Detail Artikel


  • 19 April 2016
  • 10.971
  • Artikel

HOAX BOSS.... Langsung Saja, Berikut daftar misinformasi kesehatan yang terpantau lewat broadcast ! (bag 1)

Seiring dengan berkembangnya tekhnologi, kebutuhan masyarakat akan informasi seakan menjadi hal yang paling utama.

Munculnya situs - situs yang menyajikan berita yang beragam, persaingan media sosial yang yang begitu ketat dan berkembangnya aplikasi - aplikasi chat smarphone seolah menjadi alat pengantar informasi kepada penggunanya setiap harinya. Walhasil, berita yang diterima sudah tak terilter lagi, sementara kebutuhan akan informasi sudah semakin tinggi sehingga perlu referensi yang terercaya dan dapat dipertanggungjawabkan.

Hal yang paling sering adalah pesan berantai  atau yang paling dikenal dengan Broadcast/BC. Para penikmat tekhnologi dan informasi pun sudah semakin sulit membedakan mana kabar benar dan mana kabar hoax.

Apa itu Hoax ? Isu belaka yang sengaja disusun sedemikian rupa agar nampak sangat meyakinkan kemudian disebarkan ke masyarakat luas. Salah satunya adalah "Pesan Kesehatan" yang selama ini beredar luas di masyarakat Indonesia.

Berikut 40 Broadcast Pesan Kesehatan Yang Ternyata HOAX:

 

1. Makan Mi Instan dan Cokelat Bersamaan Bikin Keracunan

Keracunan akibat makanan memang bisa terjadi. Tapi benarkah makan mi instan dan cokelat bersamaan bisa memicu keracunan? Apalagi sampai lima panca indranya mengeluarkan darah. Konon  mi mengandung arsenic pentoxide dan reaksi kimia dari cokelat menyebabkan berubah jadi arsenik trioxide.

Mi instan yang dijual di pasaran tidak ada yang ditemukan mengandung racun arsenik. "Berdasarkan hasil pengujian laboratorium, disimpulkan bahwa produk mi instan yang terdaftar dan beredar di Indonesia memenuhi standar dan persyaratan yang berlaku, serta dinyatakan aman untuk dikonsumsi," tegas Dra Kustantinah, Apt, M.App.Sc yang saat itu Kepala BPOM RI.

 

2. Minum Air Dingin Usai Makan Picu Kanker

Disebutkan dalam pesan yang beredar, minum air dingin usai makan bisa memicu kanker. Karena air dingin bisa memadatkan minyak dalam makanan sehingga lama-kelamaan akan melapisi usus dan menyebabkan kanker.

Tidak ada bukti yang mendukung pesan tersebut. Apalagi menurut BBC Science and Nature, panas alami di perut akan membuat semua makanan yang masuk memiliki temperatur yang sama. Meskipun seseorang minum es, dinginnya es tidak akan bertahan lama di lambung.

 

3. Larva di Payudara Akibat Pakai Bra Baru Tanpa Dicuci

Pesan ini mungkin pernah Anda terima. Pori-pori payudara wanita ditumbuhi larva akibat memakai bra baru yang tidak dicuci dulu sebelumnya.

Ini hoax karena tidak mungkin larva tinggal di pori-pori payudara dengan rapi. Larva lalat tumbu memang bisa muncul payudara, namun biasanya memunculkan lesi. Biasanya karena pakaian dan lingkungan kotor. Namun pesan baik dari broadcast hoax ini adalah membiasakan mencuci baju, meski baju baru sekalipun.

4. Virus HIV Dimasukkan ke Pembalut

Kabar penularan HIV melalui aneka media sangat sering menyebar. Salah satunya penularan melalui pembalut yang telah dipapar virus HIV sebelumnya. Padahal jelas, virus HIV butuh inang karena tidak akan bisa hidup lama di luar tubuh atau inang. Sementara pembalut tidak bisa menjadi inang bagi virus HIV.

 

6. Teh Kemasan Beracun

Pertengahan 2009 silam beredar pesan berantai bahwa salah satu merek teh kemasan mengandung racun. Konon teh tersebut mengandung hidroxilic acid atau dihidrogen monoksida yang berbahaya. Padahal dihidrogen monoksida adalah dua (di) hidrogen, satu (mono) oksida ditulis dengan nama H2O yang artinya air. Jadi jelas ini kabar bohong semata.

Produsen teh yang bersangkutan juga telah menyampaikan klarifikasi ketidakbenaran kabar itu.

