Detail Artikel


  • 28 September 2021
  • 84
  • Artikel

YANG PERLU DIINGAT TERHADAP RISIKO COVID-19 Di FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN

Pada tanggal 30 Januari 2020, WHO mengumumkan wabah sebuah coronavirus baru (COVID-19) sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia. Untuk menanggapi COVID-19, diperlukan kesiapan dan tanggapan yang bersifat kritis seperti memperlengkapi tenaga kesehatan dan manajemen fasilitas pelayanan kesehatan dengan informasi, prosedur, dan alat yang penting agar dapat aman dan efektif bekerja. tenaga kesehatan berperan penting dalam memberikan tanggap terhadap wabah COVID-19 dan menjadi tulang punggung pertahanan suatu negara untuk membatasi atau menanggulangi penyebaran penyakit. Di garis terdepan, tenaga kesehatan memberikan pelayanan yang dibutuhkan pasien suspek dan terkonfirmasi COVID-19, yang seringkali dijalankan dalam keadaan menantang. Petugas berisiko lebih tinggi terinfeksi COVID-19 dalam upayanya melindungi masyarakat lebih luas. Petugas dapat terpapar bahaya seperti tekanan psikologis, kelelahan, keletihan mental atau stigma. WHO menyadari tugas dan tanggung jawab besar ini serta pentingya melindungi tenaga fasilitas layanan kesehatan.

Materi Komunikasi Risiko COVID-19 untuk Fasilitas Pelayanan Kesehatan ini berisi delapan produk:

No.

Format

Judul Produk

Sasaran Pembaca Utama

Digunakan di

1

Poster

Bersiap menghadapi COVID-19 di fasilitas pelayanan kesehatan

Manajemen fasilitas pelayanan kesehatan

Bagikan dalam pelatihan dan rapat staf. Tempatkan di fasilitas pelayanan kesehatan agar dapat dilihat semua staf

2

Poster

Tatalaksana pasien suspek atau terkonfirmasi COVID-19 di fasilitas pelayanan kesehatan

Manajemen fasilitas pelayanan kesehatan

Bagikan dalam pelatihan dan rapat staf. Tempatkan di fasilitas pelayanan kesehatan agar dapat dilihat semua staf

3

Poster

Melindungi diri di tempat kerja dari COVID-19

Tenaga kesehatan

Bagikan dalam pelatihan dan rapat staf. Tempatkan di fasilitas pelayanan kesehatan agar dapat dilihat semua staf (mis., di pintu masuk/keluar ruang isolasi).

4

Poster

Alat Perlindungan Diri (APD) sesuai Kegiatan Pelayanan Kesehatan

Tenaga kesehatan

Bagikan dalam pelatihan dan rapat staf. Tempatkan di fasilitas pelayanan kesehatan agar dapat dilihat semua staf (mis., di pintu masuk/keluar ruang isolasi).

5

Selebaran

Berkomunikasi dengan pasien suspek atau terkonfirmasi COVID-19

Tenaga kesehatan

Bagikan dalam pelatihan dan rapat staf. Tempatkan di titik triase dan resepsi.

6

Selebaran

Informasi tentang COVID-19

Pasien dan pengunjung fasyankes

Cetak dan siapkan di titik triase dan stasiun

7

Poster

Menangani stres

Semua staf fasyankes

Bagikan dalam pelatihan dan rapat staf. Tempatkan di fasilitas pelayanan kesehatan agar dapat dilihat semua staf (mis., dapur atau ruang makan).

8

Poster

5 Saatnya Saya Mem-bersihkan Tangan

Semua staf fasyankes

Bagikan dalam pelatihan dan rapat staf.

Tempatkan di fasilitas pelayanan kesehatan agar dapat dilihat semua staf (mis., di pintu masuk/keluar ruang isolasi).

