaku omzetnya turun drastis setelah isu Flu H1N1 mencuat. Tentu kita sebagai masyarakat Indonesia harus melakukan beberapa hal dari mulai yang sederhana yang bisa kita lakukan untuk mencegah penularan penyakit Influenza A (H1N1), sehingga tidak sampai terjadi pandemi seperti yang pernah disimulasikan oleh WHO maupun Departemen Kesehatan. Kita berharap semoga dampak penyakit ini tidak akan memperburuk keadaan perekonomian negara kita yang sampai saat ini belum membaik juga. Semoga……



Awas! Flu Baru H1N1....Sekali lagi mengenai Flu Babi13-05-2009

Zaman berubah semua berubah, begitu juga dengan penyakit. Kini muncul FLU BARU H1N1 (populer dengan Flu Babi) yang sudah melanda benua Amerika dan Eropa.



MENGENAL FLU SINGAPURA01-05-2009

"Flu Singapura" sebenarnya adalah penyakit yang didunia kedokteran dikenal
sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau penyakit Kaki, Tangan dan Mulut ( KTM ). Penyakit KTM ini adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus RNA yang masuk dalam famili Picornaviridae (Pico, Spanyol = kecil ), Genus Enterovirus ( non Polio ).................



WASPADA FLU BABI !01-05-2009

Flu babi merupakan penyakit influenza yang disebabkan virus influenza A subtipe H1N1. Namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengkonfirmasi bahwa beberapa kasus flu babi yang muncul di Meksiko merupakan strain baru virus H1N1 yang belum pernah ditemukan. Karena itu meski namanya flu babi, namun strain baru ini belum pernah ditemukan pada babi. Ancaman penyakit ini justru pada transmisi dari orang ke orang. (Reuters, Senin - 27/4/2009).



Waspada Campak!!04-02-2009

Sejak bulan Juli tahun 2008, Propinsi DIY telah melaksanakan Program Case Based Measles Surveillance (CBMS) atau Program Surveilans Campak Berbasis Kasus. Pada bulan Januari 2009 telah terjadi peningkatan kasus Campak Positif di Propinsi DIY terutama terjadi pada 3 wilayah Kab/Kota yaitu Kota Yogyakarta, Bantul dan Sleman. Langkah upaya penanggulangan yang telah dilambil yaitu ...



bottom_01

11-03-2010
 
spacer.gif
 
Hotnews
spacer_08.gif
Pencanangan Riskesdas 201003-03-2010

Riskesdas pada tahun 2010 telah dicanangkan oleh Menteri Kesehatan RI Ibu Endang Rahayu Setyaningsih pada Senin, 1 Maret 2010 lalu. Agak berbeda dengan Riskesdas 2007, Riskesdas 2010 lebih difokuskan pada indikator-indikator pencapaian MDGs ....


Surat Palsu Mengatasnamakan Pusdatin dan Surveilans Epidemiologi23-02-2010

Hati-hati bila menerima surat permintaan data yang mengatasnamakan Pusat Data dan Surveilans Epidemiologi Depkes yang ternyata suratnya palsu.


Seminar Nasional15-12-2009

Undangan Seminar nasional dengan tema : "Wujudkan lalu Lintas dan Angkutan Jalan Yang Lebih Bermarbat" Kerjasama POLDA DIY dan UPN"Veteran" Yogyakarta

 


 
Agenda
spacer_01.gif
AGENDA KEGIATAN PELATIHAN DI BAPELKES YOGYAKARTA JANUARI 201002-01-2010
FORKOM ORGANISASI PROFESI BIDANG KESEHATAN14-10-2009

Bertempat di Ruang Cendrawasih Wisma Kagama UGM Yogyakarta,pada tanggal 15 Oktober 2009


WORKSHOP PENYUSUNAN STANDAR KOMPETENSI PERAWAT GIGI14-10-2009

Bertempat di Ruang Cendrawasih, Wisma Kagama UGM Yk pada tanggal 22 - 23 Oktober 2009


 
Copyright © 2010 Dinas Kesehatan Provinsi DIY