PELATIHAN PPGDON

Dalam upaya mempercepat penurunan angka kematian Ibu telah ditempuh berbagai program, salah satunya adalah penyiapan Puskesmas mampu Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar ( PONED ) atau dilakukan rujukan ke rumah sakit Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensip ( PONEK ) untuk mendapatkan pelayanan yang lebih baik sesuai dengan tingkat kegawat daruratannya. Untuk itu diperlukan kesiapan sarana prasarana serta tenaga yang terampil dalam penanganan kegawat daruratan khususnya bagi ibu dan bayi. Saat ini di Provinsi DIY baru terdapat 3 ( tiga ) rumah sakit PONEK yaitu RSUP Dr. Sardjito,RS Panembahan Senopati Bantul dan RSUD Wates. Melihat persebaran rumah sakit PONEK di Provinsi DIY yang belum merata, maka perlu dilakukan penambahan rumah sakit PONEK di Provinsi DIY, dengan dilakukan pelatihan PPGDON, untuk memberikan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan dalam penanggulangan gawat darurat obstetric bagi rumah sakit PONEK maupun rumah sakit belum PONEK. Adapun Kompetensi yang diharapkan dari peserta PPGDON dalam menunjang PONEK adalah : 1. Mampu menyusun SOP penanggulangan gawat darurat obstetric neonatal dalam menunjang PONEK 2. Mampu menerapkan prinsip PPGDON dalam PONEK di rumah sakit. Sedangkan tujuan diadakannya pelatihan secara umum adalah Setelah selesai mengikuti pelatihan peserta diharapkan mampu memberikan pelayanan kegawat daruratan khususnya bagi ibu dan bayi dalam mendukung PONEK secara optimal. Dan tujuan secara khusus diharapkan peserta mampu : 1. Memahami prinsip-prinsip dalam PPGDON 2. Mapu Standar PONEK 3. Mampu mengintegrasikan dan memperagakan penanganan kegawat daruratan dalam penanganan komplikasi ibu dan bayi 4. Mampu mengidentifikasi/ menyusun protap-protap kegawat daruratan dalam PONEK. Pelatihan dilaksanakan di Gedung pertemuan Citra Boga Sleman mulai tanggal 30 Mei sampai dengan tanggal 3 Juni 2011, yang diikuti oleh 35 orang bidan yang bertugas di rumah sakit, RSKIA,RB,LKM Bapelkes Yogyakarta, dengan Narasumber dari RSUD Sleman ( dr. Achmad Priadi,Sp.OG dan dr.Tuti Darmawati,Sp.A. ) pelatihan ini di beayai dengan dana APBD Dinkes Provinsi DIY tahun 2011.

Berita Lainya