7. Sesuap Lele Mengandung 3.000 Sel Kanker

Di jejaring sosial, banyak beredar informasi yang menyebut lele sebagai ikan paling jorok. Dalam sesuap daging ikan lele, terkandung 3.000 sel kanker. Fakta ikan lele rendah kolesterol. Ikan lele yang beredar di pasaran umumnya dibudidayakan di kolam-kolam, yang mestinya bisa dikendalikan agar bebas dari pencemaran. "Saat ini belum ada penelitian yang menyatakan jika memakan lele dapat memicu kanker," tegas dr Dradjat R Suardi, SpB(K)Onk, ahli kanker dari Perhimpunan Onkologi Indonesia.

 

8. 'Hujan Nuklir' yang Membahayakan

Bocornya reaktor nuklir di Jepang  2011 silam disusul beredarnya pesan agar jangan sampai terkena air hujan. Alasannya partikel radioaktif terkandung dalam air hujan, yang mana dapat menyebabkan luka bakar atau kanker alopecia.

Ini hoax. Sebab radius daerah yang terkena kontaminasi mencapai 20 km. Sementara, Indonesia dipastikan aman dari ancaman radiasi karena memang jaraknya sangat jauh dari Jepang.

9. Oleskan Vaselin untuk Cegah MERS

Saat MERS (Middle East Respiratory Syndrome) mewabah di Seoul, Korea Selatan. Aneka pesan tidak jelas menyebar melalui berbagai media. Salah satu pesan berantai menganjurkan warga untuk mengoleskan vaselin (lemak) ke hidung. Cara ini dipercaya bisa mencegah penularan virus korona penyebab MERS. Informasi ini dengan cepat dibantah oleh dokter, namun apa lacur pesan berantai terlanjur menyebar.

 

10. Vaksin MMR Sebabkan Autisme

Kerep beredar kabar vaksin Mumps, Morbili, dan Rubela (MMR) menyebabkan autisme pada anak. Namun kabar ini ditampik dr Soedjatmiko, Sp.A(K), M.Si, Sekretaris Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Sama sekali tidak benar. dr Wakefield yang membuat penelitian tersebut bukan ahli vaksin, dia adalah dokter spesialis bedah. Penelitian beliau pada tahun 1999 hanya menggunakan 18 sampel," ujar dr Soedjatmiko.

 

11. Makan Sayap dan Ceker Ayam Bisa Picu Kanker

Konon salah satu pemicu munculnya kanker payudara dan kanker seviks adalah karena konsumsi ceker dan sayap ayam. Sebab sayap ayam merupakan bagian paling sering disuntik, sedangkan ceker ayam tempat menimbun 'end product' antibiotik dan turunan 'second hormonal'.

 

"Belum ada buktinya, itu kan baru asumsi. Umur ayam itu kan pendek sampai dia dipotong, kalau dipotong obat hormonnya itu masih ada atau belum habis lalu dimakan menyebabkan kanker, sampai sekarang belum ada buktinya," kata dr Ramadhan, SpBOnk.

12. Makan Bayam dan Tahu Bersamaan Bisa Picu Kista

Beredar informasi yang mengatakan bahwa mengonsumsi keduanya secara bersamaan bisa memicu kista pada organ reproduksi perempuan. Kabar ini ditampik ahli kandungan. "Bayam dan tahu? Enggak ah, setahu saya nggak ada hubungannya tuh (dengan kista)," kata dr Damar Prasmusinto, SpOG.

Umumnya ada 2 penyebab kista yang sering dijumpai dan keduanya jarang berhubungan dengan makanan. Pertama adalah bawaan lahir, sedangkan yang kedua adalah endometriosis atau pertumbuhan yang tidak normal di lapisan endometrium.

 

13. Cek Kesehatan Ginjal dengan Jengkol

 

Pesan terkait cara mengecek kesehatan ginjal menyebar. Cara yang dianjurkan dalam pesan itu adalah dengan makan jengkol, setelah itu cium aroma kencingnya. Jika tidak bau berarti ginjal bermasalah.

Cara ini tidak dianjurkan. Karena terlalu banyak makan jengkol tidak baik lantaran makanan ini mengandung asam jengkolat atau jengkolic acid. Di ginjal, asam ini bisa mengkristal dan membentuk batu ginjal.

14. Lemon Lebih Hebat dari Kemoterapi

Kabarnya air yang berisi irisan lemon memiliki manfat luar biasa dalam membunuh sel kanker. Konon manfaat air air berisi irisan lemon itu bahkan lebih hebat dari kemoterapi.

dr Andhika Rahman SpPD mengatakan lemon memiliki kandungan vitamin E, vitamin C serta antioksidan memang dipercaya sebagai antikanker. Namun kandungan itu juga dimiliki beberapa buah-buahan lainnya. "Tetapi tidak harus lemon, buah atau sayuran lainya juga bisa," terangnya.

