RAPAT KERJA KESEHATAN DAERAH PROVINSI DIY 2009

RAPAT KERJA KESEHATAN DAERAH PROVINSI DIY 2009


Prestasi telah diraih Provinsi DIY dengan dinyatakannya Provinsi DIY sebagai Provinsi dengan derajad kesehatan terbaik nasional pada tahun 2008. Prestasi terus tersebut berlanjut di tahun 2009 dengan prestasi nasional yang berhasil dicapai oleh hampir seluruh kabupaten/kota yang ada di DIY. Penyelenggaraan upaya kesehatan yang baik didukung oleh masyarakat dan berbagai sektor lain yang mendukung telah memberikan kontribusi kepada pencapaian prestasi tersebut. Pencapaian prestasi tersebut perlu untuk terus dipelihara dan ditingkatkan. Upaya mendasar untuk mempertahankan dan meningkatkan upaya kesehatan adalah peningkatan mutu upaya pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.

Peningkatan mutu upaya pelayanan kesehatan tidak hanya menjadi kewajiban jajaran kesehatan pemerintah di seluruh Provinsi DIY namun sebagaimana telah ditetapkan dalam Sistem Kesehatan Provinsi dan Kabupaten / Kota, adalah menjadi kewajiban seluruh elemen baik lintas sektor, swasta, maupun masyarakat.

Sebagai salah satu bentuk komitmen bagi pelaksanaan pengembangan mutu upaya pelayanan kesehatan sebagaimana disampaikan di atas, Dinas Kesehatan Provinsi DIY telah menyelenggarakan Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Provinsi DIY tahun 2009. Rakerkeda diselenggarakan pada tanggal 30 Desember 2009 di Hotel Matahari Jalan Parangtritis Kota Yogyakarta diikuti oleh 110 peserta yang berasal dari seluruh elemen dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan meliputi :

1.    Instansi pemerintah di bidang kesehatan (Dinas Kesehatan Provinsi/Kab/kota, Rumah Sakit, Akademis),
2.    Lintas sektor pemerintah yang terkait dengan bidang kesehatan baik di tingkat Provinsi, Kabupaten / Kota maupun instansi vertikal yang ada di Provinsi DIY,
3.    Masyarakat (Organisasi profesi, LSM, ormas/sos) yang terkait dengan kesehatan.
4.    Swasta (Penguasaha/industri, Rumah Sakit, Akademis)

Kegiatan Rakerkesda tahun 2009 dilaksanakan dengan nuansa yang sedikit berbeda dibandingkan dengan Rakerkesda pada tahun-tahun sebelumnya. Pada kesempatan ini Rakerkesda dirancang dengan memberikan tema khusus yang menjadi perhatian utama yang dalam hal ini adalah “Kebijakan Pengembangan Mutu Upaya Pelayanan Kesehatan”. 

Kegiatan Rakerkesda dilaksanakan dalam rangka memberikan informasi langsung kepada berbagai elemen penyelenggara pembangunan kesehatan mengenai rancangan pembangunan kesehatan khususnya dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan baik di tingkat Provinsi maupun di Kabupaten / Kota guna mencari masukan dalam penyempurnaan kegiatan dan program-program kerja. Rakerkesda juga dijadikan sebagai forum dalam penguatan komitmen pengembangan mutu upaya pelayanan kesehatan.

Rakerkesda menghadirkan pembicara dari Departemen Kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DIY, dan seluruh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/kota (kecuali Kabupaten Sleman yang diwakili oleh Kabid Yankes). Narasumber Depkes yang sedianya mengisi materi secara mendadak tidak dapat hadir. Materi kebijakan nasional tersebut pada akhirnya dirangkum oleh Bapak Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DIY.