 

  1. MANAJEMEN FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN
  1. Siapkan titik-titik cuci tangan lengkap dengan antiseptik alkohol atau sabun dan air bersih mengalir untuk tenaga kesehatan, pasien dan pengunjung.
  2. Siapkan titik triase di pintu masuk fasilitas pelayanan kesehatan sebelum masuk ruang tunggu, untuk skrining pasien terhadap COVID-19. Hal ini membatasi kemungkinan infeksi melalui pusat pelayanan kesehatan.
  3. Waspadai orang yang menunjukkan gejala-gejala seperti batuk, demam, sesak napas, dan kesulitan bernapas.
  4. Siapkan ruang tunggu terpisah dengan batas yang jelas untuk kasus suspek.
  5. Tempatkan informasi seperti poster dan brosur yang mengingatkan pasien dan pengunjung agar menjalankan langkah kebersihan tangan dan pernapasan.

B. Lindungi tenaga kesehatan kita Mari bersiap! Pastikan tenaga kesehatan dan triase kita:

  1. Terlatih memahami pentingnya alat perlindungan diri serta memilih dan menggunakannya dengan benar
  2. Terlatih mengenali gejala-gejala infeksi COVID-19 dan memberikan masker medis kepada kasus-kasus suspek
  3. Mengetahui definisi tentang kasus dan dapat mengakses serta melihat bagan alur pengambilan keputusan di titik triase
  4. Segera mengisolasi kasus suspek
  5. Sering membersihkan tangan
  6. Tatalaksana pasien suspek atau terkonfirmasi COVID-19 di fasilitas pelayanan kesehatan

Petugas kesehatan harus mengenakan alat perlindungan diri yang sesuai saat melakukan skrining pasien di titik triase. Berikan masker medis kepada semua pasien yang menunjukkan gejala-gejala serupa flu atau melaporkan kemungkinan infeksi COVID-19. Ingatkan semua pasien untuk menjalankan kebersihan pernapasan dan tangan yang baik.

  1. Tatalaksana Penempatan
    1. Segera isolasi kasus suspek dan terkonfirmasi
    2. Untuk mengurangi stres dan rasa khawatir, jelaskan tindakan Anda dan alasannya kepada pasien
    3. Jika memungkinkan, tempatkan pasien di kamar tersendiri
    4. Kasus suspek dan terkonfirmasi harus dipisahkan
    5. Jaga jarak setidaknya 1 meter antar pasien
    6. Jangan tempatkan lebih dari satu pasien di satu tempat tidur rumah sakit
  2. Tatalaksana Lingkungan
    1. Batasi pergerakan pasien di dalam fasilitas untuk mengurangi kemungkinan infeksi menyebar di fasilitas layanan kesehatan
    2. Jika pemindahan pasien diperlukan, rencanakan pemindahan terlebih dahulu: semua staf dan pengunjung yang berkontak langsung dengan pasien harus mengenakan alat perlindungan diri
    3. Laksanakan pembersihan dan disinfeksi lingkungan berkala
    4. Pastikan ventilasi baik – jika memungkinkan, buka pintu dan jendela
  3. Tatalaksana Pengunjung
    1. Batasi jumlah pengunjung setiap pasien
    2. Semua pengunjung harus mengenakan alat perlindungan diri dan kunjungannya harus dicatat

C. Melindungi diri di tempat kerja dari COVID-19 bagi tenaga kesehatan

Ikuti panduan manajemen fasilitas pelayanan kesehatan dan sampaikan kepada kolega tentang prosedur keamanan COVID-19 yang disepakati

  1. Saat memasuki ruangan dimana kasus suspek atau terkonfirmasi COVID-19 berada, kenakan: •

              a. sarung tangan sekali pakai 

               b. jubah lengan panjang bersih

               c. masker medis yang menutupi mulut dan hidung •

               d. perlindungan mata, seperti kacamata

Ingat :

Alat perlindungan diri harus diganti jika akan digunakan ulang dan juga diganti untuk setiap pasien. Alat perlindungan diri sekali pakai (mis., masker, sarung tangan, pelindung wajah sekali pakai) harus dibuang di tempat sampah tertutup dan cucilah tangan secara menyeluruh. Barang sekali pakai tidak boleh digunakan ulang atau disterilisasi.

