Detail Artikel


  • 30 Juni 2020
  • 219
  • Artikel

MengASIhi di Era Covid-19

Proses menyusui oleh seorang ibu merupakan momen yang sangat berharga, tidak hanya memberikan hak bagi setiap bayi tetapi juga momen untuk menyalurkan kasih sayang dan membangun kontak batin dengan bayinya. Menyusui di masa pandemi Covid-19 tidak menjadi masalah bagi ibu yang tidak tertular Covid-19, bisa dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan Covid-19 seperti : cuci tangan pakai sabun sebelum menyusui dan menyentuh bayi, mandi dan berganti pakaian sehabis bepergian keluar rumah.

Sedangkan bagi ibu menyusui yang berstatus ODP, PDP/terkonfirmasi Covid-19, ASI tetap diberikan dengan memperhatikan beberapa protokol. Berdasarkan informasi dari WHO, hingga saat ini belum ditemukan adanya virus Covid-19 dalam ASI sehingga aman bagi ibu terduga Covid-19 atau terkonfirmasi Covid-19/PDP untuk memberikan ASI bagi bayinya. Ibu dapat tetap mengASIhi dengan memperhatikan protokol berikut:

 

  1. Bayi lahir dari Ibu ODP dapat menyusu langsung dari ibu dengan melaksanakan prosedur pencegahan COVID-19 antara lain :
  1. menggunakan masker bedah,
  2. menjaga kebersihan tangan sebelum dan setelah kontak dengan bayi,
  3. rutin membersihkan area permukaan di mana ibu telah melakukan kontak.

 

      2. Bayi lahir dari Ibu PDP/Terkonfirmasi COVID-19, ASI tetap diberikan dalam bentuk ASI perah dengan memperhatikan:

  1. Pompa ASI hanya digunakan oleh ibu tersebut dan dilakukan pembersihan pompa setelah digunakan.
  2. Kebersihan peralatan untuk memberikan ASI perah harus diperhatikan.
  3. Pertimbangkan untuk meminta bantuan seseorang dengan kondisi yang sehat untuk memberi ASI.
  4. Ibu harus didorong untuk memerah ASI (manual atau elektrik), sehingga bayi dapat menerima manfaat ASI dan untuk menjaga persediaan ASI agar proses menyusui dapat berlanjut setelah ibu dan bayi disatukan kembali. Jika memerah ASI menggunakan pompa ASI, pompa harus dibersihkan dan didesinfeksi dengan sesuai.
  5. Pada saat transportasi kantong ASI dari kamar ibu ke lokasi penyimpanan harus menggunakan kantong spesimen plastik. Kondisi penyimpanan harus sesuai dengan kebijakan dan kantong ASI harus ditandai dengan jelas dan disimpan dalam kotak wadah khusus, terpisah dengan kantong ASI dari pasien lainnya.

3. Ibu PDP dapat menyusui langsung apabila hasil pemeriksaan swab negatif, sementara ibu terkonfirmasi COVID-19 dapat menyusui langsung setelah 14 hari dari pemeriksaan swab kedua negatif

4. Apabila ibu tidak dapat memerah ASI, dapat diupayakan memperoleh donor ASI sampai dengan ibu pulih dan dapat memberikan ASI kembali.

5. Bagi ibu yang telah pulih dan kesulitan untuk kembali menyusui bayinya, dapat menemui konselor ASI untuk mendapatkan konseling dan bantuan cara menyusui kembali (relaktasi)

 

 

 

 

Referensi :

 

Pedoman Bagi Ibu Hamil, Nifas, Bersalin, dan Bayi Baru Lahir di Era Pandemi COVID-19 , Kementerian Kesehatan RI 2020

Rekomendasi Global : Menyusui Pada Masa Pandemi Covid-19 , UNICEF

Kontak Kami

JL. Gondosuli No.6 Yogyakarta Kota Yogyakarta DIY 55231 Indonesia
dinkes@jogjaprov.go.id
+62274563153
(0274)512368

Kunjungan

  • Hari Ini

  • 1.125
  • Bulan Ini

  • 114.766
  • Total Kunjungan

  • 908.408