Perspektif mutu dipaparkan oleh para penyaji dari setiap Kabupaten / Kota yang dipaparkan dengan background kebijakan masing-masing khususnya yang bersumber dari Rencana Strategis pembangunan kesehatan. Paparan juga disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan provinsi dengan tema yang sama. Hasil paparan memperlihatkan bahwa setiap kabupaten / kota secara keseluruhan telah mendisain rancangan kegiatannya yang berorientasi kepada mutu. Program yang dikembangkan dari setiap kabupaten / kota dan provinsi terlihat sangat inovatif dan beberapa diantaranya sangat radikal dan mendapatkan dukungan serta pengakuan tidak hanya dalam skala lokal tetapi juga nasional.

Berbagai program yang dikembangkan tidak hanya berkutat kepada aspek mutu dalam wilayah kuratif namun juga pada semua wilayah (preventif, promotof, kuratif, rehabilitatif). Meskipun demikian, dalam diskusi telah berkembang wacana yang menginginkan penguatan mutu yang lebih baik pada program-program pemberdayaan masyarakat. Masyarakat sebagaimana disampaikan oleh peserta,  adalah elemen utama dari penyelenggaraan pembangunan kesehatan. Masyarakat berperan penting dalam menciptakan kualitas pelayanan seperti dalam perancangan, pelaksanaan maupun dalam pengawasan.

Berbagai permasalahan dalam mengembangkan komitmen mutu juga disampaikan oleh para penyaji. Permasalahan sangat bervariasi dimulai dari masih rendahnya kapasitas fiskal daerah dan sumberdaya, maupun dalam komitmen terhadap penyelenggaraan pengembangan mutu pelayanan baik dari sisi pemberi pelayanan maupun dari eksekutif dan legislatif.

Berbagai masukan dari multistakeholder  yang hadir dalam pertemuan telah dibahas dan menjadi bahan acuan untuk perbaikan dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan  baik di tingkat Kabupaten / Kota maupun di Provinsi. Diantara poin-poin penting yang disampaikan oleh peserta adalah sebagai berikut :

a.    Pengembangan regulasi pelayanan kesehatan khususnya mutu pelayanan kesehatan
b.    Peningkatan akses terhadap pelayanan yang bermutu
c.    Peran pengendali dan pengawas Dinkes Kab/kota/Provinsi dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan pemerintah, swasta dan masyarakat termasuk pengobat tradisional
d.    Pemberdayaan masyarakat
e.    Pengembangan pembiayaan kesehatan
f.    Pengobatan rasional
g.    Tema-tema penting yang belum masuk dalam prioritas yang perlu untuk dikembangkan
h.    Pencapaian target mutu yang lebih tinggi
i.    Pengembangan lanjut Desa Siaga

Pada bagian akhir dari Rakerkesda kembali ditekankan mengenai perlunya komitmen mutu yang dilaksanakan dalam bentuk diskusi. Hasil diskusi telah menghasilkan beberapa poin mengenai komitmen mutu sebagai berikut :

1.    Tidak mentolerir penyelenggaraan dengan standar yang kurang baik
2.    Bersama berjuang mengembangkan kualitas melalui pengembangan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat
3.    Mengembangkan komitmen “Dari Jogja bagi Dunia”  dan dengan target “no more complaint”
4.    Mengembangkan langkah kebijakan yang tegas dan radikal untuk mendorong memecahkan batasan “hardrock” pencapaian derajad kesehatan
5.    Health Reform mutu termasuk pembiayaan kesehatan melalui sistem jaminan yang lebih merata dan peningkatan akses pelayanan kesehatan yang lebih baik

Demikian laporan hasil Rapat Kerja  Kesehatan Daerah Provinsi DIY tahun 2009, hasil selengkapnya dapat menghubungi Dinas Kesehatan Provinsi DIY cq. Subag Program :

Dinas Kesehatan Provinsi DIY
Subag Program - Sekretariat
Jl. Tompeyan TR.III nomor 201
Tegalrejo - Kota Yogyakarta
Telepon : (0274) 549511
Email : mgoesmin@yahoo.com
Terimakasih

 

Foto Kegiatan :

 

 

 


Berita Lainya