       2. Dalam menjalankan prosedur yang menghasilkan aerosol seperti intubasi, gunakan respirator partikulat seperti

            N95 – Periksa kerapatannya!

Sepatu bot dan baju terusan tidak diperlukan

Ingat :

Jangan sentuh mata, hidung atau mulut dengan sarung tangan maupun tangan sampai tangan sudah dibersihkan dengan benar

D. Lima Saatnya Saya Membersihkan Tangan

Gunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol atau cuci tangan dengan air bersih mengalir dan sabun:

  1. Sebelum menyentuh pasien
  2. Sebelum menjalankan prosedur bersih/aseptik
  3. Setelah ada risiko terpapar cairan tubuh
  4. Setelah menyentuh pasien
  5. Setelah menyentuh lingkungan sekitar pasien

E. Alat Perlindungan Diri (APD) sesuai kegiatan pelayanan kesehatan bagi tenaga kesehatan

Ingat Jaga terus kebersihan tangan. Bersihkan tangan sebelum memakai dan setelah melepas APD.

  1. Petugas skrining triase/titik masuk

Memakai masker medis

        2. Mengambil spesimen saluran napas

Memakai kacamata atau pelindung wajah; Respirator (N95 atau FFP2); jubah; dan sarung tangan

         3. Merawat kasus suspek/ terkonfirmasi COVID-19 TANPA prosedur penghasil aerosol

Memakai kacamata atau pelindung wajah; jubah; sarung tangan; dan masker medis

          4. Merawat kasus suspek/ terkonfirmasi COVID-19 DENGAN prosedur penghasil aerosol

Memakai kacamata atau pelindung wajah; Respirator (N95 atau FFP2); jubah; dan sarung tangan

           5. Memindahkan kasus suspek/ terkonfirmasi COVID-19, termasuk perawatan langsung

Memakai kacamata atau pelindung wajah; masker medis; jubah; dan sarung tangan

F. Berkomunikasi dengan pasien suspek atau terkonfirmasi COVID-19 bagi tenaga kesehatan

  1. Bersikaplah hormat, sopan dan empati
  2. Ingat, kasus suspek dan terkonfirmasi serta pengunjung yang mendampingi mungkin merasa stres atau takut
  3. Yang paling penting, dengarkan pertanyaan dan kekhawatiran pasien dengan penuh perhatian
  4. Gunakan bahasa setempat dan berbicara dengan perlahan
  5. Berikan jawaban atas setiap pertanyaan dan sampaikan informasi yang benar tentang COVID19
  6. Anda mungkin tidak bisa menjawab semua pertanyaan karena masih banyak yang belum diketahui tentang COVID-19. Tidak apa-apa mengakui bahwa Anda belum tahu
  7. Kalau ada, bagikan pamflet atau selebaran berisi informasi kepada pasien
  8. Anda boleh menyentuh, atau menghibur pasien suspek dan terkonfirmasi saat memakai APD
  9. Kumpulkan informasi akurat dari pasien: nama, tanggal lahir, riwayat perjalanan, daftar gejala…
  10. Jelaskan prosedur COVID-19 di fasilitas pelayanan kesehatan, seperti isolasi dan pembatasan jumlah pengunjung, dan langkah-langkah berikutnya
  11. Jika pasiennya anak-anak, persilahkan anggota keluarga atau wali untuk mendampingi – pendamping harus diberi dan menggunakan alat perlindungan diri yang sesuai  
  12. Sampaikan perkembangan kepada pengunjung dan keluarga saat ada kesempatan

G. Informasi tentang COVID-19 untuk pasien dan pengunjung fasyankes

  1. Lima Hal untuk Diketahui

              a. Apa itu COVID-19?

COVID-19 adalah penyakit akibat suatu coronavirus baru yang sebelumnya tidak teridentifikasi pada manusia. Coronavirus adalah suatu kelompok virus yang ditemukan pada hewan dan manusia

                b. Apa saja gejala-gejala COVID-19?