 

15. Udang + Vitamin C = Meninggal

Kabar konsumsi udang berbarengan dengan vitamin C bisa berujung kematian pernah menyebar. Padahal meski ada indikasi kontaminasi logam berat dan zat kimia pada produk perikanan, seperti pada udang, tidak akan langsung sebabkan keracunan.

Proses kimiawi udang dengan vitamin C tidak memiliki dasar yang jelas. Sementara itu, konsumsi vitamin C yang dianjurkan setiap harinya adalah sekitar 100 mg/hari. Jika berlebihan maka dampaknya malah bisa menyebabkan batu pada ginjal.

16. Petai Ampuh Atasi Kanker dan Lebih Hebat dari Kemoterapi

Beredar kabar sel kanker bisa dimatikan oleh petai. Konon kandungan dalam petai lebih hebat daripada kemoterapi.

Prof. dr. Karmel L Tambunan, SpPD-KHOM tidak menyangkal dan tidak membenarkan. Namun prinsipnya sesuatu dikatakan bermanfaat menyembuhkan penyakit jika sudah terbukti ilmiah. "Mestinya kalau memang secara akademik itu terbukti menyembuhkan suatu penyakit, ya dilaporkan ke pertemuan internasional atau di jurnal ilmiah," kata dr Karmel.

17. Minuman Kemasan Mengandung Virus HIV

Sepertinya kabar penyebaran virus HIV melalui aneka media sering sekali menyebar. Salah satunya menyebut beberapa minuman kemasan telah ditetesi darah pekerja yang terkontaminasi virus HIV. Kabar ini mirip sekali dengan kabar terkontaminasinya buah kaleng dengan virus HIV.

 

Sekali lagi, HIV hanya dapat bertahan hidup beberapa jam di luar tubuh. Karena virus ini cuma bisa bertahan di lingkungan yang menguntungkan. Jadi sangat tidak mungkin menularkan virus HIV melalui minuman kemasan. Apalagi makanan atau minuman dalam kaleng sudah melewati proses sterilisasi.

 

18. Jeruk Disuntik Virus HIV

Dikabarkan dalam pesan yang beredar, ada jeruk yang disuntik dengan darah yang tercemar virus HIV. Konon layanan imigrasi Aljazair telah mengamankan sejumlah besar jeruk semacam itu yang diekspor dari Libya.

 

Ini hoax. Sebab virus HIV tak dapat menular melalui media makanan. Biasanya, virus akan mati dalam beberapa menit setelah berada di luar tubuh.

 

19. Peringatan Kode Warna di Kemasan Pasta Gigi

Imbauan untuk berhati-hati memilih pasta gigi sering beredar di jejaring sosial. Disebutkan, Green : Natural. Blue : Natural + Medicine. Red : Natural + Chemical composition. Black : Pure Chemical. Bahkan ada yang secara gamblang menyebut kode hijau adalah yang terbaik.

Namun sebenarnya kandungan dalam pasta gigi, terutama bahan aktif, seharusnya sudah tercantum dalam kemasan. Fluoride dan berbagai jenis bahan aktif lain sering ditambahkan sesuai kebutuhan pasien. Contohnya HAP (hydroxyapatite) mineral dan potassium citrate untuk gigi sensitif, serta zinc citrate untuk kesehatan gusi.

 

20. Bumbu Mi Instan yang Dimasak Picu Kanker

 

Broadcast message menyebut mi instan tidak boleh dimasak bersamaan dengan bumbunya. Sebab monosodium glutamat (MSG) berpotensi jadi karsinogen pencetus kanker jika dimasak dengan suhu di atas 120 derajat Celcius.

 

Ini merupakan kabar yang tidak jelas asalnya. Selama konsumsinya masih dalam batas aman, MSG tidak membahayakan. Nutrisionis Rita Ramayulis, DCN, MKes menyebut penggunaan MSG atau bumbu penyedap yang disarankan maksimal seperempat sendok teh dalam setiap penggunaannya.

Kontak Kami

JL. Gondosuli No.6 Yogyakarta Kota Yogyakarta DIY 55231 Indonesia
dinkes@jogjaprov.go.id
+62274563153
(0274)512368

Kunjungan

  • Hari Ini

  • 1.055
  • Bulan Ini

  • 114.766
  • Total Kunjungan

  • 908.338