Detail Artikel


  • 16 November 2016
  • 883
  • Artikel

KETAGIHAN GULA DAN MAKAN, RESIKO TERKENA DIABETES

Risiko diabetes tidak hanya ditentukan oleh faktor keturunan. Pakar mengatakan ketagihan makan dan gula juga bisa meningkatkan risiko terserang diabetes.
Ketagian gula bisa diartikan ketagihan makanan manis, doyan makan hingga kecanduan makanan ekstrem. Ketiga hal ini menurutnya sangat berbahaya karena bisa meningkatkan risiko terserang diabetes secara pesat.

Ketagihan makan dapat membuat pankreas memproduksi insulin secara besar-besaran dan terus menerus. Akibatnya, pankreas mengalami kerusakan, yakni tidak bisa lagi memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau insulin tidak berfungsi dengan baik.

Insulin dibutuhkan oleh tubuh untuk membuat glukosa yang ada di darah masuk ke sel untuk digunakan sebagai sumber energi. Ketika tubuh kekurangan insulin atau insulint tidak berfungsi dengan baik, glukosa hanya akan menumpuk di darah yang menyebabkan gula darah meningkat sehingga menyebabkan penyakit diabetes.

Pankreasnya dipaksa kerja terus-terusan karena kita makan, makan dan makan. Akhirnya dia lelah dan rusak, yang menyebabkan gula darah tinggi. Ketagihan makan juga rentan menyebabkan gangguan sistem kardiovaskular. Lemak yang tak bisa diolah akan menumpuk di pembuluh darah yang jika berada di dekat jantung dapat menyebabkan serangan jantung dan jika ada di otak dapat menyebabkan stroke. Tubuh perlu diimbangi dengan olah gerak walaupun ringan seperti jalan kaki 30 menit secara teratur untuk mencegah terjadinya diabetes tersebut.

(Sumber : detikhealth.com)

Kontak Kami

JL. Gondosuli No.6 Yogyakarta Kota Yogyakarta DIY 55231 Indonesia
dinkes@jogjaprov.go.id
+62274563153
(0274)512368

Kunjungan

  • Hari Ini

  • 1.159
  • Bulan Ini

  • 617.886
  • Total Kunjungan

  • 6.181.290