Pada umumnya, COVID-19 menyebabkan gejala ringan seperti pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan demam. Bagi beberapa orang, gejalanya bisa lebih parah, dan menimbulkan radang paruparu atau sulit bernapas. Sejumlah kecil kasus penyakit ini menyebabkan kematian

                c. Bagaimana cara penyebaran COVID-19?

COVID-19 diketahui paling mudah menyebar melalui kontak erat dengan orang yang terinfeksi COVID-19. Batuk atau bersin orang yang terinfeksi mengeluarkan percikan dan, jika terlalu dekat, virus ini dapat masuk melalui napas Anda.

                d. Siapa yang paling berisiko?

Kita masih perlu mengetahui lebih tentang dampak COVID-19 pada manusia. Orang berusia lanjut dan orang yang memiliki kondisi medis seperti diabetes dan penyakit jantung diketahui lebih berisiko terkena penyakit parah.

                e, Apa pengobatan untuk COVID-19?

Saat ini masih belum ada pengobatan atau vaksin untuk COVID-19. Namun, sebagian besar gejala dapat ditangani.

      2. Lima Hal untuk Dilakukan

             a. Sering-seringlah mencuci tangan.

Cuci tangan dengan air bersih mengalir dan sabun atau, jika tidak tampak kotor, gunakan cairan antiseptik berbahan dasar alkohol. Maka, virus di tangan akan mati.

             b. Tutup mulut dan hidung dengan siku yang dilipat atau tisu saat batuk dan bersin.

Segera buang tisu bekas dan cuci tangan dengan air bersih mengalir dan sabun atau gunakan cairan antiseptik berbahan dasar alkohol. Dengan demikian Anda melindungi orang lain dari virus yang keluar melalui batuk dan bersin

              c. Jika memungkinkan, jaga jarak 1 meter dengan orang yang batuk-batuk, bersinbersin, atau demam.

COVID-19 diketahui paling mudah menyebar melalui kontak jarak dekat dengan orang yang terinfeksi COVID-19.

              d. Jangan sentuh mata, hidung dan mulut

Tangan menyentuh berbagai permukaan benda yang mungkin terkontaminasi virus ini. Jika Anda menyentuh mata, hidung atau mulut dengan tangan kotor, Anda mungkin memindahkan virus ini dari permukaan ke diri Anda.

               e. Jika Anda demam, batuk DAN sulit bernapas, cari pertolongan medis. Telepon fasilitas kesehatan dan

                     sampaikan dulu bahwa Anda akan datang.

Selalu ikuti panduan tenaga kesehatan atau petunjuk kesehatan nasional.

I. Menangani stress bagi staff fasyankes

  1. Wajar kita sedih, stres, atau terbeban ketika terjadi krisis
  2. Bicarakan dengan orang kepercayaan atau konselor
  3. Jaga gaya hidup sehat: pola makan, tidur, olahraga yang baik dan hubungan sosial dengan teman dan keluarga
  4. Jangan merokok, mengkonsumsi alkohol atau obat-obatan lain untuk mengatasi perasaan Anda
  5. Jika merasa khawatir, sampaikan kepada atasan Anda, dan jika mulai merasa sakit, segera beri tahu dokter

J. Lima Saatnya Saya Membersihkan Tangan bagi staff fasyankes

  1. Sebelum menyentuh pasien
  2. Sebelum menjalankan prosedur bersih/ aseptic
  3. Setelah ada risiko terpapar cairan tubuh
  4. Setelah menyentuh pasien
  5. Setelah menyentuh lingkungan sekitar pasien

Kontak Kami

JL. Gondosuli No.6 Yogyakarta Kota Yogyakarta DIY 55231 Indonesia
dinkes@jogjaprov.go.id
+62274563153
(0274)512368

Kunjungan

  • Hari Ini

  • 7.403
  • Bulan Ini

  • 617.886
  • Total Kunjungan

  • 4.114.754