Detail Berita


  • 01 Desember 2021
  • 477
  • Berita

Petunjuk Teknis Pembinaan Sekolah/Madrasah Sehat

Anak usia sekolah merupakan sasaran intervensi kesehatan strategis karena jumlahnya besar. Intervensi kesehatan pada sasaran anak usia sekolah dan remaja dapat dijangkau melalui sekolah. Kesehatan anak usia sekolah akan menentukan kualitas hidup mereka nanti pada usia produktif dan harapannya anak menjadi bonus demografi bagi Indonesia. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 dan Global School-based Student Health Survey (GSHS) Tahun 2015, situasi kesehatan anak usia sekolah masih belum sesuai yang diharapkan. Secara umum anak usia sekolah (7-18 tahun) merupakan kelompok usia yang paling sehat dibandingkan dengan kelompok usia lainnya. Namun perilaku mereka dapat mengakibatkan timbulnya gangguan kesehatan pada saat ini atau di kemudian hari. Beberapa masalah kesehatan pada kelompok ini ialah angka cacingan pada anak SD mencapai 28%. Selain itu, risiko penyakit tidak menular karena obesitas pada anak usia 5-12 tahun mencapai 8,1%. Anak usia SD sudah mulai merokok yang ditunjukan dengan angka 9,1% pada anak usia 10-18 tahun. Sementara itu, sebanyak 25,7% remaja berusia 13-15 tahun dan 8,1% remaja berusia 16-18 tahun mengalami stunting. Terkait kesehatan reproduksi, 5,3% remaja pernah melakukan hubungan seks pranikah dan hanya 36% remaja pernah diajarkan cara menolak ajakan hubungan seksual. Isu lainnya adalah angka penyalahgunaan NAPZA pada usia anak dan remaja, yaitu 22% remaja pernah merokok yang 6,4% di antaranya merokok (GSHS 2015, Riskesdas 2018).

Memperhatikan masalah kesehatan pada anak usia sekolah dan remaja, penting dipastikan bahwa setiap anak mendapatkan informasi dan edukasi serta upaya pelayanan kesehatan sebagai upaya promotif preventif, diawali dengan pembiasaan pola hidup sehat sedini mungkin. Keadaan kesehatan anak sekolah akan sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar dan pendidikan kesehatan melalui anak sekolah sangat efektif untuk merubah perilaku dan kebiasaan hidup sehat karena anak usia sekolah sangat peka untuk mulai menanamkan pengertian dan kebiasaan hidup sehat.

Beberapa isu kesehatan yang sering terjadi pada kelompok anak usia sekolah dan menjadi prioritas dalam penanggulangannya yaitu masalah gizi, penyakit tidak menular, kesehatan reproduksi, HIV, Napza, kesehatan mental, sanitasi, kekerasan dan cedera (Permenko PMK No 1 /2018 tentang Rencana Aksi Nasional Kesehatan Anak Usia Sekolah dan Remaja). Terdapat 5 strategi yang disepakati bersama untuk menjawab berbagai permasalahan anak usia sekolah dan remaja yaitu peningkatan keterampilan hidup sehat, penguatan akses dan kualitas layanan kesehatan yang komprehensif, penguatan kelembagaan dan kemitraan, pengadaan dan penguatan informasi strategis serta pelibatan anak usia sekolah dan remaja yang bermakna. Kelima strategi ini mengacu pada berbagai kebijakan, sumber daya, program dan layanan yang sudah ada di Indonesia, salah satunya adalah Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M).

Untuk meningkatkan derajat kesehatan anak usia sekolah, Direktorat Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan UNICEF dan lintas program/sektor terkait telah menyusun Petunjuk Teknis Pembinaan Penerapan Sekolah/Madrasah Sehat. Sekolah/Madrasah Sehat adalah bentuk nyata pelaksanaan pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah/madrasah sehat yang didukung oleh manajemen UKS/M yang baik. Untuk mempelajari Petunjuk Teknis Pembinaan Sekolah/Madrasah Sehat edisi terbaru 2021, juknis dapat diunduh disini. (Kesga Gizi)

 

 

 

 

 

 

Kontak Kami

JL. Gondosuli No.6 Yogyakarta Kota Yogyakarta DIY 55231 Indonesia
dinkes@jogjaprov.go.id
+62274563153
(0274)512368

Kunjungan

  • Hari Ini

  • 51
  • Bulan Ini

  • 617.886
  • Total Kunjungan

  • 6.737.493