Detail Artikel


  • 26 Februari 2021
  • 429
  • Artikel

Gerakan Hidup Sehat Melawan Diabetes Mellitus (Gendhis Manis)

Sejak tahun  2019 pemerintah Indonesia bekerjasama dengan Humanitiy Inclusion untuk meningkatkan pelayanan diabetes yang berkualitas dan inklusif melalui program Gendhis Manis di tiga Kabupaten/ Kota DIY. Pada tahun 2020, Diabetes Mellitus merupakan penyakit terbesar kedua yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta, ditambah Diabetes Mellitus juga menjadi penyakit komorbid pertama yang menjadi penyakit penyerta di Covid 19. Dengan fakta tersebut, pencegahan dan pengendalian penyakit Diabetes Mellitus menjadi salah satu  prioritas program kesehatan dim Dinas Kesehatan DIY. Salah satu kegiatan yang dilakukan yaitu dengan adanya program Gendhis Manis.

Gendhis Manis adalah Gerakan Hidup Sehat Melawan Diabetes Mellitus. Program ini dilaksanakan oleh Humanitiy Inclusion bekerjasama dengan Dengan Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Dinas Keseahatan Kabupaten Gunungkidul dan PERKENI.  Tujuan dari Gendhis Manis ini adalah meningkatkan akses pelayanan Diabetes yang berkualitas dan inklusif. Program Gendhis manis ini berfokus pada peyakit Diabetes Mellitus tipe 2. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan sosialisasi, edukasi dan memberikan informasi kesehatan Diabetes Mellitus kepada masyarakat. Selain itu, juga dilaksanakan peningkatan kompetensi untuk tenaga kesehatan yang berada di Puskesmas, Rumah Sakit dan Dinas kesehatan. Peningkatan kompetensi juga diperuntukkan untuk kader kader yang ada di masyarakat.

Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Gendhis Manis terus mengoptimalkan wadah wadah yang sudah dimiliki di masyarakat. Salah satu wadah pemberdayaan masyarakat dikenal dengan Pos Pembinaan Terpadu Penytakit Tidak Menular ( Posbindu  PTM), Melalui Posbindu PTM kegiatan skrining /deteksi dini faktor risiko untuk usia 15 tahun ke atas dapat dioptimalkan. Posbindu PTM diselenggarakan  di masyarakat maupun di institusi. Kegiatan skrinning ini melakukan pengukuran faktor resiko penyakit tidak menular antara lain pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar perut, tekanan darah, kolesterol, dan riwayat faktor resiko individu dan riwayat faktor resiko keluarga. Diharapkan dengan adanya skrining ini, faktor risiko PTM lebih khusus lagi Diabetes Mellitus dapat ditemukan untuk ditindaklanjuti. Tindak lanjut yang dimaksud dalam bentuk konseling untuk mencegah agar si Penderita Faktor Resiko PTM tidak berakhir menjadi penderita Penyakit Tidak Menular, dan dapat dirujuk untuk tata laksana kasus pada fasilitas pelayanan kesehatan.

Gendhis manis memiliki sasaran program sebanyak 12 Puskesmas di 3 Kabupaten/kota Daerah Istimewa Yogyakarta dengan kegiatan pendampingan intens ke Posbindu, membuat whatsapp Boot, website, aplikasi Gendhis Manis dan memberikan buku catatan harian Diabetes bagi orang resiko tinggi dan membuat video animasi untuk pasien Diabetes Mellitus. Program ini membantu masyarakat agar lebih mudah untuk mendapatkan informasi mengenai Diabetes Mellitus khsuusnya tipe 2 dan Kaki Diabetes serta penanggulangannya.

Gendhis manis ini berfokus kepada pelayanan yang memperhatikan aspek askesibilitas sehingga dapat dimanfaatkan bagi semua orang termasuk bagi penyandang Disabiitas. Fokus pelayanan inklusi ini menjadikan program Gendhis Manis sudah selayaknya  dilanjutkan dan bisa di replikasi ke dua Kabupaten yang belum menjadi lokus kegiatan Gendhis manis. Harapannya dengan adanya kegiatan tersebut, maka diharapkan deteksi dini yang gencar dapat mencegah terjadinya diabetes mellitus dan mempertahankankan kualitas hidup penyandang diabetes mellitus.

Kontak Kami

JL. Gondosuli No.6 Yogyakarta Kota Yogyakarta DIY 55231 Indonesia
dinkes@jogjaprov.go.id
+62274563153
(0274)512368

Kunjungan

  • Hari Ini

  • 6.586
  • Bulan Ini

  • 617.886
  • Total Kunjungan

  • 4.113.937